oleh

BPK Ungkap Alasan Uang APBN Rp 48,12 M Masuk Rekening Pribadi Kemenhan

Badan Pemeriksa Keuangan menemukan terdapat pengelolaan dana uang APBN 2019 masuk melalui sejumlah rekening pribadi di lima kementerian/lembaga

BPK Ungkap Alasan Uang APBN Rp 48,12 M Masuk Rekening Pribadi Kemenhan

secret-financial.com – Badan Pemeriksa Keuangan menemukan terdapat pengelolaan dana uang APBN 2019 masuk melalui sejumlah rekening pribadi di lima kementerian/lembaga sebesar Rp 71,78 miliar. Temuan terbesar berasal dari Kementerian Pertahanan yang mencapai Rp 48,12 miliar.

Anggota I BPK Hendra Susanto menjelaskan penggunaan rekening pribadi di lingkungan Kemenhan untuk mengatasi pertahanan di luar negeri. “Jadi ini memang karena terpaksa menggunakan rekening pribadi,” ujar Hendra dalam konferensi virtual, Selasa (21/7).

Proses pelaporan pengelolaan APBN kepada Kementerian Keuangan memerlukan waktu yang lama karena prosesnya yang panjang. Sementara, kegiatan pertahanan di luar negeri harus segera berjalan saat itu juga. Oleh karena itu, penggunaan dana APBN salah satu kegiatan kementerian yang dipimpin Prabowo Subianto tersebut terpaksa menggunakan rekening pribadi.

Baca juga: Sri Mulyani Sebut Ekonomi Mulai Membaik Sejak Juni

“Jadi memang ini masalah administrasinya saja,” kata dia.

Namun, Hendra mengungkapkan bahwa Kemenhan telah melaporkan realisasi penggunaan dana tersebut. Bahkan, sisa uangnya sudah dikembalikan dan tidak disalahgunakan.

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan adanya risiko penyalahgunaan dana APBN jika hal tersebut terulang. Kemenhan dan Kemenkeu pun diminta untuk duduk bersama membicarakan hal tersebut.

Ketua BPK Agung menyebut temuan di Kemenhan berupa rekening bank yang belum dilaporkan dan atau belum mendapat izin Menteri Keuangan. “Hasil pemeriksaan menunjukkan ada 62 rekening bank di Kemenhan yang belum dilaporkan atau belum mendapat izin Menteri Keuangan,” kata Agung dalam kesempatan yang sama.

Selain Kemenhan, Agung mengungkapkan terdapat pula temuan yang sama pada Kementerian Agama, Badan Pengawas Pemilu , Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir.

Baca juga: Kemenhub Kembalikan Rp 94,41 Miliar ke Kas Negara

Di Kemenag, terdapat temuan pengelolaan dana APBN 2019 melalui rekening pribadi sebesar Rp 27,71 miliar. Dana tersebut berupa sisa uang tunai kegiatan per 31 Desember 2019 pada rekening pribadi dan/atau tunai dalam kelolaan pribadi pada 13 satuan kerja sebesar Rp 4,96 miliar.

Kemudian, berupa dana kelolaan disimpan tunai dan/atau pada rekening pribadi maupun rekening yang tidak terdaftar di KPPN pada 12 satker sebesar Rp 5,42 miliar, dan pemindahbukuan ke rekening pribadi pada 15 satker sebesar Rp 10,34 miliar.

Sementara temuan di Bawaslu berupa pengembalian sisa belanja langsung dan tambahan uang persediaan ( pada Bawaslu kabupaten/kota di provinsi Lampung Rp 2,93 miliar yang tidak disetorkan ke rekening Bawaslu provinsi tetapi ke rekening pribadi. “Ini katanya rekening hanya dipinjam untuk penampungan sementara dan setelah kami periksa memang benar,” ujar Agung.

Selanjutnya, temuan di KLHK berupa uang negara atas hasil lelang sitaan kayu ilegal tahun 2003 yang masih disimpan dalam rekening penampungan hasil lelang kayu sitaan atas nama pribadi pensiunan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur dan bendahara penerimaan periode Tahun 2012-2013.

Baca juga: Defisit APBN Melebar, Rasio Utang diramal Membengkak Jadi 38,1% dari PDB di 2021

Terakhir, temuan di Bapeten berupa penggunaan rekening pribadi oleh koordinator kegiatan dalam mengelola uang kegiatan dan jangka waktu pertanggungjawaban dana belanja langsung yang belum di tetapkan. Sehingga, pengembalian sisa belanja melewati tahun.

Meski terdapat temuan terkait penggunaan rekening pribadi tersebut, BPK tetap memberikan opini wahar tanpa pengecualian atau WTP. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed