oleh

Cara Penagihan dan Teror Debt Collector Pinjaman Online

Gara-gara telat bayar utang pinjaman online
Baca juga: Teror Debt Collector

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Gara-gara telat bayar utang pinjaman online, Kartini dikejar-kejar debt collector. Bukan cuma menagih melalui telepon, debt collector pinjaman online ini juga mendatangi kantor Kartini. Alhasil, rekan kerja dan atasan Kartini jadi tahu dan juga merasa terganggu. 

Dampaknya, Kartini bukan cuma harus menanggung malu, tapi juga terancam dikeluarkan dari perusahaan. Padahal, Kartini hanya telat membayar angsuran satu hari. Ada 1.100 peminjam yang merasa dirugikan akibat cara penagihan para debt collector. Mulai dari mendapat ancaman hingga menerima pelecehan seksual. 

Tentu saja debt collector tak bisa menagih utang dengan sesuka hati. Asosiasi Fintech Indonesia Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) telah mengatur pinjaman online, termasuk bagaimana cara menagih utang pinjaman yang benar. Sebagai informasi, AFPI adalah organisasi resmi yang mewadahi pelaku usaha layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi di Indonesia dan ditunjuk langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai pihak ketiga, debt collector dari penyelenggara pinjaman baru boleh melakukan penagihan jika batas keterlambatan pembayaran sudah lebih dari 90 hari dari tanggal jatuh tempo pinjaman.

Artinya, jika keterlambatan bayar kurang dari 90 hari, debitur harus membayar denda keterlambatan, namun debt collector belum boleh turun tangan. 

Baca juga: Atasi Kekeringan Likuiditas, OJK Bentuk Bank Perantara Untuk Channeling Pinjaman

Penagihan utang tidak boleh dilakukan menggunakan tindakan intimidasi, kekerasan fisik dan mental, serta cara-cara lain yang menyinggung SARA atau merendahkan harkat, martabat, serta harga diri debitur, baik secara langsung maupun di dunia maya. 

Penyedia pinjaman maupun debt collector juga dilarang menyalahgunakan data pribadi debitur, seperti menyebarkan foto atau meneror daftar kontak debitur. 

Setiap perusahaan fintech pun wajib menyampaikan prosedur penyelesaian dan penagihan utang jika terjadi gagal bayar, kepada penerima pinjaman. Termasuk langkah-langkah yang akan ditempuh oleh pemberi pinjaman, seperti pemberian surat peringatan hingga perihal kunjungan dari tim penagihan.

Debt collector identik dengan pria berbadan besar yang bisa bikin nyali ciut. Tapi, penyedia jasa fintech yang legal tidak boleh sembarangan merekrut jasa penagih utang ini. 

Setiap penyelenggara layanan pinjaman online dilarang menggunakan jasa debt collector yang tergolong ke dalam daftar hitam otoritas dan atau dari asosiasi. Bahkan, debt collector hanya boleh direkrut jika sudah memiliki sertifikasi profesi. 

Dalam sertifikasi tersebut, debt collector akan dibekali pemahaman mengenai cara penagihan utang yang benar sesuai hukum, termasuk mengenai pelanggaran penyalahgunaan data pribadi debitur. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed