fbpx
Airlangga Hartarto Gandeng UI dan UPH untuk Persiapan KTT G20

Airlangga Hartarto Gandeng UI dan UPH untuk Persiapan KTT G20

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto gandeng/menjalin kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pelita Harapan (UPH).
Airlangga Hartarto Gandeng UI dan UPH untuk Persiapan KTT G20

Secret-financial — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto gandeng/menjalin kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pelita Harapan (UPH). Kerja sama ini bagian dari persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 pada 2022.

Kerja sama ini untuk meningkatkan hubungan kelembagaan, khususnya dalam persiapan presidency G20,” Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono dalam acara penandatanganan kerja sama di Gedung Kemenko Perekonomian pada Senin, 7 Juni 2021.

Sebelumnya, kata Susi, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia. Airlangga pun ditunjuk Jokowi menjadi Ketua I Sherpa Track G20.

Baca juga:
Restrukturisasi Jiwasraya Bakal Menekan Pamor Industri AsuransiKejagung Kembali Sita Aset Tersangka Kasus Korupsi Asabri

Lalu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebagai Ketua II dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar sebagai Wakil Ketua. Lalu dalam beleid ini, tim panitia juga bisa menjalin kerja sama dengan pihak lain untuk persiapan acara.

Sehingga, kerja sama pun dilakukan dengan UI dan UPH pada hari ini. Menurut Susiwijono, ada sejumlah ruang lingkup kerja sama yang dilakukan dengan kedua perguruan tinggi ini.

Pertama, pendirian pusat studi, riset, dan kajian. Kedua, penyediaan ahli dan pakar dalam pelaksanaan presidency G20. Ketiga, program magang bagi mahasiswa yang akan membantu pelaksanaan presidency G20.

Kerja sama keempat yang diupayakan dalam penyelenggaraan KTT G20 ini adalah mentorship, kuliah umum, sampai bantuan fasilitas untuk kegiatan penelitian. “Serta berbagai program lain dii bidang akademik, inovasi, dan pengabdian masyarakat,” kata Susiwijono.

Tinggalkan Balasan