oleh

Bank-bank Ini Mulai Tagih Biaya Pemulihan Ekonomi Nasional ke Pemerintah

Satu demi satu, pemerintah mendapat tagihan pembayaran biaya program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi virus corona.

Bank-bank Ini Mulai Tagih Biaya Pemulihan Ekonomi Nasional ke Pemerintah

secret-financial.com – Satu demi satu, pemerintah mendapat tagihan pembayaran biaya program pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi virus corona. Terbaru, perbankan mulai menagih subsidi bunga yang ditanggung pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

Sejak awal bulan Kemkeu telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan 65/2020 tentang cara penagihan subsidi bunga dalam rangka pemulihan ekonomi nasional . Pun pekan lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku sudah mulai menyiapkan infrastruktur via Sistem Layanan Informasi Kredit (SLIK) guna mendukung penagihan subsidi bunga untuk pemulihan ekonomi nasional.

SLIK yang menyediakan data debitur dapat menjadi sumber buat pemerintah memverifikasi tagihan-tagihan subsidi bunga untuk pemulihan ekonomi nasionalyang diajukan oleh perbankan.

Baca juga: Dialog UNPAD, Menko Airlangga: Kekompakan ASEAN Jadi Kunci Keluar Dari Krisis

Adapun jika mengacu paparan Direktur Utama BRI Sunarso pertengahan Mei lalu, dengan potensi restrukturisasi kredit terimbas pandemi Rp 337,76 triliun, bank terbesar di tanah air ini setidaknya dapat merndapat subsidi bunga program pemulihan ekonomi nasional hingga Rp 5,86 triliun

Adapun EVP Secretariat and Corporate Communication PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Hera F. Haryn mengaku saat ini masih menyusun tagihan terkait. “Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intens dengan pemerintah dan regulator perbankan terkait ketentuan subsidi bunga ini,” katanya

Hingga akhir Mei Bank BCA telah menerima pengajuan restrukturisasi kredit Rp. 92,11 triliun yang berasal dari 92.771 debitur di program pemulihan ekonomi nasional. Nilai permohonan tersebut setara 15,46% baki debet perseroan

Baca juga: Utang BUMN Meningkat, Bank Dunia Minta ini ke Pemerintah

Adapun perinciannya, ada Rp 47,48 triliun dari 139 debitur korporasi yag mengajukan restrukturisasi, kemudian 395 debitur segmen menengah senilai Rp 16,44 triliun, 1.305 debitur segmen kecil senilai Rp 2,48 triliun, dan 90.932 debitur konsumer senilai Rp 25,69 triliun.

Meski demikian tagihan baru berasal dari kredit usaha rakyat (KUR). Pemerintah mengalokasikan dana Rp 35,28 triliun sebagai subsidi bunga dalam program biaya pemulihan ekonomi nasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed