fbpx
BI: Uang Beredar Tumbuh Melambat Pada Juni 2020

BI: Uang Beredar Tumbuh Melambat Pada Juni 2020

Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada Juni 2020. M2 tercatat Rp 6.393,7 triliun pada Juni 2020.

BI: Uang Beredar Tumbuh Melambat Pada Juni 2020

secret-financial.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat pada Juni 2020.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, posisi M2 tercatat Rp 6.393,7 triliun atau tumbuh 8,2 persen (yoy) pada Juni 2020. Pertumbuhan lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,4 persen (yoy).

“Perlambatan pertumbuhan M2 tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko dalam siaran pers, Kamis (30/7/2020).

Baca juga: Melemah, Berikut Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Pertumbuhan M1 melambat dari 9,7 persen (yoy) pada Mei 2020 menjadi 8,2 persen (yoy) pada Juni 2020. Penyebabnya karena perlambatan giro rupiah.

Uang kuasi juga tumbuh melambat, dari 10,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 8,1 persen (yoy) pada Juni 2020.

Sementara itu, surat berharga selain saham tumbuh 31,4 persen (yoy) pada Juni 2020. Lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 37,5 persen (yoy).

Baca juga: Rupiah Prediksi Menguat Hari Ini

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan pertumbuhan M2 pada Juni 2020 disebabkan oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih dan penyaluran kredit.

Aktiva luar negeri bersih pada Juni 2020 tumbuh 12,1 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Mei 2020 sebesar 18,2 persen (yoy).

Selain itu, penyaluran kredit pada Juni 2020 tumbuh 1,0 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,4 persen (yoy).

Baca juga: Rupiah Prediksi Menguat Hari Ini

“Sementara itu, keuangan pemerintah tercatat ekspansi, yang tercermin dari peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, dari 11, persen (yoy) pada Mei 2020 menjadi 43,0 persen (yoy) pada Juni 2020,” pungkas Onny.

Melemah, Berikut Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Melemah, Berikut Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot kembali melemah. Di pasar spot rupiah berada pada posisi Rp 14.610 per dollar AS.

Melemah, Berikut Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

secret-financial.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot kembali melemah. Berdasarkan data Bloomberg Kamis (30/7/2020) pada pukul 10.07 WIB, di pasar spot rupiah berada pada posisi Rp 14.610 per dollar AS.

Posisi ini melemah 0,46 persen (67 poin) dibandingkan penutupan sebelumnya pada level Rp 14.543 per dollar AS.

Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada pada level Rp 14.653 per dollar AS. Posisi ini melemah dibandingkan hari sebelumnya yang berada pada level 14.570 per dollar AS.

Adapun kurs di bank-bank besar di Indonesia, seperti di Bank Central Asia (BCA), kurs jual dipatok pada Rp 14.680 per dollar AS. Kurs jual berarti pihak bank menjual dollar AS pada posisi ini.

Sementara untuk kurs beli BCA adalah Rp 14.650 per dollar AS. Kurs beli ini berarti bila Anda ingin menjual dollar AS maka pihak bank akan membelinya pada posisi ini. Berikut nilai tukar dollar AS hari ini di 5 bank:

Bank                                                      Jual                                                                        Beli

BCA                                                        14.680                                                                    14.650

Mandiri                                             14.700                                                        14.525

BRI                                                    14.776                                                        14.476

BNI                                                    14.915                                                         14.405

CIMB Niaga                                          14.649                                                                    14.619

Rupiah Prediksi Menguat Hari Ini

Rupiah Prediksi Menguat Hari Ini

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mem prediksi pergerakan rupiah pada Kamis (30/7/2020) ini masih berpotensi menguat.

Rupiah Prediksi Menguat Hari Ini

secret-financial.com – Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mem prediksi pergerakan rupiah pada Kamis (30/7/2020) ini masih berpotensi menguat.

Menurut pengamatannya, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS masih dalam tekanan turun di kisaran 0,58 persen yang mengindikasikan kekhawatiran pasar dan minat terhadap aset aman dolar AS masih tinggi.

Tapi di sisi lain, lanjut Ariston, sikap Bank Sentral AS yang masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar dan stimulus dalam jangka waktu yang lebih lama mendukung penguatan aset-aset berisiko.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani: Gak Mungkin Tanpa Swasta Bangkit Kembali

“Dua sentimen yang bertolak belakang ini berpotensi membuat rupiah bergerak dalam kisaran sempit seperti kemarin dengan potensi di kisaran Rp 14.450-Rp 14.600,” ujar Ariston dalam riset hariannya, Kamis (30/7/2020).

Berdasarkan data Bloomberg pergerakan rupiah pada Rabu kemarin (29/7/2020) berada di level Rp 14.542 per dolar. Level itu melemah dibanding pergerakan Selasa sebelumnya di level Rp 14.535 per dolar AS.

Sementara, Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Rabu kemarin berada di level Rp 14.570 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada Selasa sebelumnya yang di level Rp 14.543 per dolar AS.

OJK: Tanpa Insentif Pemerintah, Pengusaha Kurang Greget

OJK: Tanpa Insentif Pemerintah, Pengusaha Kurang Greget

Karena tanpa berbagai insentif dari pemerintah ini para pengusaha juga kurang greget," ujar Wimboh dalam siaran langsung, Rabu, 29 Juli 2020.

OJK: Tanpa Insentif Pemerintah, Pengusaha Kurang Greget

secret-financial.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Wimboh Santoso mendukung dilaksanakannya program penjaminan kredit modal kerja untuk korporasi. Ia mengatakan program tersebut bukan hanya sebagai insentif mendorong perusahaan untuk menyokong pemulihan ekonomi, namun juga memberikan ruang bagi perbankan untuk bisa beroperasi ke arah yang lebih normal ke depan.

“Karena tanpa berbagai insentif dari pemerintah ini para pengusaha juga kurang greget,” ujar Wimboh dalam siaran langsung, Rabu, 29 Juli 2020. Berdasarkan catatan OJK, sejak awal tahun total kredit yang sudah direstrukturisasi perbankan mencapai Rp 776 triliun dari 6,7 juta debitur.

Dari total kredit yang sudah direstrukturisasi, sebanyak Rp 327 triliun adalah dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Sementara, sisanya adalah kredit dari korporasi. “Karena itu terima kasih Bu Menteri sudah ada beberapa stimulus untuk UMKN termasuk subsidi bunga dan penjaminan juga, serta sekarang ini untuk korporasi.”

Baca juga: Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani: Gak Mungkin Tanpa Swasta Bangkit Kembali

Di samping itu, Wimboh menilai pemberian penjaminan kredit modal kerja untuk korporasi ini juga tepat waktu. Sebab, modal kerja tersebut dapat mempercepat dan meningkatkan minat bagi para pengusaha untuk kembali bangkit lagi.

OJK, kata Wimboh, juga masih harus melihat beberapa hal, misalnya bisa sampai kapan pengusaha ini bisa bangkit. “Ini tugas kita bersama termasuk perbankan nanti sama-sama kita monitor, terutama kita bekerja sama dengan Kadin agar betul-betul bisa bangkit kembali dan bisa berusaha kembali.”

Pemerintah resmi meluncurkan program program penjaminan pemerintah kepada korporasi padat karya dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Penjaminan Pemerintah kepada Korporasi Padat Karya dilakukan melalui penyediaan fasilitas penjaminan sehingga perbankan dapat menambah eksposur kredit modal kerja kepada pelaku usaha. 

“Perbankan telah menandatangani perjanjian penjaminan terutama untuk sektor padat karya yang merupakan sektor yang banyak memperkerjakan pekerja.,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca juga: PHRI Optimistis, Ekonomi Indonesia Bisa Cepat Pulih

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, ada 15 perbankan yang akan memanfaatkan fasilitas Penjaminan Pemerintah ini, antara lain PT Bank Central Asia, Tbk; PT Bank Danamon Indonesia, Tbk; PT Bank DBS Indonesia; PT Bank HSBC Indonesia; PT Bank ICBC Indonesia; PT Bank Maybank Indonesia; serta PT Bank Resona Perdania, Tbk.

Berikutnya, Standard Chartered Bank; PT Bank UOB Indonesia; PT Bank Mandiri (Persero), Tbk; PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk; PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk; Bank DKI; dan Bank MUFG, Ltd.

Sesuai dengan PP 43/2019 dan/atau padat karya sesuai PMK 16/2020, fasilitas penjaminan kredit modal kerja korporasi ditujukan kepada pelaku usaha korporasi yang memiliki usaha berorientasi ekspor dan/atau padat karya yang memiliki minimal 300 karyawan.

Pelaku usaha korporasi yang dijamin tidak termasuk kategori BUMN dan UMKM, dan tidak termasuk dalam daftar kasus hukum dan/atau tuntutan kepailitan serta memiliki nonperforming loan lancar sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Besaran tambahan kredit modal kerja yang dijamin bernilai antara Rp 10 miliar sampai dengan Rp 1 triliun.

Baca juga: Harga Minyak Tergelincir Panasnya Hubungan AS dan China Serta Lonjakan Virus Corona

Dalam skema penjaminan kredit modal kerja korporasi, porsi penjaminan sebesar 60 persen dari kredit, namun untuk sektor-sektor prioritas porsi yang dijamin sampai dengan 80 persen dari kredit.

Pemerintah juga menanggung pembayaran imbal jasa penjaminan sebesar 100 persen atas kredit modal kerja sampai dengan Rp 300 miliar dan 50 persen untuk pinjaman dengan plafon Rp 300 miliar sampai Rp 1 triliun. Skema penjaminan direncanakan berlangsung hingga akhir 2021 dan diharapkan dapat menjamin total kredit modal kerja yang disalurkan perbankan hingga Rp 100 triliun.

PHRI Optimistis, Ekonomi Indonesia Bisa Cepat Pulih

PHRI Optimistis, Ekonomi Indonesia Bisa Cepat Pulih

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI Hariyadi Sukamdani optimistis, ekonomi Indonesia bisa kembali pulih dari dampak Covid-19.

PHRI Optimistis, Ekonomi Indonesia Bisa Cepat Pulih

secret-financial.com – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sekaligus Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI Hariyadi Sukamdani optimistis, ekonomi Indonesia bisa kembali pulih dari dampak Covid-19.

Sebab, kata dia, kepercayaan diri masyarakat Indonesia saat ini sangat tinggi. Bahkan berdasarkan hasil sebuah riset yang ia terima, menunjukkan kepercayaan diri masyarakat Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain di Asia.

“Warga Indonesia bisa saja memberikan hawa positif dan punya sikap yang lebih percaya diri. Kita bakal pulih lebih cepat lagi karena sikap orang-orang Indonesia lebih positif dan percaya diri selama pandemi virus ini,” ujarnya dalam diskusi Planet Tourism Indonesia 2020 yang diselenggarakan oleh MarkPlus secara virtual, Rabu (29/7/2020).

Baca juga: Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani: Gak Mungkin Tanpa Swasta Bangkit Kembali

Selain itu, Hariyadi juga mengatakan bahwa masyarakat di Indonesia terlihat menggebu-gebu dalam beraktivitas di tengah pandemi. Hal ini juga  bisa memunculkan dampak positif yang bisa membawa  Indonesia pulih dari bencana wabah ini.

“Jadi pesannya itu adalah, ini hal yang sangat menarik. Karena orang-orang kita sangat positif dan memang ingin melakukan aktivitas,” kata dia.

Walaupun begitu, Hariyadi juga menegaskan kepada semua masyarakat apabila tetap ingin melakukan aktivitas dan lebih produktif harus disertai dengan disiplin protokol kesehatan. Khususnya untuk kegiatan bisnis seperti usaha yang berada di sektor penginapan hotel.

Baca juga: Harga Minyak Tergelincir Panasnya Hubungan AS dan China Serta Lonjakan Virus Corona

Ia juga meminta para pelaku usaha yang berada di sektor hotel agar mau menerapkan protokol kesehatan yang berlaku sekarang.

Karena menurut dia, selain untuk mencegah penyebaran Covid-19, juga diharapkan bisa menambah kepercayaan para pelanggan yang ingin berwisata.

“Contohnya kalau di sektor hotel, banyak anggota kami yang menerima tenaga medis, menerima karantina untuk PDP dan itu risikonya tinggi. Makanya untuk memberikan kepercayaan para pengunjung protokol kesehatan Covid-19 itu harus benar-benar di terapkan,” jelas dia.

Pengajuan KPR ke Bank BTN Bisa Dari Rumah

Pengajuan KPR ke Bank BTN Bisa Dari Rumah

Perbankan tengah berlomba-lomba memberikan solusi kemudahan proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR/KPA) maupun Apartemen bagi para nasabahnya.

Pengajuan KPR ke Bank BTN Bisa Dari Rumah

secret-financial.com – Perbankan saat ini tengah berlomba-lomba memberikan solusi kemudahan bagi transaksi keuangan termasuk proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah maupun Apartemen (KPR/KPA) bagi para nasabahnya.

Salah satu diantaranya adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang menawarkan solusi kemudahan bagi sahabat keluarga Indonesia untuk mengajukan KPR, meski tengah menjalankan aktivitas kerja di kantor atau di rumah.

Layanan kredit itu yakni, KPR From Home The New Normal. Melalui program ini memungkinkan bagi calon debitur atau konsumen untuk mengajukan berkas aplikasi KPR/KPA secara online melalui Portal BTN Properti.

Baca juga: Solusi Mudah Bagi Milenial Membeli Rumah

Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) Bank BTN Suryanti Agustinar menjelaskan, perseroan terus berupaya untuk memberikan layanan prima dan menjawab kebutuhan pasar khususnya terkait fasilitas pembiayaan KPR dan KPA di kondisi pandemi seperti ini.

“Melalui KPR From Home The New Normal ini kami banyak memberikan keringanan kredit bagi nasabah. Antara lain, bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal serta bunga angsuran cukup ringan, mulai dari 3 persen fixed 1 tahun yang merupakan hasil kerjasama dengan developer pilihan,” kata Suryanti dalam keterangannya, Rabu (29/7/2020).

Menariknya, pasca pemberlakuan promo pada periode Juli – September 2020, nasabah tidak otomatis dikenakan ketentuan floating rate setelah suku bunga promo berakhir.

Melainkan, nasabah akan diberikan kepastian angsuran yang rendah selama 5 tahun ke depan dan mendapatkan tambahan keringanan dengan hanya membayar angsuran bunga saja selama 2 tahun pertama melalui fasilitas KPR/KPA Zero.

Wanita yang kerap disapa Yanti ini menuturkan, kondisi pandemi seperti ini, mendorong Bank BTN memberikan stimulus kemudahan KPR/KPA melalui simplifikasi pengajuan dokumen.

Baca juga: Kredit KPR Macet ? Ini Solusi Yang Harus Anda Pahami

“Jadi, nasabah cukup memberikan tiga dokumen di awal pengajuan sampai keluar persetujuan kredit. Sementara data mind story lainnya bisa diserahkan saat akad kredit,” jelas dia.

Selain itu, seluruh proses kredit bisa dilakukan secara online seperti pengajuan berkas melalui website www.btnproperti.co.id atau Mobile Apps BTN Properti yang dapat diunduh di play store untuk handphone android dan app store untuk handphone Iphone.

Selain pengajuan online, nasabah dapat melakukan pembayaran booking fee dan tracking posisi berkas pada aplikasi tersebut.

Kemudian, terdapat fitur 4D Tour Service pada website www.btnproperti.co.id khusus untuk proyek-proyek besutan pengembang pilihan.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani: Gak Mungkin Tanpa Swasta Bangkit Kembali

Calon pembeli bisa memilih hunian idaman dari rumah tanpa harus datang ke lokasi proyek karena dengan fitur 4D Tour Service memungkinkan untuk melihat detail unit hingga ke seluruh sudut ruangan.

