oleh

Bulog Tidak Bisa Membayar Hutang Rp28 Triliun

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Perum Bulog menyebut akan menjual beras ke karyawan-karyawan di bank BUMN, yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Hal itu untuk mengatasi utangnya sebanyak Rp28 triliun hingga September 2019.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengatakan bahwa Bulog telah menjual 25.000 paket beras untuk BNI. Satu paket beras Bulog tersebut berisi 5 kilogram (kg) beras premium, dan 2 kg beras merah.

“Jadi, kita tidak bicara menutupi utang. Tapi kita punya utang dan ini solusi bagaimana kita mengatasi itu. Oleh karena itu tidak boleh menyalahkan utang, tidak. Ini salah satu solusi,” ujar dia.

Dia menjelaskan, Bulog merupakan perusahaan yang memperoleh pendapatannya sebesar 80% dari penugasan pemerintah dan 20% dari kegiatan komersial. Di mana, untuk memperkuat keuangan perusahaan, Bulog akan memperlebar kegiatan komersial menjadi 50%.

“Sekarang kita bicara komersial. Nantinya komersial dan penugasan ini 50%-50%. Siapa tahu nanti bisa 80% komersial, 20% penugasan. Berarti kita lebih kuat,” ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Komersial Bulog Mansur menyatakan, harga paket yang dijual Bulog kepada BNI senilai Rp150.000 per paket. Maka itu, dalam dua bulan ini Bulog telah menjual 50.000 paket senilai Rp7,5 miliar.

“Untuk nilainya Rp150.000, itu per bulan. Nanti setelah ini yang memesan orang-orang BRI, kalau BNI sudah,” pungkas dia.

Kemenkeu sudah mengeluarkan aturan dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan Nomor 88 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penyediaan, Pencairan, dan Pertanggungjawaban Dana Cadangan Beras Pemerintah.

“Namun perlu Permensos agar dana yang sudah dikeluarkan Bulog bisa diganti. Apabila dibiarkan terus seperti itu, dia menilai malah menjadi temuan BPK,” pungkas dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed