fbpx
Gelar IPO, Modal PT Ulima Nitra Meningkat Rp 74,5 Miliar

Gelar IPO, Modal PT Ulima Nitra Meningkat Rp 74,5 Miliar

PT Ulima Nitra Tbk pada hari ini resmi mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan saham UNIQ.

Secret-financial — PT Ulima Nitra Tbk pada hari ini resmi mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan saham UNIQ. Pencatatan ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan perseroan dalam melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sejumlah 300 juta lembar saham baru atau setara dengan 9,56 persen dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan setelah IPO.

Saham baru tersebut ditawarkan pada harga Rp 118 per saham sehingga keseluruhan dana IPO yang terkumpul adalah sebesar Rp 35,4 miliar. “Pada IPO ini, perseroan juga menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi perjanjian utang dengan Opsi Konversi senilai Rp 40 miliar yang dilaksanakan pada tanggal penjatahan,” kata Direktur Utama PT Ulima Nitra Tbk Burhan Tjokro dalam keterangan tertulis.

Nilai itu seluruhnya setara dengan 10,80 persen dari seluruh total modal disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham dan konversi utang konversi. “Sehingga total peningkatan modal yang terkumpul adalah sebesar Rp 74,5 miliar,” ujarnya.

Baca juga: Jadwal Operasional BI Pasca Perubahan Cuti Bersama 2021

Selain itu, perseroan juga memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memiliki saham dalam program Employee Stock Allocation(ESA). Burhan mengatakan program ESA bertujuan untuk memberikan insentif dan meningkatkan rasa memiliki karyawan terhadap Perseroan serta memotivasi karyawan untuk bekerja lebih giat dalam mendukung operasional dan ekspansi perusahaan.

Dia menyatakan rasa syukur sebesar-besarnya, bahwa terlepas dari kondisi global maupun dalam negeri yang sedang mengalami tekanan akibat ancaman virus Covid-19, proses bookbuilding dan penawaran umum telah berjalan dengan lancar. Selain itu, kata dia, tingginya antusiasme masyarakat terhadap IPO Perseroan tersebut menunjukkan kepercayaan dan harapan masyarakat yang tinggi terhadap pasar modal pada umumnya dan secara khusus pada prospek usaha Perseroan.

Baca juga: Derita Korban Investasi Jabon: Terjerat Utang hingga Gagal Naik Haji

Direktur Bisnis PT Ulima Nitra Tbk Ulung Wijaya menambahkan bahwa perseroan bangga menjadi perusahaan pertama yang sukses dan berhasil menjalankan sistem bookbuilding dan IPO secara elektronik di Indonesia.

Jadwal Operasional BI Pasca Perubahan Cuti Bersama 2021

Jadwal Operasional BI Pasca Perubahan Cuti Bersama 2021

Bank Indonesia (BI) menyesuaikan jadwal kegiatan operasional dan layanan publik pasca perubahan cuti bersama tahun 2021 oleh Pemerintah.

Secret-financial — Bank Indonesia (BI) menyesuaikan jadwal kegiatan operasional dan layanan publik pasca perubahan cuti bersama tahun 2021 oleh Pemerintah.

“BI tetap ada jadwal operasional pada 12 Maret 2021, 17-19 Mei 2021, dan 27 Desember 2021,” kata Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Maret 2021.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Baca juga: Derita Korban Investasi Jabon: Terjerat Utang hingga Gagal Naik Haji

Hal itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Cuti Bersama tahun 2021 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Rapat ini dihadiri oleh Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekjen Kemenag Nizar Ali, Sekjen Kemnaker, Asops Kapolri dan Pejabat Eselon 1 K/L terkait.

“Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) sebelumnya terdapat 7 hari cuti bersama. Setelah dilakukan peninjauan kembali SKB, maka cuti dikurangi dari semula 7 hari menjadi hanya tinggal 2 hari saja” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melalui keterangan tertulis pada Senin, 22 Februari 2021.

Muhadjir membeberkan, cuti bersama yang dipangkas, yakni 12 Maret: cuti Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, 17, 18, 19 Mei: cuti Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan 27 Desember: cuti Hari Raya Natal 2021.

Derita Korban Investasi Jabon: Terjerat Utang hingga Gagal Naik Haji

Derita Korban Investasi Jabon: Terjerat Utang hingga Gagal Naik Haji

Korban investasi pohon jati kebon (jabon) tidak pernah menyangka jadi bulan-bulanan dugaan penipuan yang dilakukan PT Global Media Nusantara (GMN).

Secret-financial — Korban investasi pohon jati kebon (jabon) tidak pernah menyangka jadi bulan-bulanan dugaan penipuan yang dilakukan PT Global Media Nusantara (GMN). Bukannya untung yang didapat, malah buntung.

Salah satu korban asal Bekasi, Mariana (29) rela berutang Rp 90 juta lewat koperasi karena kepincut investasi jabon. Total seluruh kerugian yang ditanggungnya mencapai Rp 350 juta atau 700 pohon sejak bergabung 2017.

“Kerugiannya Rp 350 juta. Ada uang tabungan pensiun bapak, terus mama, adik-adik sama pinjaman koperasi,” cerita Mariana di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Baca juga: Khofifah Sindir Daerah yang Belum Terbitkan Perbup Soal Dana Desa

Sampai saat ini pihaknya masih terus mencoba melunasi dengan cara dicicil. Padahal dalam uang itu tersimpan banyak harapan salah satunya untuk pergi haji orang tua.

“Duit haji orang tua disimpan di situ. Haji nggak jadi malah habis uangnya,” bebernya dengan raut wajah menyesal.

Mariana menceritakan awalnya mulai investasi jabon. Saat itu dia dikenalkan dengan orang terdekat, sampai saat ini sendiri dia belum pernah melihat lahan tempat pohon miliknya ditanam.

“Aku punya guru ngaji itu suaminya ikut duluan di bisnis jabon ini jadi aku dikenalin. (Belum pernah lihat pohonnya) karena aku percaya sama guru ngajiku yaudah gitu aja. Jadi uangnya dikasih ke guru ngajiku, dia kasih lagi ke leadernya (pihak GMN),” jelasnya.

Kisah serupa juga dialami investor asal Aceh, Syaifullah dengan kerugian Rp 62 juta sejak gabung 2011. Dia harus menerima kenyataan bahwa keinginannya untuk naik haji dan memiliki rumah gagal terwujud dalam waktu dekat.

Baca juga: Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Jalani Pemeriksaan di Gedung KPK

“Kalau saya rencananya mau pergi haji sama buat rumah, karena nggak bisa panen otomatis nggak bisa buat rumah, mau gimana lagi,” tutur Syaifullah.

Dia berharap kasus ini dapat diusut tuntas sampai pemeran utama yakni pemilik GMN, Wira Pradana dapat membayar ganti rugi. Pasalnya, dia salah satu agent yang mempromosikan investasi jabon, banyak korban yang sudah berstatus sebagai janda, hingga yatim piatu jadi korban berkat ajakannya.

“Kalau punya saya nggak apa deh, tapi ketika kita kampanyekan ke orang lain otomatis orang lain beli juga kan. Saya presentasi ke kawan-kawan ada yang janda, fakir miskin, anak yatim, ada yang mulai 1 pohon lho cuma Rp 350 ribu, ada pensiunan juga, kan merek berharap buat anaknya sekolah, pergi haji atau umroh, buat rumah,” jelasnya.

“Ketika masuk panen dia bilang perusahaannya gagal kubikasi (gagal besar pohon) sehingga enak sekali kalau caranya begitu,” tambahnya.

Jika Vaksinasi Covid-19 Gagal, Pemerintah tak Beri Kompensasi?

Jika Vaksinasi Covid-19 Gagal, Pemerintah tak Beri Kompensasi?

Sebuah pesan beredar di aplikasi Whatsapp dan berisi informasi terkait program vaksinasi COVID-19 yang tengah bergulir di beberapa negara.

Secret-financial — Sebuah pesan beredar di aplikasi Whatsapp dan berisi informasi terkait program vaksinasi COVID-19 yang tengah bergulir di beberapa negara.

Terdapat 12 poin dalam pesan berbahasa Ingggris itu terkait program vaksinasi COVID-19. Pesan yang mengatasnamakan Andrew Lee dari Singapura itu ditulis dalam format tanya-jawab.

Kompensasi dari pemerintah terkait program vaksinasi menjadi salah satu topik yang disampaikan dalam pesan berantai tersebut.

Baca juga: Tuntut Pencairan Klaim Bumiputera, Nasabah: Tolong, Kami Bukan Pengemis

Berikut isi narasi yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:

“Jika saya mengalami reaksi merugikan yang parah, efek jangka panjang atau meninggal karena vaksin, apakah saya (atau keluarga saya) akan diberi kompensasi dari pembuatan vaksin atau Pemerintah?”

Pemerintah: “TIDAK – pemerintah dan produsen vaksin memiliki tanggung jawab nol persen terkait obat percobaan ini.”

Namun, benarkah pemerintah tidak menyediakan kompensasi saat program vaksinasi gagal?

Tangkapan layar hoaks terkait pemberian kompensasi COVID-19 (WhatsApp)

Penjelasan:

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo memastikan pemberian kompensasi dari pemerintah berupa santunan apabila penerima vaksin COVID-19 mengalami kecacatan atau meninggal dunia usai disuntik vaksin.

Informasi itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulan Pandemi COVID-19.

“Dalam hal terdapat kasus kejadian ikutan pasca vaksinasi yang dipengaruhi oleh produk Vaksin COVID-19 berdasarkan hasil kajian kausalitas dan kasus tersebut menimbulkan kecacatan atau meninggal, diberikan kompensasi oleh pemerintah,” bunyi Pasal 15B ayat 1 Perpres tersebut.

“Kompensasi sebagaimana dimaksud berupa santunan cacat atau santunan kematian,” demikian bunyi Pasal 15B ayat 2.

Pemerintah juga menjamin biaya pengobatan dan perawatan penerima vaksin yang mengalami kasus kejadian ikutan pascavaksinasi.

“Terhadap kasus kejadian ikutan pasca Vaksinasi COVID-19 dilakukan pengobatan dan perawatan sesuai denganindikasi medis dan protokol pengobatan, maka biaya pengobatan dan perawatan dilaksanakan dengan ketentuan,” demikian tertuang dalam Pasal 15A ayat 4.

Selanjutnya, Menteri Kesehatan dapat menentukan kriteria, bentuk, dan besaran kompensasi yang diberikan dengan persetujuan Menteri Keuangan.

Kesimpulan:

Klaim informasi Pemerintah tidak sediakan kompensasi saat vaksinasi gagal merupakan informasi salah (hoaks).

Tuntut Pencairan Klaim Bumiputera, Nasabah: Tolong, Kami Bukan Pengemis

Tuntut Pencairan Klaim Bumiputera, Nasabah: Tolong, Kami Bukan Pengemis

Sularni, 53 tahun tahun, setengah berteriak tuntut pencairan klaim asuransi PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Di balik megaphone putih,
Tuntut Pencairan Klaim Bumiputera, Nasabah: Tolong, Kami Bukan Pengemis

Secret-financial — Sularni, 53 tahun tahun, setengah berteriak tuntut pencairan klaim asuransi PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Di balik megaphone putih, pemegang polis dana pensiun ini meminta bantuan Otoritas Jasa Keuangan menyelesaikan kasus outstanding claim yang diduga tidak kelar sejak 2017.

“OJK tolong kami. Di tengah pandemi, kami butuh uang. OJK jangan cuek,” kata Sularni di depan gedung Wisma Mulia 2, Jakarta Selatan, Rabu, 23 Februari 2021.

Bersama puluhan nasabah lainnya, Sularni ikut dalam aksi demo sejak pukul 10.00 WIB. Ia adalah pemegang polis dana pensiun dengan nilai klaim Rp 70 juta. Ibu rumah tangga asal Bekasi ini mengatakan semestinya klaim asuransinya dicairkan sejak habis kontrak beberapa tahun lalu.

Baca juga: Kasus Citibank Salah Transfer Rp 7 T, Ekonom: di Indonesia Sulit Terjadi

Sularni menyebut ada nasabah yang menjadi korban banjir dan tengah membutuhkan dana. Ada pula nasabah pemegang polis pendidikan yang sedang terdesak memerlukan uang untuk membayar sekolah anak-anaknya.

Juneti, 59 tahun, merupakan satu dari sejumlah nasabah yang memegang polis pendidikan. Ia memegang total tiga polis, dua di antaranya pendidikan dan satu lainnya dana pensiun.

“Polis saya dua pendidikan, nilainya masing-masing Rp 29 juta dan Rp 51 juta. Satu lainnya polis pensiun nilainya Rp 11 juta,” kata Juneti.

Kasus Citibank Salah Transfer Rp 7 T, Ekonom: di Indonesia Sulit Terjadi

Kasus Citibank Salah Transfer Rp 7 T, Ekonom: di Indonesia Sulit Terjadi

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah berpendapat kasus salah transfer yang dilakukan Citibank di Amerika Serikat akan sulit terjadi di Indonesia.

Secret-financial –Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah berpendapat kasus salah transfer yang dilakukan Citibank di Amerika Serikat akan sulit terjadi di Indonesia. Ia mengatakan perbankan Indonesia mengharuskan adanya kecocokan data seperti jumlah dan identitas rekening penerima sebelum transfer dilakukan.

“Kalau pun terjadi, kesalahan transfer kemungkinan besar pengirim yang salah, bukan pihak bank. Kecuali kalau kesalahan itu disengaja oleh pengirim,” ujar Piter Abdullah.

Dosen Perbanas Institute tersebut memandang kasus salah transfer oleh Citibank di Amerika ganjil. Sebab, prosedur transfer oleh perbankan setempat tergolong sederhana dan sulit terjadi kesalahan. Di samping itu, tujuan penerima transfer atau kepemilikan rekeningnya pun jelas.

Baca juga: Wapres: Polri Harus Lebih Profesional dan Berintegritas

Keanehan lain, tutur Piter Abdullah, muncul dari indikasi jumlah dana transfer yang sangat besar. Piter menilai persoalan ini bukan berasal dari sistem, melainkan aspek sumber daya manusia. Bila kasus serupa terjadi di Indonesia, bank memiliki otoritas untuk menarik dana.

“Untuk di Indonesia, saya kira bisa dengan mudah ditarik,” katanya.

Citibank tak sengaja mentransfer uang senilai US$ 900 juta kepada kreditor, yakni perusahaan kosmetik Revlon Inc. Padahal, bank seharusnya hanya mengirim uang senilai US$ 8 juta kepada perusahaan itu untuk pembayaran bunga.

Baca juga: Jusuf Kalla: Bertanya Cara Kritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi
IHSG dibuka Menguat ke 6.256, Asing Borong BBRI, TLKM dan BTPS

IHSG dibuka Menguat ke 6.256, Asing Borong BBRI, TLKM dan BTPS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini. Pukul 9.06 WIB, IHSG dibuka menguat 28,75 poin atau 0,46% ke 6.256,48.

Secret-financial — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini. Pukul 9.06 WIB, IHSG dibuka menguat 28,75 poin atau 0,46% ke 6.256,48.

Sembilan indeks sektoral menguat dan menopang pergerakan IHSG. Penguatan dari yang terbesar secara berturut-turut adalah sektor infrastruktur, perdagangan dan jasa, keuangan, perkebunan dan konstruksi. 

Penguatan selanjutnya disusul, sektor industri, dasar, pertambangan, manufaktur dan barang konsumsi. Sedangkan sektor aneka industri menjadi satu-satunya yang melemah pada perdagangan pagi ini. 

Baca juga: Cara KKP Cegah Penyelundupan Benih Lobster di Jambi

Top gainers LQ45 terdiri dari:

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) naik 6,10%

PT. Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) naik 2,43%

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik 2,37%

Top losers LQ45 pagi ini adalah:

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) turun 1,29%

PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,87%

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 0,73%

Baca juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp 13.000 Jadi Rp 922.000 per Gram
Harga Emas Antam Anjlok Rp 13.000 Jadi Rp 922.000 per Gram

Harga Emas Antam Anjlok Rp 13.000 Jadi Rp 922.000 per Gram

Harga emas Antam anjlok pada Rabu (17/2/2021) untuk ukuran satu gram dibanderol di harga Rp 922.000. Harga emas Antam hari ini terpantau anjlok Rp 13.000

Secret-financial — Harga emas Antam anjlok pada Rabu (17/2/2021) untuk ukuran satu gram dibanderol di harga Rp 922.000.

Harga emas Antam hari ini terpantau anjlok Rp 13.000 dibandingkan dengan harga jual Selasa (16/2/2021) kemarin.

Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 796.000 per gram, atau melorot Rp 19.000 dibandingkan harga buyback pada Selasa (16/2) yang ada di Rp 815.000. 

Baca juga: Crazy Rich Gugat PT ANTAM, Pria asal Surabaya Menang Gugatan Emas 1,1 Ton

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Rabu (17/2) dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp 511.000Harga emas 50 gram: Rp 43.245.000
Harga emas 1 gram: Rp 922.000Harga emas 100 gram: Rp 86.412.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.385.000Harga emas 250 gram: Rp 215.765.000
Harga emas 10 gram: Rp 8.715.000Harga emas 500 gram: Rp 431.320.000
Harga emas 25 gram: Rp 21.662.000Harga emas 1.000 gram: Rp 862.600.000
Baca juga: Pertamina Bangun 12 Terminal BBM di Indonesia Timur
Sandiaga Janji Percepat Pemulihan Pariwisata

Sandiaga Janji Percepat Pemulihan Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan akan percepat upaya pemulihan sektor parekraf dan meminta jajarannya
Sandiaga Janji Percepat Pemulihan Pariwisata

Secret-financial — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan akan percepat upaya pemulihan sektor parekraf dan meminta jajarannya agar seluruh program dijalankan dengan penuh tanggung jawab melalui tata kelola yang baik.

“Saya ingin semua projek yang kita lakukan on time, on budget, on schedule, dan on specification serta berjalan dengan penuh tanggung jawab dan tata kelola yang baik,” kata Menparekraf Sandiaga dalam pernyataan resminya, Selasa (2/2).

Hal tersebut sebagai tindak lanjut agenda kerja yang dilakukan sebelumnya ke Bali. Ia menyebut banyak pelaku industri di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, diperlukan gerak cepat namun on time, dan gerak bersama dalam menjalankan program dan kebijakan Kemenparekraf.

Baca juga: Jokowi: Ekonomi Turun Akibat PPKM Tak Masalah, Asal Covid Turun

Sandiaga juga memberikan arahan di antaranya untuk dapat meningkatkan kemampuan beradaptasi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memanfaatkan platform digital.

“Hal ini berdasarkan pada saat saya berdiskusi dengan pelaku ekonomi kreatif di Ubud dan di beberapa tempat lainnya. Bahwa program reskilling dan upskilling serta permodalan dan pendampingan untuk produk ekonomi kreatif perlu dilakukan. Saya minta Deputi terkait untuk menyiapkan program tersebut, agar berjalan sesuai dengan timeline,” katanya.

Ia mengatakan, perlu adanya kajian kembali mengenai syarat pemberian pinjaman bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang dirasa masih memberatkan. Selain itu perlu disesuaikan ulang program strategis yang dilaksanakan sesuai hasil evaluasi. “Ini dilakukan agar kita mampu mengakomodasi kebutuhan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Penyebab Utama Inflasi Januari 2021

Penyebab Utama Inflasi Januari 2021

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penyebab inflasi Januari 2021 adalah kenaikan harga cabai rawit, ikan segar, tempe, tahu, dan tarif jalan tol.
Penyebab Utama Inflasi Januari 2021

Secret-financial — Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Suhariyanto mengatakan penyebab inflasi Januari 2021 adalah kenaikan harga cabai rawit, ikan segar, tempe, tahu, dan tarif jalan tol. “Sementara menurut komponen inflasi Januari 2021 sebesar 0,26 persen terjadi terutama didorong harga-harga yang bergejolak atau volatile price,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin, 1 Februari 2021.

Dia mengatakan inflasi inti 0,14 persen, lebih tinggi dari Desember 2020. Namun, secara tahunan inflasi inti melemah jadi 1,56 persen dari Desember 2020 sebesar 1,60 persen.

“Inflasi inti mengalami perlambatan yang menandakan permintaan domestik memang masih lemah,” ujarnya. Sementara penekan inflasi bulan lalu yaitu penurunan tarif angkutan udara, telur ayam ras, dan bawang merah.

Baca juga: Crazy Rich Gugat PT ANTAM, Pria asal Surabaya Menang Gugatan Emas 1,1 Ton

Adapun inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,81 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,11 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,19 persen.

Sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,04 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,33 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,23 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,30 persen.

Baca juga:

Tingkat inflasi tahun kalender Januari hingga Januari 2021 sebesar 0,26 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun atau Januari 2021 terhadap Januari 2020 sebesar 1,55 persen.

Jokowi: Ekonomi Turun Akibat PPKM Tak Masalah, Asal Covid Turun

Jokowi: Ekonomi Turun Akibat PPKM Tak Masalah, Asal Covid Turun

tidak masalah jika ekonomi turun akibat adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, asalkan kasus Covid-19 juga turun.
Jokowi: Ekonomi Turun Akibat PPKM Tak Masalah, Asal Covid Turun

Secret-financial — Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemerintah selalu konsisten mengutamakan kesehatan di atas kepentingan ekonomi. Menurut Presiden, tidak masalah jika ekonomi turun akibat adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, asalkan kasus Covid-19 juga turun.

“Hati-hati, ada PPKM ekonomi turun. Sebetulnya enggak apa-apa, asal Covid-nya juga turun. Tapi ini ndak,” ujar Jokowi dalam rapat internal di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat lalu. Pernyataan Presiden diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Ahad, 31 Januari 2021.

Presiden Joko Widodo menuturkan, faktanya, Pemberlakuan Pembatasan jilid I yang berlangsung 11-25 Januari lalu tidak berjalan efektif. Ia mengatakan mobilitas masyarakat masih tinggi dan kasus Covid-19 di beberapa provinsi tetap naik.

Baca juga: Bareskrim Polri Meringkus 5 Pengedar Narkortika Jaringan Internasional

Untuk itu, Jokowi meminta jajarannya mengkalkulasi dengan cermat risiko yang akan ditimbulkan dari setiap kebijakan dan mencari formula kebijakan yang tepat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia.

Sebelumnya, Bank Indonesia menyebut kebijakan PPKM di sejumlah kabupaten/kota di wilayah Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021 memang berdampak pada kegiatan ekonomi, meskipun tidak signifikan. Pemberlakuan Pembatasan jilid II dinilai berpotensi mempengaruhi konsumsi masyarakat.

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Mencabut Ancaman Denda kepada Masyarakat yang Menolak Vaksin
Crazy Rich Gugat PT ANTAM, Pria asal Surabaya Menang Gugatan Emas 1,1 Ton

Crazy Rich Gugat PT ANTAM, Pria asal Surabaya Menang Gugatan Emas 1,1 Ton

Nama Budi Said atau Crazy Rich mendadak viral lantaran gugat PT Antam dikabulkan majelis hakim yang menangani kasusnya. Tak tanggung-tanggung,
Crazy Rich Gugat PT ANTAM, Pria asal Surabaya Menang Gugatan Emas 1,1 Ton

Secret-financial — Nama Budi Said atau Crazy Rich mendadak viral lantaran gugat PT Antam dikabulkan majelis hakim yang menangani kasusnya. Tak tanggung-tanggung, nilai gugatan fantatis yakni berupa emas 1,1 ton dan memaksa PT Antam harus membayar ganti rugi hampir Rp1 triliun.

Tak heran karena nilainya tersebut, Budi Said yang merupakan seorang pengusaha asal Kota Surabaya itu saat ini juga dikenal sebagai “Crazy Rich”.

Lantas, bagaimana sebenarnya kisah si Crazy Rich Surabaya ini bisa menang gugatan tersebut.

Baca juga: Optimisme Vaksin, Harga Emas Antam Turun Tipis

Kasus ini sendiri telah berjalan sejak dua tahun silam, tepatnya pada Oktober 2019 lalu.

Bermula saat Budi Said melakukan transaksi jual beli emas 7 ton senilai Rp3,5 triliun dengan Eksi Anggraeni yang merupakan marketing PT Antam. Budi Said pun tertarik membeli emas itu lantaran tergiur dengan program potongan harga yang disampaikan Eksi.

Dari transaksi itu, Budi Said mentransfer secara bertahap sejumlah uang yang telah disepakati, namun hanya menerima sebanyak 5.935 kilogram atau 5,9 ton emas.

Baca juga: Wakapolri Perintahkan Berantas Habis Debt Collector Perampas Motor

Celakanya, sebanyak 1.136 kg emas atau 1,1 ton tidak pernah diterima oleh Budi Said.
Akibat tidak ada pengiriman emas lagi, Budi Said merasa ditipu dan selanjutnya mengirim surat ke PT Antam Cabang Surabaya. Namun surat itu tidak pernah dibalas.

Sehingga berkirim surat ke Antam Pusat di Jakarta.

Keganjilan mulai terjadi. PT Antam pusat ternyata menyatakan tidak pernah menjual emas dengan harga discount.

Hingga akhirnya Budi Said yang merasa dirugikan Rp573 miliar mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya hingga usai menempuh jalur hukum yang cukup panjang, akhirnya memenangkan gugatan tersebut.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Tipis

Setelah menempuh jalur hukum dengan waktu yang panjang, Budi Said pun memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Majelis hakim PN Surabaya menginstruksikan PT Antam membayar kerugian kepada Budi sebesar Rp 814,4 miliar.

Majelis hakim PN berpendapat, PT Antam selaku tergugat I bertanggung jawab terhadap tindakan dan seluruh akibat hukumnya yang dilakukan oleh Endang Kumoro.

Baca juga: Konsumen Dirugikan Grab Toko, YLKI Imbau Lapor Polisi atau Gugat ke Pengadilan

Endang merupakan Kepala Butik Emas Logam Mulia (BELM) Surabaya I.
Selain Endang, ada juga Misdianto sebagai Tenaga Administrasi, Ahmad Purwanto sebagai General Trading Manufacturing and Senior Officer PT Antam serta Eksi Anggraeni selaku marketing freelance yang saat itu menjadi karyawan perusahaan tersebut.

Menurut majelis hakim. mereka terbukti telah melawan hukum atas hilangnya 1.136 kilogram atau 1,1 ton emas yang dibeli Budi.

“Mengadili mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian,” ujar hakim Martin Ginting.

Baca juga: Perusahaan Leasing Tak Boleh Tarik Sepihak, Harus Lewat Pengadilan
Ini Rekomendasi Saham yang Layak Dikoleksi Tahun Ini

Ini Rekomendasi Saham yang Layak Dikoleksi Tahun Ini

Selain itu, Mirae Asset juga memasukkan saham sektor bank dan unggas dalam daftar rekomendasi atau stock picks. Rekomendasi ini membuka opsi
Ini Rekomendasi Saham yang Layak Dikoleksi Tahun Ini

Secret-financial — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tumbuh positif sepanjang tahun 2021. Pemulihan ekonomi yang didorong oleh realisasi program vaksinasi Covid-19 disebut menjadi sentimen positif bagi pasar saham. 

Mirae Asset Sekuritas pun memaparkan sejumlah saham yang berpotensi mengalami kenaikan pada tahun ini. Dari beberapa sektor yang ada, Mirae Asset melihat saham-saham di sektor komoditas seperti CPO, batu bara dan emas cukup layak untuk dikoleksi. 

Selain itu, Mirae Asset juga memasukkan saham sektor bank dan unggas dalam daftar rekomendasi atau stock picks. Rekomendasi ini membuka opsi untuk saham seperti ANTM, INCO, LSIP, UNTR, BBRI, BMRI, BBNI, dan JPFA. 

“Kami memilih ANTM dan INCO, karena emiten ini penerima manfaat dari kenaikan harga nikel seiring dengan naiknya permintaan dari produksi baja dan baterai EV,” kata Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya, Rabu (13/1). 

Saham LSIP masuk radar (top picks) karena emiten sawit ini akan terdorong kenaikan harga CPO. UNTR juga masuk pilihan karena memperhitungkan dampak positif dari kenaikan harga emas. Adapun JPFA karena adanya pemulihan sektor unggas. 

Hariyanto menilai, per 7 Januari, top picks dengan bobot yang sama menghasilkan akumulasi tingkat pengembalian sebesar 40,1 persen.  Bandingkan dengan akumulasi return IHSG sebesar minus 3,7 persen sejak dimulainya laporan top picks bulanan pada Agustus 2019. 

“Sebab itu, top picks kami mengungguli IHSG sebesar 43,9 persen,” jelas Hariyanto.

Di sisi lain, Hariyanto mengatakan, saham sektor barang konsumsi masih akan tumbuh melambat pada tahun ini. Pengetatan kembali Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) membuat tingkat konsumsi domestik 2021 kurang maksimal. 

“Kami sejak Desember 2020 mengalihkan referensi saham dari barang konsumsi ke komoditi. Dalam beberapa bulan ke depan sektor barang konsumsi masih akan ketinggalan,” tutur Hariyanto. 

Pemerintah Ingin Holding BUMN Pangan Jadi Produsen Dunia

Pemerintah Ingin Holding BUMN Pangan Jadi Produsen Dunia

Kementerian BUMN tengah menyiapkan pembentukan holding BUMN pangan agar pengelolaan pangan dalam negeri/pemerintah dapat lebih kuat.

Secret-financial – Kementerian BUMN tengah menyiapkan pembentukan holding BUMN pangan agar pengelolaan pangan dalam negeri/pemerintah dapat lebih kuat. Model bisnis dengan adanya holding yang terkonsentrasi dinilai dapat memperkuat sektor pangan nasional yang berdampak positif pada ketahanan pangan.

Wakil Menteri BUMN, Pahala Mansury, mengatakan, para BUMN dituntut untuk tidak hanya bisa menghasilkan profit, namun juga manfaat ekonomi sosial bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan restrukturisasi dan inovasi bisnis model yang baru lewat pembentukan holding BUMN pangan.

“Dalam mendukung ketersediaan pangan, harus diintegrasikan dari hulu ke hilir sehingga terbangun rantai nilai yang lebih baik. Untuk bangun itu kita harus konsolidasikan BUMN-BUMN yang sekarang berada di dalam klater pangan,” kata Pahala dalam Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2021, Senin (11/1).

Baca juga: Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional Dimulai Rabu

Menurutnya, antar BUMN meskipun dalam satu sektor masih cenderung berjalan sendiri. Oleh sebab itu, pemerintah meyakini holding pangan akan memberikan efisiensi bisnis antar BUMN pangan. Selain itu, kerja sama dengan holding BUMN pangan di sektor lainnya maupun dengan perusahaan swasta dalam dan luar negeri akan lebih terbuka.

“Kita pun berharap setelah holding nanti terbentuk dan melakukan restrukturisasi, holding BUMN pangan bisa menjadi produsen pangan kelas dunia,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi, mengatakan, RNI akan fokus menuntaskan proses pembentukan holding BUMN pangan. Maksimal ditargetkan selesai pada Januari 2021. Sebagai catatan, RNI ditunjuk pemerintah untuk menjadi induk holding BUMN pangan

Arief menjelaskan, Holding BUMN Pangan akan beranggotakan para perusahaan pelat merah yang kini telah masuk ke dalam BUMN Klaster Pangan. Di antaranya yakni PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Pertani (Persero), PT Perinus (Persero), Perum Perindo, PT PPI (Persero), PT BGR (Persero), PT Berdikari (Persero), serta PT Garam (Persero), serta PT RNI (Persero).

Ia menuturkan, perusahaan yang yang masih berstatus Perum akan dinaikkan menjadi Persero. Selanjutnya, Sang Hyang Seri dan Pertani akan dimerger, begitu pula Perinus dan Perindo yang juga dimerger. Sehingga, nantinya akan terdapat lima anggota Holding BUMN Pangan bersama 11 anak usaha RNI.

Baca juga: Keluarga Korban Sriwijaya Air Minta Urusan Pendataan Tidak Berbelit

Menurut dia, Kementerian BUMN semula menargetkan Holding BUMN Pangan bisa tuntas pada Desember 2020. Namun, kemungkinan baru bisa tercapai paling lambat pada bulan Januari tahun depan. Menurut Arief, banyak proses yang harus dilalui terutama soal teknis pendataan aset masing-masing perusahaan.

“Kita mensegerakan holding tapi prosesnya harus benar dan ini harus satu persatu sembilan BUMN kita laporkan ke Kementerian Keuangan perihal portofolionya,” kata Arief.

Arief menuturkan, ketika holding sudah terbentuk, Kementerian BUMN telah menyiapkan matriks rencana kerja holding. Hal itu tentu akan dikerjakan sesuai rencana jika nantinya holding telah resmi terbentuk. “Ini perlu waktu dan cita-cita kita memang membuat holding pangan supaya menjadi efektif dan efisien,” ujarnya.