“Mereka seolah-olah masuk ke dalam unit rumah atau apartemen pilihan secara fisik langsung di lokasi proyek,” tukas Yanti.

Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani: Gak Mungkin Tanpa Swasta Bangkit Kembali

Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani: Gak Mungkin Tanpa Swasta Bangkit Kembali

Pemerintah resmi meluncurkan program program penjaminan pemerintah kepada korporasi padat karya dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani: Gak Mungkin Tanpa Swasta Bangkit Kembali

secret-financial.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan program penjaminan kredit modal kerja untuk korporasi sektor padat karya diharapkan dapat menjadi katalis dalam membangkitkan kembali aktivitas ekonomi secara bertahap. “Enggak mungkin ekonomi bangkit lagi tanpa sektor swasta dan korporasi juga bangkit kembali,” ujar dia dalam konferensi video, Rabu, 29 Juli 2020.

Sri mulyani mengatakan saat ini sektor perbankan sedang dalam proses hati-hati dalam melakukan restrukturisasi. Dengan meningkatnya risiko, kata dia, perbankan juga berhati-hati dalam melakukan penyaluran, meskipun memiliki likuiditas.

Di sisi lain, perseroan pun menahan diri untuk tidak mengambil kredit modal kerja lantaran perekonomian yang belum pulih. “Kalau dua-duanya menunggu dan tidak ada katalis, maka perekonomian dapat berhenti. Mau pemerintah melakukan berbagai upaya pun tidak akan bisa, karena APBN enggak lebih dari 16 persen dari total PDB kita,” kata Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Ekonomi Mulai Membaik Sejak Juni

Untuk itu, pemerintah pun berupaya untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi secara bertahap melalui pemberian stimulus-stimulus. Sebelumnya, pemerintah telah melakukan penempatan dana Rp 30 triliun di Bank Himbara, serta Rp 11,5 triliun di Bank Pembangunan Daerah.

Sri Mulyani mengatakan nantinya pemerintah masih akan memberikan lagi penempatan dana dengan suku bunga murah. “Hal tersebut untuk meyakinkan bahwa amunisi perbankan cukup dan likuiditas ada,” ujar Sri Mulyani.

Pemerintah resmi meluncurkan program program penjaminan pemerintah kepada korporasi padat karya dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Dukungan tersebut dilakukan dengan skema penugasan kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII). Pengaturannya telah dimasukkan dalam Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020. 

Baca juga: Ada Penempatan Dana Pemerintah, BUMN: Penyaluran Kredit Membaik

“Skema penjaminan kredit modal kerja kepada korporasi akan diberikan pada kredit dengan plafon Rp 10 Miliar sampai dengan Rp 1 Triliun, dan ditargetkan menciptakan Rp 100 Triliun Kredit Modal Kerja sampai dengan 2021,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menko Perekonomian menjelaskan, dukungan ini tidak kalah penting karena korporasi pun mengalami kesulitan operasional maupun kesulitan keuangan akibat pandemi Covid-19. Terutama korporasi padat karya yang jika kesulitan beroperasi akan berdampak pada PHK. “Program ini menjadi penting sebagai daya tahan agar korporasi bisa melakukan rescheduling, bahkan bisa meningkatkan kredit modal kerja. Terutama untuk sektor padat karya yang memperkerjakan banyak tenaga kerja,” katanya.

Ada Penempatan Dana Pemerintah, BUMN: Penyaluran Kredit Membaik

Ada Penempatan Dana Pemerintah, BUMN: Penyaluran Kredit Membaik

Dalam konteks pemulihan, sudah ada penempatan dana pemerintah Rp 30 triliun di Bank Himbara, terasa sekali minat penarikan kredit baru mulai membaik

Ada Penempatan Dana Pemerintah, BUMN: Penyaluran Kredit Membaik

secret-financial.com – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan penyaluran kredit perbankan sudah mulai membaik seiring dengan adanya penempatan dana pemerintah di perbankan beberapa waktu lalu.

“Dalam konteks pemulihan, sudah ada penempatan dana pemerintah Rp 30 triliun di Bank Himbara, terasa sekali minat penarikan kredit baru mulai membaik,” ujar Kartika dalam diskusi daring, Selasa, 28 Juli 2020.

Baca juga: Rekomendasi Saham yang Diprediksi Bisa Raup Cuan di Era New Normal

Hal ini, menurut dia, dibuktikan dengan adanya penyaluran kredit yang cukup besar dari bank-bank penerima penempatan dana tersebut. “Setelah adanya penempatan dana Rp 30 triliun di akhir Juni, ini sebulan kemudian para bank sudah menyalurkan dalam skala yang cukup besar,” ujar bekas Direktur Utama Bank Mandiri itu.

Misalnya saja BRI yang sudah mengucurkan kredit sebesar Rp 21, triliun. Angka tersebut, kata Kartika, adalah sekitar dua kali lipat dari nominal dana yang ditempatkan pemerintah sebesar Rp 10 triliun.

Contoh lainnya adalah Bank Mandiri yang sudah menyalurkan hampir Rp 15 triliun dari dana yang ditempatkan sebanyak Rp 10 triliun. Adapun Bank Himbara lainnya, BTN dan BNI, masing-masing baru menyalurkan Rp 3 triliun dan Rp 6 triliun.

Baca juga: Harga Minyak Tergelincir Panasnya Hubungan AS dan China Serta Lonjakan Virus Corona

Secara keseluruhan, hingga 22 Juli 2020, Kartika mengatakan penyaluran kredit dari penempatan dana tersebut telah mencapai Rp 43,5 triliun kepada 518.797 debitur. Angka tersebut adalah 145 persen dari total dana yang ditempatkan pemerintah.

“Ini diharapkan terus berjalan sampai nanti Agustus. Kalau nanti skala leverage yang diminta Kemenkeu tercapai, kita berharap ada tambahan penempatan dana. Supaya punya peluru untuk lebih agresif salurkan kredit,” ujar Kartika.

Harga Minyak Tergelincir Panasnya Hubungan AS dan China Serta Lonjakan Virus Corona

Harga Minyak Tergelincir Panasnya Hubungan AS dan China Serta Lonjakan Virus Corona

Harga minyak melemah naik karena tekanan dari kenaikan kasus virus corona serta ketegangan panasnya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Harga Minyak Tergelincir Panasnya Hubungan AS dan China Serta Lonjakan Virus Corona

secret-financial.com – Harga minyak melemah naik karena tekanan dari kenaikan kasus virus corona serta ketegangan panasnya hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang mendorong investor menuju aset safe haven.

Mengutip Reuters, Senin (27/7) pukul 10.30 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman September 2020 di ICE Futures turun 14 sen atau 0,3%, menjadi US$ 43,20 per barel. 

Setali tiga uang, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman September 2020 juga turun 10 sen atau 0,2% ke US$ 41,19 per barel. 

Penurunan harga minyak mencerminkan langkah-langkah di pasar keuangan di kawasan Asia di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan antara China dan AS setelah penutupan konsulat di Houston dan Chengdu.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Tergelincir Usai China Minta AS Tutup Konsulat di Chengdu

Tekanan tambahan juga berasal dari kasus virus corona global yang kini sudah lebih dari 16 juta kasus. 

Walau secara harian melemah, namun harga minyak Brent berada di jalur untuk kenaikan bulanan keempat berturut-turut pada bulan Juli. Serupa WTI juga akan naik untuk bulan ketiga karena pemotongan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Organisasi Negara-negara Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal OPEC+, menopang harga. 

Produksi minyak di Negeri Paman Sam juga turun dan masih menopang pergerakan harga minyak. 

Namun, kini permintaan minyak yang sempat agak membaik kembali dikhawatirkan sulit pulih dalam waktu dekat. Mengingat sejumlah negara bagian di AS kembali melakukan penguncian yang akhirnya membatasi konsumsi terhadap emas hitam ini. 

“Pelaku pasar tampaknya gugup dalam mengambil pandangan yang kuat di pasar, dengan banyak ketidakpastian masih mengaburkan prospek ketika datang ke permintaan,” kata analis ING dalam sebuah catatan.

Baca juga: Rupiah Tak Berdaya dan ditutup Melemah ke Rp 14.610 per Dolar AS Pada Hari Ini

Investor juga mengamati dampak dari badai Hanna, yang menghantam pantai Texas pada akhir pekan, mengancam hujan lebat di Texas dan Meksiko. Produsen dan pemurnian minyak dan gas mengatakan, bahwa mereka tidak memperkirakan badai akan mempengaruhi operasi.

Rebound harga minyak dari posisi terendah yang mencapai awal tahun ini juga telah mendorong produsen top dunia untuk meningkatkan output dan ekspor lagi.

Buktinya, jumlah rig minyak AS di pekan lalu naik untuk minggu pertama sejak Maret. Data Baker Hughes menunjukkan, ada tambahan 1 rig yang dilaporkan produsen minyak AS. 

“Sementara kami percaya aktivitas rig telah mencapai titik terendah, kami tidak berharap untuk melihat pemulihan cepat dalam waktu dekat pada tingkat harga saat ini,” kata ING.

Baca juga: Dolar AS Masih Loyo, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp 14.605

Ekspor minyak Rusia dari pelabuhan baratnya akan naik 36% pada Agustus dari Juli, menurut rencana pemuatan pendahuluan dan perhitungan Reuters.

Eksportir utama dunia Arab Saudi kembali menduduki puncak daftar pemasok minyak mentah ke China pada Juni, memasok 2,16 juta barel per hari, atau hampir 17% dari rekor impor China untuk bulan itu.

Dolar AS Masih Loyo, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp 14.605

Dolar AS Masih Loyo, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp 14.605

Dolar AS terlihat melemah/masih loyo terhadap mata uang emerging markets dan mata uang utama dunia pagi ini. Terpantau rupiah menguat ke level Rp 14.605.

Dolar AS Masih Loyo, Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp 14.605

secret-financial.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini, Senin (27/7/2020) kembali menguat tipis. Terpantau rupiah menguat ke level Rp 14.605.

Mengutip Bank Indonesia (BI) kurs tengah acuan Jakarta Interbank Spot Dolar Rate/Jisdor, nilai tukar rupiah menguat 9 poin ke level Rp 14.605 dari posisi sebelumnya di level Rp 14.614.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah yang menguat ini karena masih melemahnya dolar AS.

Baca juga: Rupiah Tak Berdaya dan ditutup Melemah ke Rp 14.610 per Dolar AS Pada Hari Ini

“Dolar AS terlihat melemah/masih loyo terhadap mata uang emerging markets dan mata uang utama dunia pagi ini,” kata Aris sapaan akrabnya.

Pelemahan dolar AS ini imbas kekhawatiran atas pemulihan ekonomi di AS yang bisa terhambat karena terus meningginya kasus penularan virus Covid-19 di AS.

Selain itu, konflik antara AS-China bisa merembet ke urusan dagang kedua negara.

“Geopolitik global antara AS dan China yang saling menutup Kantor Konsulat mereka juga menjadi faktor lainnya,” ucap Aris.

Sedangkan, potensi dikeluarkannya kebijakan stimulus baru pemerintah AS senilai 1 triliun dolar AS juga turut membantu pelemahan dolar AS.

Dirinya pun memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini dikisaran Rp 14.500 – Rp 14.700.

Saham 2 Emiten Farmasi Meroket 2 Kali Lipat dalam Sepekan

Saham 2 Emiten Farmasi Meroket 2 Kali Lipat dalam Sepekan

Harga saham 2 emiten farmasi, PT Indofarma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk., melonjak lebih dari dua kali lipat hanya dalam sepekan perdagangan.

Saham 2 Emiten Farmasi Meroket 2 Kali Lipat dalam Sepekan

secret-financial.com – Harga saham 2 emiten farmasi, PT Indofarma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk., melonjak lebih dari dua kali lipat hanya dalam sepekan perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham Indofarma (INAF) mengalami kenaikan paling sepanjang perdagangan 20 Juli–24 Juli 2020 hingga 133,04 persen dan berakhir di posisi Rp 2.610 per saham dari level Rp 1.120 pada pekan sebelumnya.

Selain INAF, saham Kimia Farma meroket lebih dari dua kali lipat. Harga saham emiten bersandi KAEF tersebut tercatat melonjak 114,06 persen ke level Rp 2.740 dari Rp 1.280 per saham pekan sebelumnya.

Reli saham kedua emiten, beserta sejumlah saham emiten farmasi lainnya, tak terlepas dari kabar perkembangan vaksin Covid-19 di dalam negeri. KAEF dan INAF digadang-gadang menjadi distributor vaksin yang dibuat oleh holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero). 

Baca juga: Ini Langkah PLN Genjot Energi Ramah Lingkungan

Bio Farma tengah bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd untuk pengembangan vaksin Covid-19. Rencananya, uji klinis fase tiga akan dilakukan induk Holding BUMN Farmasi itu pada Juli 2020.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengungkapkan kerja sama pengembangan vaksin dilakukan oleh Bio Farma dan Sinovac. Bio Farma menurutnya memiliki fokus di bidang produksi vaksin.

Kami itu nantinya bertugas distribusi, jadi Bio Farma yang membuat vaksin,” ujarnya di Jakarta, 20 Juli 2020.

Arief mengungkapkan distribusi akan dilakukan emiten berkode saham INAF itu bersama anak usaha holding lainnya, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF). Selama ini, pembagian distribusi oleh keduanya dilakukan dengan besaran porsi 50:50.

Baca juga: Rekomendasi Saham yang Diprediksi Bisa Raup Cuan di Era New Normal

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar 0,07 persen atau berada di level 5.082,991, dibandingkan dengan level 5.079,585 pada pekan sebelumnya.

Sejalan dengan peningkatan indeks, nilai kapitalisasi pasar bursa juga mengalami peningkatan sebesar 0,09 persen menjadi Rp 5.890,664 triliun, dari Rp 5.885,438 pada pekan lalu.

Dalam sepekan terakhir, volume transaksi harian di bursa naik 23,56 persen menjadi 10,52 miliar unit saham, dibandingkan dengan pekan lalu sebanyak 8,52 miliar unit saham.

Ini Langkah PLN Genjot Energi Ramah Lingkungan

Ini Langkah PLN Genjot Energi Ramah Lingkungan

PT PLN terus genjot energi rendah karbon yang ramah lingkungan, khususnya dengan memanfaatkan energi baru terbarukan dalam penyediaan energi listrik.

Ini Langkah PLN Genjot Energi Ramah Lingkungan

secret-financial.com – PT PLN (Persero) terus genjot penggunaan energi rendah karbon yang ramah lingkungan, khususnya dengan memanfaatkan energi baru terbarukan dalam penyediaan energi listrik. 

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, pihaknya memiliki beberapa strategi untuk mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT), yaitu dengan co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang telah beroperasi dan program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biomassa.

Kemudian, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang sudah ada untuk membangkitkan listrik.

Baca juga: Rekomendasi Saham yang Diprediksi Bisa Raup Cuan di Era New Normal

“Kita berinovasi dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada guna meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/7/2020).

Lebih lanjut, Zulkifili menjelaskan, pelaksanaan co-firing juga dikembangkan oleh PLN di beberapa PLTU, seperti PLTU Paiton berkapasitas 2 kali 400 MW menggunakan olahan serbuk kayu, PLTU Ketapang berkapasitas 2 kali 10 MW dan PLTU Tembilahan berkapasitas 2 kali 7 MW menggunakan olahan cangkang sawit.

Co-firing dilakukan dengan mencampurkan olahan sebesar 5 persen dari total kebutuhan bahan bakar.

Lalu, untuk konversi dari PLTD ke PLT Biomassa, PLN mencatat terdapat 1,3 Gigawatt PLTD yang dapat dikonversi menjadi PLT Biomassa.

Selain itu, Zulkifli mendorong pembangunan PLTS Terapung berkapasitas besar dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang ada di Indonesia.

Baca juga: Solusi Mudah Bagi Milenial Membeli Rumah

“Kami berhasil mendapatkan tarif EBT yang murah yaitu sebesar 5,8 cUSD/kWh. Ke depan kami akan mendorong pembangkit seperti ini dan pastinya dengan harga yang lebih murah,” tuturnya.

Saat ini, PLN juga tengah mengembangkan Renewable Certificate Energy (REC). REC akan ditawarkan kepada pelanggan yang memiliki komitmen penggunaan EBT dimana setiap penggunaan 1 MWH EBT akan mendapatkan 1 unit REC.

Selain penyediaan listrik melalui pembangkit EBT, PLN juga menyiapkan infrastruktur untuk mendukung kehadiran kendaraan listrik, PLN telah melakukan inovasi menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listirik Umum (SPKLU).

 “Pengembangan Energi Baru Terbarukan bukan semata pemenuhan target pemerintah, tetapi dilakukan sebagai tanggung jawab PLN untuk generasi mendatang. Power Beyond Generations,” ucap Zulkifli.

Solusi Mudah Bagi Milenial Membeli Rumah

Solusi Mudah Bagi Milenial Membeli Rumah

Milenial juga perlu mengurangi pola konsumsi yang tidak penting dan mengalihkannya untuk ditabung secara rutin serta milenial harus membeli rumah sendiri.

Solusi Mudah Bagi Milenial Membeli Rumah

secret-financial.com – Kalangan milenial masih kesulitan mendapatkan hunian yang nyaman. Kenyataan itu dipahami oleh Diamondland.

Pengembang nasional itu pun menyasar kalangan milenial dengan mendorong pemasaran cluster Neo Cyprus. Hunian yang berlokasi di Jalan Raya Bogor Km 39, Depok, Jawa Barat, ini dikembangkan dengan konsep praktis dan efisien.

“Kita bangun dengan mengutamakan kemudahan dan kenyamanan,” ujar Deputy Direktur Sales & Marketing PT Diamondland Citra Propertindo Tony Hartono, saat menggelar zoom gathering, Sabtu (25/7). Zoom gathering bertema ‘KPR Mudah untuk Millenial’ini didukung Bank BRI.

Baca juga:

Hunian cluster Neo Cyprus memiliki ceiling mencapai 5,5 meter yang didisain dengan mengedepakan efisiensi dan pemanfaatan ruang sesuai kebutuhan milenial. Ini merupakan cluster terbaru dari D’Marco Residence, yang sudah terbentuk lingkungannya.

Tony melihat saat ini kalangan milenial masih sulit memiliki rumah. Ada beberapa alasan yang menjadi penyebab diantaranya pengeluaran untuk kebutuhan konsumsi milenial yang tinggi. Sementara, kenaikan harga properti jauh melebihi pendapatan milenial.

Di tambah lagi, ujar Tony, suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tinggi dan adanya cara berpikir di kalangan milenial yang menganggap rumah bukan kebutuhan pokok. “Milenial lebih pilih jalan-jalan. Ketika berkeluarga baru deh mulai berpikir punya rumah dan sementara tinggal di rumah orang tua,” katanya.

Untuk memudahkan milenial menjangkau hunian yang nyaman, Tony mengatakan, pengembang menawarkan down payment (DP) rumah yang murah. Bahkan bila memungkinkan tanpa DP. Ditambah, harga rumah yang terjangkau dengan bunga KPR rendah. “Milenial juga perlu mengurangi pola konsumsi yang tidak terlalu penting dan mengalihkannya untuk ditabung secara rutin serta milenial harus membeli rumah sendiri,” kata dia menjelaskan.

Senior Property Consultan Hilda Merry mengatakan D’Marco Residence yang sedang dikembankan Diamondland memiliki sejumlah keunggulan. Lokasinya dikelilingi penunjang gaya hidup seperti mal, rumah sakit, dan sarana pendidikan.

Baca juga: Rekomendasi Saham yang Diprediksi Bisa Raup Cuan di Era New Normal

Potensi sewanya juga dinilai tinggi karena di sekitarnya terdapat perkantoran. “Tak ada risiko pembangunan tidak berlanjut karena kawasan sudah berpenghuni,” ujarnya.

Diamondland menggandeng Bank BRI untuk fasilitas KPR. Relationship Manager BRI Kantor Cabang Pancoran Dwi Cahyo mengatakan suku bunga KPR yang ditawarkan BRI sangat rendah. Misalnya, bank BUMN itu berani menawarkan bunga tetap (fix) 7,15 persen selama setahun atau bunga fix 8,75 persen selama 5 tahun.

BRI bisa memberikan KPR hingga jangka waktu maksimal 20 tahun. “KPR dibuat khusus untuk mengakomodir milenial. Kita beri bunga yang kompetitif dan terbaik buat konsumen,” kata Dwi.

Khusus saat Zoom Gathering, harga cluster Neo Cyprus dibuka mulai Rp 399 jutaan. Khusus konsumen yang melakukan booking saat acara mendapat promo spesial, yaitu cukup membayar booking fee Rp 4 juta rupiah dan free biaya BPHTB dan KPR senilai Rp 30 juta. Bayar booking fee 4 juta juga sudah bisa langsung akad.

Rekomendasi Saham yang Diprediksi Bisa Raup Cuan di Era New Normal

Rekomendasi Saham yang Diprediksi Bisa Raup Cuan di Era New Normal

Kini IHSG mulai merangkak naik di level psikologis 5.100. Hal ini merupakan sinyal bahwa saham market mulai confidence dengan era new normal.

Rekomendasi Saham yang Diprediksi Bisa Raup Cuan di Era New Normal

secret-financial.com – Pandemi COVID-19 memberikan tekanan bagi hampir semua sektor, tidak terkecuali pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sempat anjlok di bawah level 4.000. Namun seiring dengan dibukanya kembali aktivitas ekonomi, kini IHSG mulai merangkak naik di level psikologis 5.100. Hal ini merupakan sinyal bahwa saham market mulai confidence dengan era new normal.

Untuk itu kondisi ini juga bisa dimanfaatkan bagi para investor yang ingin masuk ke pasar modal alias berinvestasi saham. Bahkan menurut Direktur Riset Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah masuk ke pasar modal saat ini sudah terhitung terlambat, karena IHSG sudah berhasil rebound dari titik terendahnya.

“Sebenarnya sudah agak terlambat untuk masuk ke pasar saham. Tapi lebih baik terlambat daripada benar-benar kehilangan kesempatan mendapatkan cuan. Yang terbaik memang masuk ke pasar saham adalah ketika IHSG jatuh ke titik terdalam,” ungkap Piter.

Baca juga: Simak Ini, Rekomendasi Untuk Saham ASII

Namun ketika IHSG sedang anjlok, akan banyak investor yang khawatir bahkan memilih hengkang dari pasar modal. Hal ini menurut Piter merupakan kondisi wajar karena beberapa investor merasa ketakutan IHSG akan jatuh lebih dalam lagi.

Untuk itu, agar tidak ikut panik, maka investor harus paham soal faktor penyebab jatuhnya IHSG. Seperti yang terjadi saat ini, IHSG jatuh karena adanya pandemi. Artinya jika pandemi berakhir, maka IHSG dan perekonomian global punya kesempatan besar untuk rebound.

“Kita tentu punya keyakinan bahwa wabah cepat atau lambat akan berlalu, vaksin akan ditemukan. Ketika wabah berlalu, dipastikan ekonomi akan pulih dan IHSG serta harga-harga saham bluechips akan melesat bahkan bisa melebih titik tertingginya,” ujarnya.

Artinya menurut Piter, pasar saham masih menjanjikan keuntungan. Beberapa saham masih terlihat murah dan mempunyai peluang besar akan kembali ke harga tertingginya ketika wabah berlalu.

“Ketika itu terjadi kita yang tidak berani berinvestasi di saham hanya akan menjadi penonton mereka panen raya,” ujarnya.

Baca juga: IHSG Berpotensi Terkoreksi, Ini Pilihan Saham untuk Trading

Namun untuk investor yang berani berinvestasi saat pandemi seperti sekarang ini, Piter menyarankan agar menabung saham menggunakan dana nganggur (idle money) sehingga tidak mengganggu cash flow sehari-hari.

“Syaratnya memang kita harus memainkan dana yang benar-benar idle. Bisa kita investasikan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, ada beberapa saham yang ternyata resisten terhadap dampak pandemi COVID-19.

“Ketika melihat laporan keuangannya, analisis fundamentalnya dan korelasinya dengan makro ekonomi, ternyata ada saham-saham yang performanya relatif masih oke di tengah pandemi COVID-19,” ujarnya.

Adapun sektor-sektor yang menjadi primadona dalam kondisi saat ini adalah sektor yang berkaitan dengan digital, internet dan hosting, informasi dan komunikasi serta makanan dan minuman.

Baca juga: Rupiah Tak Berdaya dan ditutup Melemah ke Rp 14.610 per Dolar AS Pada Hari Ini

“Meskipun ada kontraksi dari beberapa retail yang menjual makanan dan minuman, tetapi orang cenderung membutuhkan makanan dan minuman karena di Indonesia ini ada lebih dari 260 juta penduduk dan kelas produktifnya cukup banyak. Prospeknya masih cukup bagus,” ujarnya.

Sektor kesehatan pun menurut Bhima juga bisa jadi pilihan. Satu hal yang cukup menarik terkait ini, tren positif dari bisnis sektor kesehatan ternyata juga terjadi hingga ke sektor turunannya yaitu olahraga. Terbukti kini penjualan sepeda dan aksesoris sepeda sedang naik daun.

Sedangkan untuk pasca pandemi, Bhima memprediksi sektor yang akan booming adalah sektor otomotif dan elektronik ramah lingkungan seperti mobil listrik ataupun kompor induksi. Di masa depan, elektronik dan mobil listrik akan membutuhkan baterai dalam jumlah yang cukup besar. Salah satu bahan baku baterai mobil listrik adalah nikel.

“Karena itu, kebutuhan energi ke depan ini bukan hanya oil, tetapi juga baterai. Khusus nikel, akan menjadi industri yang booming pasca pandemi,” tandasnya.