fbpx
Aturan Fintech Yang Dikeluarkan OJK

Aturan Fintech Yang Dikeluarkan OJK

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Tak ada yang bisa memungkiri kalau kian kemari masyarakat sangat dimanjakan oleh kemajuan teknologi. Misalnya saja, kondisi sekarang ini yang serba online mulai dari belanja, bayar tagihan air dan listrik hingga pinjaman dana di financial technology (fintech) yang merupakan sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan. Tapi ada aturan fintech yang dikeluarkan OJK.

Perlu dicatat bahwa dasar hukum pinjaman online sudah ada, yaitu POJK 77. Peraturan OJK yang mengatur pasal pinjaman online prosedur pinjaman online, apa kategori pinjaman online ilegal termasuk sanksi OJK terhadap pinjaman online. Adanya POJK 77 dari OJK menjadi dasar hukum kredit online di Indonesia.

Tak ada yang bisa memungkiri kalau kian kemari masyarakat sangat dimanjakan oleh kemajuan teknologi tapi ada aturan fintech yang dikeluarkan OJK.
Baca juga : Stop Bayar Pinjaman Online

Namun, hadirnya Fintech menimbulkan pertanyaan juga soal bagaimana penagihan pinjaman online. Sebuah keniscayaan dalam pinjam meminjam bahwa nasabah pinjaman online akan tidak dibayar sehingga perlu dilakukan aktivitas collection atau penagihan.

Aturan fintech yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu :
  • Pihak penyelenggara fintech p2p lending wajib memberikan pijaman dengan bunga hanya 0,8% setiap harinya.
  • Denda yang telah diakumulasi sebesar 100% dari jumlah pinjaman keseluruhan.
  • Penyelenggara fintech juga memberikan waktu selama 90 hari untuk pelunasan dari batas terakhir bayar tagihan.

Perusahaan fintech manakah yang ingin merugi karena ada nasabah yang tidak membayar utangnya. Untuk itu, jangan heran bila bagian desk collection dari pihak penyelenggara fintech tempat Anda mengajukan pinjaman akan terus menerus menghubungi via telepon hingga tagihan dibayar.

Saat gagal bayar terjadi, beberapa aplikasi pinjaman online melakukan penagihan dengan cara kurang mengenakkan. “Mereka menelpon teman si peminjam untuk dimintai tolong mengingatkan pembayaran utang.

Ketika tagihan utang tidak bisa lagi terbayarkan, denda dan bunga akan tetap terus berjalan. Belum lagi setiap harinya pihak penyelenggara menghubungi Anda untuk mengingatkan membayar utang. Situasi seperti ini tentunya hidup tidak bisa nyaman lagi.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghapus data dari internet. Walau rasanya sulit untuk menghapus seluruhnya, tapi beberapa cara ini patut dicoba!

  1. Non-Aktifkan social media
  2. Hapus data setelah belanja
  3. Minta bantuan layanan pengumpulan data

One Comment

Tinggalkan Balasan