oleh

Bertambah 130, Corona di RI Jadi 1.285 Kasus Positif

Bertambah 130, Corona di RI Jadi 1.285 Kasus Positif

Virus Corona di RI terkonfirmasi data positif bertambah 130 kasus, sehingga total jadi 1.285 kasus positif, pasien sembuhl jadi 64 orang.

SECRET-FINANCIAL.COM – Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, kembali merilis data terbaru terkait positif virus corona terbaru di Indonesia.

Dari 6500 spesimen terkait pemeriksaan virus corona di RI, pada Minggu (29/03/2020), terkonfirmasi data positif bertambah 130 kasus, sehingga total jadi 1.285 kasus positif, pasien sembuh tambah 5 orang, total jadi 64 orang.

Kemudian dilaporkan kasus kematian orang, total 114 orang.

Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 130 dari sebelumnya.

Kini, telah ada 64 pasien yang telah sembuh setelah menjalani perawatan.

Angka kasus virus corona atau Covid-19 di wilayah DKI Jakarta menunjukan peningkatan, Minggu (29/3/2020).

Berdasarkan data resmi dari Pemprov DKI, hingga hari ini pukul 08.00 WIB, tercatat ada 647 kasus pasien positif virus corona atau Covid-19 di Jakarta.

Baca juga : Tips Agar Bisnis Tetap Produktif di Tengah Wabah Virus Corona

“Oleh karena itu mari sadari betul penambahan kasus positif ini sekali lagi masih menggambarkan di lingkungan masyarakat masih ada kasus positif yang belum isolasi,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, Minggu (29/3).

Jumlah korban positif corona naik signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu (28/3), pasien terkonfirmasi positif mencapai 1.155 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 102 orang, dengan jumlah yang sembuh 59 orang.

Pemerintah telah berulang kali mengampanyekan social distancing serta mengimbau masyarakat agar beraktivitas, belajar dan bekerja dari rumah. Namun demikian, pemerintah mengakui banyak hal mengenai kedisiplinan warga yang perlu ditingkatkan.

“Penularannya rentan pada orang-orang yang masih berkeliaran di luar rumah, padahal sudah disuruh diam di rumah,” ujar Yurianto sehari sebelumnya.

Penyakit ini dari percikan ludah yang kecil, kita mengenalnya dengan droplet, misalnya pada saat ia bersin, atau batuk.

Jika ada orang sehat di sekitarnya kurang dari jarak 1 meter, maka droplet tersebut bisa tersebar dari orang sakit.

Masyarakat diminta sering mencuci tangan dengan sabun.

“Kita lindungi yang sakit, jangan di diskriminasi, di stigmasisasi, tapi lindungi agar bisa isolasi diri, bukan untuk dikucilkan” ujar Achmad yuri

Inilah kunci keberhasilan mengendalikan penyakit ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed