oleh

Begini Strategi Kemenkeu Untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi Sampai Tahun 2024

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Keuangan Tahun 2020-2024 menyebutkan memperkuat Ketahanan Ekonomi

Begini Strategi Kemenkeu Untuk Memperkuat Ketahanan Ekonomi Sampai Tahun 2024

secret-financial.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Keuangan Tahun 2020-2024 menyebutkan, ada tujuh agenda pembangunan yang akan dicapai sampai dengan tahun 2024 mendatang.

Salah satu agenda pembangunan di dalam Renstra ini adalah ‘ Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan’. Di dalam mendukung arah kebijakan pembangunan nasional tersebut. Pemerintah akan melancarkan lima agenda.

Baca juga: Status RI Naik Jadi Negara Menengah Atas, Kemenkeu: Ini Bukti Ketahanan Ekonomi Kita

Pertama, pemenuhan kebutuhan energi dengan mengutamakan peningkatan energi baru terbarukan (EBT). Kebijakan ini akan dilaksanakan melalui strategi pengembangan potensi energi terbarukan, serta didukung dengan pemberian insentif fiskal terhadap industri energi baru terbarukan.

“Kedua, melakukan penguatan kewirausahaan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi,” sebagaimana dikutip dalam dokumen Renstra Kemenkeu, Senin (6/7).

Ketiga, melakukan peningkatan nilai tambah, lapangan kerja, dan investasi di sektor riil, dan industrialisasi. Langkah ini akan dilaksanakan dengan strategi memperbaiki iklim usaha dan meningkatkan investasi, khususnya melalui fasilitasi kemudahan usaha dan investasi.

Baca juga: Ada Potensi 119 Perusahaan Relokasi dari China, Jokowi: Jangan Kalah dari Negara Lain

Keempat, melakukan peningkatan ekspor bernilai tambah tinggi dan penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Upaya ini dilaksanakan dengan strategi meningkatkan efektivitas Preferential Trade Agreement (PTA)/Free Trade Agreement (FTA)/ Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), dan diplomasi ekonomi.

Kelima, melakukan penguatan pilar pertumbuhan dan daya saing ekonomi. Agenda ini akan dilaksanakan dengan meningkatkan sistem logistik dan stabilitas harga, serta melakukan reformasi fiskal.

Baca juga: Menristek: Teknologi Penting Dalam Ekonomi Minim Kontak Saat Pandemi Covid-19

“Implementasi arah kebijakan ini, akan dilaksanakan oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), dan Lembaga National Single Window (LNSW),” papar Kemenkeu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed