fbpx
Mulai Januari 2021 Tagihan Kartu Kredit Rp 5 Juta kena Bea Meterai Rp 10.000

Mulai Januari 2021 Tagihan Kartu Kredit Rp 5 Juta kena Bea Meterai Rp 10.000

Para pemegang kartu kredit bersiap menghadapi kenaikan bea meterai dalam tagihan bulanannya dengan tagihan di atas Rp 5 juta.

Secret-financial, JAKARTA. Para pemegang kartu kredit bersiap menghadapi kenaikan bea meterai dalam tagihan bulanannya dengan tagihan di atas Rp 5 juta. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai..

Dikutip dari pemberitahuan resmi Bank Mandiri disebutkan selama ini bea meterai atas pembayaran tagihan kartu kredit untuk pembayaran Rp 250.000 sampai dengan Rp 1 juta dibebankan bea meterai Rp 3.000.

Kemudian untuk pembayaran dengan nilai di atas Rp 1 juta dikenakan bea meterai Rp 6.000.
“Dengan adanya perubahan ketentuan tersebut, maka bea meterai yang dibebankan atas pembayaran tagihan kartu kredit menjadi tarif tunggal. Yaitu pembayaran dengan nilai di atas Rp 5 juta (berlaku akumulasi) dikenakan bea meterai Rp 10 ribu,” tulis pengumuman tersebut, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Masih Keok dari Negara Lain, Jokowi Beberkan Data Ekspor RI

Mekanisme pembebanan bea meterai dengan ketentuan baru masih sama dengan yang telah berjalan selama ini. Yaitu ditagihkan atau akan muncul pada bulan tagihan berikutnya. Pembebanan juga berlaku pada kartu basic, baik untuk pembayaran kartu basic maupun supplement.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menyampaikan pihaknya telah menginformasikan ketentuan anyar ini dan telah mengirimkan email kepada para nasabahnya.

“Yth. Pemegang Kartu Kredit BCA, sesuai UU 10/2020 mengenai Bea Meterai, maka kami informasikan bahwa efektif 1 Januari 2021, bea meterai billing statement Anda menjadi Jumlah pembayaran tagihan Rp 5 juta ke atas bea meterai Rp 10.000. pembayaran tagihan s.d. Rp 5 juta tidak dikenakan bea meterai,” tulis BCA
Meskipun bea meterai bakal naik, ketentuan ini ditaksir tak akan mempengaruhi transaksi kartu kredit secara keseluruhan. Sebab, saat ini transaksi kartu kredit sejatinya juga masih redup akibat pandemi.

Bank Indonesia mencatat volume transaksi kartu kredit sampai Oktober 2020 masih terkontraksi 34,69% (ytd), sementara nilai transaksinya juga masih negatif 2,64% (ytd).

Baca juga: NET TV Dibayangi Gugatan Pailit Lagi, Utang ke Banyak Vendor

Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan pun masih pesimis sampai akhir tahun transaksi bakal menguat.

“Sampai kini pertumbuhan kartu kredit kami masih negatif, karena kegiatan traveling, termasuk internasional juga masih terganggu. Kami rasa sampai akhir tahun juga masih akan negatif 5%-8%,”

Empat Cara Lunasi Kartu Kredit

Empat Cara Lunasi Kartu Kredit

Anda harus bijak menggunakan kartu kredit. Daripada kebingungan, lebih baik Anda ikuti empat cara lunasi kartu kredit sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

empat cara lunasi kartu kredit

secret-financial.com – Bukan dosa besar Anda menggunakan kartu kredit untuk membayar tagihan belanjaan. Namun, Anda harus bijak menggunakannya agar tidak sampai terlilit utang kartu kredit.

Sah-sah saja bila Anda menggunakan kartu kredit sebagai salah satu alat pembayaran. Karena, Anda bisa mendapatkan keuntungan ketika bertransaksi dengan kartu kredit.

Misalnya, Anda berkesempatan mendapatkan diskon 30% saat makan malam di restoran tertentu. Atau, Anda bisa mendapatkan fasilitas cicilan 0% ketika membeli ponsel pintar di gerai tertentu.

Dalam hidup ini, kadangkala kita khilaf. Salah satunya, gaya hidup lebih besar pasak daripada tiang, yang berujung pada tunggakan hutang kartu kredit yang kian bulan kian membengkak karena bunga yang luar biasa mencekik. Belum lagi, serbuan debt collector yang tidak kenal lelah menagih. Namun, jangan khawatir. Ada solusinya, yang sebenarnya mudah untuk dieksekusi.

Baca juga: Cara Mengatasi Kartu Kredit Macet

Budi Raharjo, Financial Planner One Shildt mengatakan kartu kredit dapat mengamankan arus cash flow Anda. Karena, Anda tidak perlu merogoh kocek ketika ada pengeluaran mendadak. Misalnya, Anda dapat gunakan untuk membayar tagihan rumah sakit.

Namun, Anda harus ingat kartu kredit adalah utang bukan pendapatan tambahan. Sehingga, Anda wajib untuk membayar utang tersebut.

Bila Anda tidak menyelesaikan pembayaran utang tersebut tepat waktu. Dipastikan Anda akan merugi karena harus membayar bunga tagihan di bulan penagihan berikutnya.

Anda pun berpotensi terlilit utang kartu kredit bila tidak kunjung melunasinya. Jadi, Anda harus bijak menggunakan kartu kredit. Daripada kebingungan, lebih baik Anda ikuti empat cara lunasi kartu kredit sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

  1. Stop Gunakan Kartu Kredit
  2. Gali Lubang Kecil Untuk Tutup Lubang Besar
  3. Mencari Pemasukan Tambahan
  4. Negosiasikan Dengan Bank
Top! Bunga Kartu Kredit Turun Jadi 2%

Top! Bunga Kartu Kredit Turun Jadi 2%

Top! Bunga Kartu Kredit Turun Jadi 2%

secret-financial.com – Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan untuk sistem pembayaran. Salah satunya suku bunga kartu kredit yang turun jadi 2%.

Bank Indonesia (BI) melonggarkan aturan untuk sistem pembayaran. Salah satunya suku bunga kartu kredit yang turun jadi 2%.
Baca juga: Hal Yang Harus Di Perhatikan Sebelum Membuat Kartu Kredit

Selain bunga, BI juga menurunkan sementara batas pembayaran minimum hingga pembayaran denda. Berapa besar penurunan bunga itu?

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan pelonggaran ini berupa penurunan batas maksimum suku bunga.

“Nilai pembayaran minimum, dan besaran denda keterlambatan pembayaran serta mendukung kebijakan penerbit kartu kredit,” kata Perry dalam video conference, di Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Adapun, penurunan sementara nilai pembayaran minimum mulai berlaku efektif mulai 1 Mei 2020 hingga 31 Desember 2020. Nilai pembayaran yang semula 10 persen diturunkan menjadi 5 persen.

Tak hanya itu, besaran denda keterlambatan pembayaran kartu kredit juga diturunkan sementara dari yang sebelumnya 3 persen maksimal Rp 150.000 menjadi hanya 1 persen alias maksimal Rp 100.000.

Penurunan besaran denda keterlambatan ini berlaku mulai 1 Mei 2020 hingga 31 Desember 2020.

Sementara itu, mekanisme perpanjangan jangka waktu pembayaran akan diserahkan kepada penerbit kartu kredit. Perpanjangan jangka waktu juga berlaku mulai 1 Mei 2020 hingga 31 Desember 2020.

Baca juga: Wanita Karanganyar Kaget Dapat Tagihan Kartu Kredit Rp 134 Juta

Kemudian BI juga mendukung kebijakan penerbit kartu kredit untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran bagi nasabah yang terdampak COVID-19. kebijakan ini berlaku pada 1 Mei 2020.

Perry mengatakan transmisi jalur suku bunga yang baik didukung respons Bank Indonesia menjaga kecukupan likuiditas perbankan. Sejauh ini pada 2020, Bank Indonesia telah melakukan injeksi likuiditas ke pasar uang dan perbankan hampir Rp300 triliun.

Bank sentral terus memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi di pasar uang, sehingga dapat memperkuat transmisi bauran kebijakan yang akomodatif. Bank Indonesia meyakini peningkatan stimulus fiskal Pemerintah dewasa ini akan makin memperkuat efektivitas transmisi kebijakan injeksi likuiditas yang ditempuh Bank Indonesia kepada sektor riil.

Wanita Karanganyar Kaget Dapat Tagihan Kartu Kredit Rp 134 Juta

Wanita Karanganyar Kaget Dapat Tagihan Kartu Kredit Rp 134 Juta

Wanita Karanganyar Kaget Dapat Tagihan Kartu Kredit Rp 134 Juta.

SECRET-FINANCIAL.COM – Pada Januari 2020 ini, warga Colomadu, Karanganyar berinisial LHT mengaku 4 kartu kredit (dari Bank BNI dan Bank BCA) miliknya dibobol orang misterius.

LHT melalui kuasa hukumnya Kusumo Putro, SH, MH sampaikan kliennya mengaku kaget, ketika mendapatkan tagihan ‘gaib’ kartu kredit dengan nilai sangat fantastis.

Dari hasil tagihan yang diterima korban, ada puluhan transaksi dalam sehari dengan kartu kredit miliknya.Wanita Karanganyar Tagihan Kartu Kredit Rp 134 Juta
Baca juga : Hati-Hati Modus Penipuan Melalui SMS

Pembobolan dilakukan dengan cara menggunakan kartu kredit tersebut untuk memesan barang di toko online

Pengacara LHT, Kusumo Putro menjelaskan, kliennya akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Sebab, LHT diketahui kaget lantaran ada transaksi di empat kartu kreditnya hingga senilai total Rp 134 juta.

Padahal, LHT tidak menggunakan kartu kreditnya sama sekali.

“Klien saya kaget karena tiba-tiba ada tagihan menggunakan kartu kredit,” papar Kusumo, Senin (3/2/2020).

Pihaknya mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut pada bank terkait untuk dilakukan pengecekan.

Namun, hasilnya tidak bisa keluar dengan cepat.

“Kata banknya masih dilakukan pengecekan dahulu, kita harapkan bisa dilacak, ini kita upayakan lapor polisi,” papar Kusumo.

Berdasarkan catatan kliennya, pelaku pada 16 Januari 2020 melakukan puluhan transaksi. Dari hasil tagihan yang diterima korban, ada puluhan transaksi dalam sehari dengan kartu kredit miliknya.

“Jadi dalam satu hari saja kerugian mencapai Rp134 juta,” paparnya lebih lanjut.

Untuk itu, pihaknya sebagai tim kuasa hukum korban, Senin datang ke Polresta Surakarta untuk berkonsultasi.

Ia menduga kuat ada pihak tak bertanggung jawab yang membobol kartunya.

Pihaknya mengaku sudah memberikan catatan pada setiap transaksi yang dilakukan orang yang diduga membobol kartu kreditnya.

“Ada email tagihan pemberian barang lewat email, padahal saya tidak membeli apapun, saya kaget,” papar LHT.

Rincian tagihan dari dugaan pembobolan empat kartu tersebut yakni tiga kartu Bank BNI senilai Rp 120.271.875 dan satu kartu Bank BCA senilai Rp 13.993.000.

Tagihan tersebut yang masuk pada tagihan email LHT.

Ia mengkonfirmasi pihak bank tersebut dan saat ini kasusnya sedang dalam penyelidikan pihak bank.

Pelaporan ke Polda Jateng akan dilakukan dalam Minggu ini sambil menunggu hasil penelusuran dari pihak Perbankan yakni BCA dan BNI keluar.

“Kalau BCA katanya akan keluar tanggal 14 Februari ini, kalua BNI butuh 100 hari,” papar Kusumo Putro.

Tips Tetap Aman Bertransaksi Menggunakan Kartu Kredit

Tips Tetap Aman Bertransaksi Menggunakan Kartu Kredit

Sebagian besar orang akan terlihat sangat senang pada saat menerima kartu kredit untuk pertama kalinya.Tips Aman Bertransaksi Menggunakan Kartu Kredit

SECRET-FINANCIAL.COM Tips Aman Bertransaksi Menggunakan Kartu Kredit. Sebagian besar orang akan terlihat sangat senang dan gembira pada saat menerima kartu kredit untuk pertama kalinya. Berbagai rencana untuk menggunakannya mulai menari-nari di kepala, namun tentu tidak jauh-jauh dari rencana belanja, makan di restoran, atau membeli sesuatu yang telah lama diidam-idamkan. Hal-hal seperti inilah yang muncul dalam pemikiran mereka dan membuat mereka senang luar biasa.

Transaksi elektronik yang semakin mudah turut mendorong peningkatan transaksi menggunakan metode ini,  termasuk di dalamnya kartu kredit.

Apakah kamu pernah ditipu saat menggunakan kartu kredit? Ya, mengalami penipuan memang mengesalkan. Penipuan kartu kredit ini cukup sering terjadi, karena kartu kredit bisa digunakan untuk membeli barang yang mahal dan cara menggunakannya pun mudah. Berdasarkan kenyataan inilah, kamu harus selalu menjaga kartu kreditmu agar tetap aman. Terdapat sangat banyak penipuan kartu kredit saat ini, dan penipuan dengan cara skimming adalah penipuan nomor satu yang paling sering terjadi.

Karena itu, sejumlah bank pun mewanti – wanti nasabahnya agar dapat terhindar dari kejahatan penyalahgunaan kartu kredit. Berikut adalah beberapa tips dari beberapa bank agar tetap aman bertransaksi menggunakan kartu kredit.

Teliti Sebelum Bayar Tagihan

Setiap bulan, kamu akan mendapatkan tagihan kartu kredit kamu berdasarkan semua transaksi yang dilakukan selama sebulan. Terkadang banyak orang yang tidak mau repot mengecek tagihan sehingga mereka langsung saja membayar tanpa diteliti terlebih dahulu. Kebiasaan ini bisa menjadikan kamu korban penipuan. Sebaiknya teliti dulu sebelum membayar tagihan dan segera laporkan ke bank jika ada transaksi yang mencurigakan.

Jangan pernah berikan PIN atau OTP (one time password) kepada orang lain.

Untuk keamanan ketika bertransaksi, penyedia kartu kredit biasanya akan mengirimkan PIN atau OTP sebagai salah satu cara untuk otentifikasi. Karena itu, selalu waspada apabila ada yang meminta PIN atau OTP sementara Anda tidak melakukan transaksi. Pelaku kejahatan dapat menyamar sebagai petugas bank dengan modus memperbarui data nasabah atau penawaran hadiah.

Waspada Saat Bertransaksi

Saat melakukan transaksi, kamu harus meningkatkan kewaspadaanmu, karena saat kartu digesek itulah saat yang paling mudah untuk terkena penipuan. Pastikan kamu mengikuti setiap proses transaksinya dengan teliti. Jangan biarkan staf kasir membawa kartu kredit kamu tanpa perhatianmu. Demi menjaga keamanan kartu kreditmu, jangan percayakan kartu kreditmu berada di orang lain tanpa sepengetahuanmu.

Tata Cara Penagihan Utang Kartu Kredit

Tata Cara Penagihan Utang Kartu Kredit

SECRET-FINANCIAL.COM. Tata Cara Penagihan Utang Kartu Kredit – Kartu kredit memungkinkan seseorang untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkannya dengan melakukan pembayaran sistem cicilan, sehingga tidak memberatkan di awal transaksi pembelian. Sistem cicilan ini berarti nasabah kartu kredit memohon hutang kepada penyedia kartu kredit untuk kemudian dibayarkan dengan cicilan. Karena sifatnya hutang, maka pihak penyedia kartu kredit tentunya membutuhkan jaminan agar cicilan tidak macet di tengah jalan.

Dalam dunia kartu kredit, tak sedikit yang mengalami lepas kontrol hingga terjatuh ke dalam masalah kartu kredit macet. Kartu kredit macet, bersama dengan status kredit kurang lancar dan kredit diragukan tergolong ke dalam kredit bermasalah.

Tata Cara Penagihan Utang Kartu Kredit - Kartu kredit memungkinkan seseorang untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkannya.
Baca juga : Mekanisme Penagihan Debt Collector Kartu Kredit

Beberapa contoh kemudahan yang bisa didapatkan seseorang dengan kredit adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit untuk kepemilikan kendaraan. Rasanya saat ini sudah sangat jarang atau tidak ada orang yang mampu membeli rumah dengan membayar langsung. Paling tidak harus mencicil selama beberapa tahun. Dengan syarat kepemilikan kartu kredit yang mencukupi, tentunya kartu kredit akan sangat membantu.

Jika tetap tidak ingin membayar tagihan kartu kredit yang macet, ada dampak lain yang nantinya akan Anda rasakan, yaitu dikejar oleh debt collector. Biasanya penagih utang akan berulang kali menelepon Anda untuk menanyakan kepastian pembayaran seluruh tunggakan. Hal ini tentunya akan membuat Anda menjadi merasa risih. Biasanya selain melalui telepon, debt collector juga akan mengunjungi alamat penagihan yang tertera dalam data diri Anda. Jadi, bisa saja debt collector menghampiri alamat rumah atau alamat kantor, sesuai dengan alamat yang Anda daftarkan.

Terkadang, banyak juga yang saking besarnya hutang kartu kredit hingga kredit macet, dan takut akan ancaman debt collector, seorang nasabah lari dari tanggung jawabnya. Padahal ini malah semakin menambah jangka waktu hutang dan memperbesar jumlah denda dan bunga yang harus ditanggung oleh si nasabah sendiri.

Meskipun debt collector bisa mengganggu, sebenarnya ada beberapa batasan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia mengenai tata cara penagihan utang kartu kredit: 

  • Tidak diperkenankan untuk mengancam
  • Tidak diperkenankan menggunakan kekerasan verbal maupun fisik
  • Hanya boleh menagih pada pemegang kartu
  • Hanya boleh menagih di alamat penagihan yang tertera
  • Penagihan hanya boleh dilakukan pukul 08.00 – 20.00 sesuai zona waktu debitur
  • Penagihan di luar alamat penagihan yang tertera hanya bisa dilakukan sesuai persetujuan debitur
Cara Untuk Menghentikan Masalah Kartu Kredit

Cara Untuk Menghentikan Masalah Kartu Kredit

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Siapakah debt collector? Debt collector adalah tenaga profesional yang disewa oleh bank atau penyedia pinjaman untuk menagih para penunggak utang. Debt collector biasanya diminta oleh bank jika pemilik tidak membayar utang dalam jangka waktu cukup lama sehingga utang kartu kredit masuk kategori macet. Selain menagih utang yang menumpuk, para debt collector akan menagih jika pemilik kartu kredit tidak memberikan informasi atau kabar kapan akan membayar tagihan. Saya akan kasih cara untuk menghentikan masalah Kartu Kredit.

Debt collector akan menagih jika debitur tidak memberikan kabar kapan akan membayar tagihan. Saya akan kasih cara untuk menghentikan masalah Kartu Kredit.
Baca juga : Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

Pemerintah dalam hal ini bank Indonesia telah mengatur mekanisme penagihan yang dilakukan oleh debt colletor dalam surat edaran nomor 14/17/DASP. Yang harus dipahami dengan baik oleh para pemilik kartu kredit dan calon pemilik kartu kredit.

  1. Dalam menjalankan tugasnya debt collector harus dilengkapi dengan identitas dan surat tugas yang jelas dan lengkap dari perusahaan. Sudah menjadi kewajiban perusahaan penerbit kartu kredit/lembaga pembiayaan maupun perusahaan ketiga yang bekerja sama dengan bank/lembaga keuangan untuk mengatur administrasi para debt collector dengan baik.
  2. Debt collector (biasanya perusahaan jasa ketiga) harus bisa bekerja sesuai dengan standar kualitas pelaksanaan penagihan Kartu Kredit yang berlaku di bank atau lembaga pembiayaan sehingga proses pelaksanaan penagihan Kartu Kredit yang dilakukan Debt collector sama baiknya dengan yang dilakukan sendiri oleh Penerbit Kartu Kredit.
  3. Debt collector baru bisa bekerja jika posisi tagihan Kartu Kredit telah macet sesuai kriteria kolektibilitas yang berlaku di Bank Indonesia. Jadi proses penagihan debt collector tidak bisa dilakukan jika baru sebatas telat bayar di luar jadwal jatuh tempo.
  4. Debt colletor profesional haruslah terlatih yang paham baik dari sisi teknis penagihan maupun dalam menjalankan etika penagihan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga tidak merugikan nasabah.

Undang-undang negara melindungi Anda sebagai pelanggan agar Anda diperlakukan dengan benar. Jika Anda dilecehkan melalui panggilan telepon dari penagih utang, ada beberapa cara untuk menghentikan masalah kartu kredit.

  1. Jangan mengabaikan para penagih utang.
  2. Rekamlah pembicaraan telepon Anda.
  3. Jangan lakukan pemalsuan data.
  4. Ketahui hak-hak Anda.
  5. Berhati-hatilah dengan para penipu dan para penagih utang yang tidak sah.
Mekanisme Penagihan Debt Collector Kartu Kredit

Mekanisme Penagihan Debt Collector Kartu Kredit

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Sejak era 1990-an sampai sekarang, makin berkembanglah perusahaan pembiayaan baik dari sisi jumlah maupun portofolio kreditnya. Berkembangnya industri ini sekaligus disertai juga dengan masalah lain yang terkait risiko gagal bayar dan mekanisme penagihan debt collector kartu kredit. Banyak sengketa yang kadang berujung ke kasus pidana terjadi akibat salah paham dalam penyelesaian tunggakan baik dari sisi nasabah sendiri. Tenaga penagihan yang lebih akrab dikenal dengan nama debt collector.

terkait risiko gagal bayar dan mekanisme penagihan debt collector kartu kredit. Banyak sengketa yang kadang berujung ke kasus pidana

Informasi mendasar yang perlu Anda ketahui adalah ada berbagai aturan penagihan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia kepada para debt collector. Debt collector tidak bisa menagih dengan sembarangan, apalagi sampai mengancam pemilik kartu akan dimasukkan kedalam penjara jika tidak mampu membayar. Ada berbagai kode etik yang perlu diperhatikan saat mekanisme penagihan Debt Collector Kartu Kredit, dan pengancaman merupakan hal yang dilarang keras. 

Apakah kamu saat ini tengah menghadapi masalah tunggakan kartu kredit? Bila iya, tentu kamu mulai akrab dengan telpon-telpon dari penagih utang atau debt collector bank, atau malah mungkin sudah sering didatangi hingga ke rumah?

Panggilan telepon dari para penagih utang dapat menjadi sebuah mimpi buruk. Jika Anda terlambat, terlewat, atau lupa untuk membayar tagihan, Anda mungkin akan menerima jenis panggilan seperti ini. Dalam banyak kasus, para penagih utang melakukan pelecehan dan menyalahgunakan panggilan ini.

Debt collector sejatinya baru bisa diminta oleh bank saat posisi nasabah (misalnya kartu kredit) posisi macet, bukan telat jatuh tempo. Debt collector baru akan berkunjung menagih ke alamat penagihan manakala pemilik kartu kredit yang menunggak tidak ada kejelasan informasi atau kabar kapan akan membayar tagihan apalagi jika sampai susah ditemui.

Pada dasarnya kasus kredit macet memiliki ikatan yang sejenis dengan perjanjian. Jika salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya (wanprestasi), maka konsekuensi yang berlaku adalah sebagaimana yang diperjanjikan yang sudah sah menurut hukum.

Baca juga : Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

Anda juga harus tahu bahwa proses penagihan juga memiliki batasan-batasan yang perlu diperhatikan. Sekali lagi, mengingat kartu kredit dan KTA tidak melibatkan agunan sama sekali, berarti debt collector tidak diizinkan untuk mengambil apalagi sampai merampas / menarik barang pemilik kredit secara paksa, dengan alasan untuk melunasi utangnya yang gagal dibayar.

Cara Mengatasi Kartu Kredit Macet

Cara Mengatasi Kartu Kredit Macet

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Jelang pergantian tahun, pastinya kamu harus mempunyai resolusi yang baru. Bila ingin memikirkan masa depan yang cerah, buatlah resolusi untuk menghapus semua utang di kartu kreditmu dan saya akan kasih tips cara mengatasi kartu kredit macet.

Kartu kredit bisa diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Satu sisinya memberikan manfaat berupa pembayaran yang dapat diangsur atas suatu produk. Sementara itu, satu sisi yang lain dapat menjerumuskan Anda pada permasalahan keuangan yang bisa disebut dengan kredit macet. Permasalahan terlilit utang serta sulit menutupinya merupakan permasalahan klasik yang kerap terjadi pada hampir setiap pemegang kartu kredit.

Berbelanja menggunakan kartu kredit memang menyenangkan. Karena kita bisa mendapatkan barang lebih dulu baru kemudian membayar tagihan bulan depan. Tapi jika salah pengelolaan, kartu kredit bisa berbahaya bahkan bisa melilit dan membuat sakit.

Jika Anda adalah pelanggan setia kartu kredit itu artinya Anda berpotensi menambah pundi-pundi utang kepada bank dimana kartu kredit itu dikeluarkan. Berikut kesalahan-kesalahan dalam penggunaan kartu kredit dan cara mengatasi kartu kredit macet.

Buatlah resolusi untuk menghapus semua utang di kartu kreditmu dan saya akan kasih tips cara mengatasi kartu kredit macet.
1. Nilai Kartu Kredit

Cek besarnya nilai potongan, di antaranya provisi atau biaya administrasi yang dapat mengikis besarnya utang.

2. Durasi utang

Semakin cepat jatuh tempo kredit maka semakin kecil pula bunganya.

3. Waktu pembayaran

Beri perhatian khusus pada tanggal jatuh temponya kapan dan berapa besarnya denda jika telat membayar.

4. Maksimal jumlah utang

Belanja dengan kartu kredit yang menyebabkan pendapatan Anda tergerus 30 persen atau lebih.

5. Asuransi

Opsi ini merupakan bentuk antisipasi jika si pemegang kartu kredit meninggal dunia. Namun, jika ada aset yang bisa menutupi hutang tersebut, asuransi tidak diperlukan lagi.

Solusi Lepas dari Lilitan Utang

Salah satu cara untuk mengatasi utang pada kartu kredit yaitu dengan menggunakan kartu debit. Kartu-kartu ini tidak membebani bunga dan potongan yang berat.

Kamu juga perlu merencanakan untuk melunasi utangmu. Penawaran 0% bisa saja hanya selama periode promosi, dan tarifnya bisa meroket setelah itu. Pastikan kamu mampu membayar pembayaran bulanan dalam waktu yang ditentukan.

Walaupun tindakan ini tidak cukup untuk menekan utang, kamu juga harus bisa mengelola kebiasaan berbelanjamu.

4 Langkah Terlepas Kartu Kredit

4 Langkah Terlepas Kartu Kredit

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Penggunaan kartu kredit yang berlebihan dapat meningkatkan ketergantungan dalam pemakaiannya. Kemampuan mengontrol diri adalah kuncinya agar Anda tidak sampai memiliki hutang puluhan juta dan dikejar debt collector.

Kalau saat ini Anda sudah terlanjut ketergantungan pada kartu kredit, bukan berarti tidak bisa ‘insyaf’ dan berhenti menggunakannya. Berikut ini empat cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan memakai kartu kredit:

1. Batasi Penggunaan
Dwita Arini selaku perencana keuangan independen mengatakan, “Batas kartu kredit yang maksimal idealnya adalah tiga kali gaji. Apabila lebih dari tiga kali gaji, ketika semuanya terpakai pasti kita akan gali lubang tutup lubang untuk membayar minimum paymentnya. Jadi membatasi dengan tiga kali gaji itu merupakan batas maksimal yang bisa kita bayar setiap bulannya,” jelas Dwita ketika ditemui di kantornya, Zelts Consulting, Jl. Timor No. 25, Menteng pada hari Jumat (8/8/2014) lalu.

2. Jangan Menggunakan Lebih Dari Dua Kartu Kredit
Apabila memungkinkan, hindari penggunaan kartu kredit lebih dari dua, karena Anda akan merasa kesulitan untuk membayarnya ketika jatuh tempo dengan tanggal yang berbeda. Anda akan merasa bahwa gaji yang diterima selalu habis untuk membayar tagihan kartu kredit tanpa ada simpanan tabungan atau investasi.

3. Sedia Uang Tunai
Dengan mempunyai ekstra uang tunai di dalam dompet, Anda tidak harus menggesek kartu kredit yang nantinya malah akan menimbulkan hutang baru. Menggunakan uang tunai dapat menjadikan Anda lebih selektif lagi dalam berbelanja. Belilah kebutuhan yang sekiranya memang Anda perlukan saat itu tanpa tergoda dengan cicilan 0% atau hadiah-hadiah menarik lainnya.

4. Buat Anggaran Biaya
Sebelum belanja untuk keperluan sehari-hari, buatlah anggaran belanja sehingga dapat meredam keinginan untuk membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan. Anggaran biaya ini termasuk hal yang penting untuk dilakukan karena akan membuat kita menghitung kembali uang yang masih tersisa.

Hal Yang Harus Di Perhatikan Sebelum Membuat Kartu Kredit

Hal Yang Harus Di Perhatikan Sebelum Membuat Kartu Kredit

Pembuatan Kartu Kredit merupakan salah satu cara menopang Gaya Hidup seseorang untuk melakukan pembayaran terhadap barang-barang guna memenuhi kebutuhan hidup yang tidak dapat dibayar secara tunai, Sehingga membuat banyak pihak berkeinginan memiliki Kartu Kredit, dan tak ayal banyak orang yang mendatangi bank-bank penerbit Kartu Kredit.

Hal yang perlu

Kertu Kredit memang memberikan kemudahan untuk proses pembayaran dan dapat pula memberikan keutungan bagi pihak yang mempuyai Kartu Kredit, selain itu dapat diandalkan untuk urusan mendadak dan penting.
Disisi lain banyak pihak pengguna Kartu Kredit mengalami kemacetan pembayaran tagihan. Disebabkan karena seenaknya saja menggunkan Kartu Kredit tanpa memikirkan segala aspek yang akan terjadi, berikut ini yang harus di perhatikan sebelum membuat Kartu Kredit;

  1. Kenali Status Financial Anda
    Apakah anda sudah mampu mengelolah keuangan dengan baik ? kalau belum mampu untuk mengatur keuangan, atur dulu pola keuagan anda sebelum menggunakan kartu kredit. Sehingga anda nanti mampu melakukan pembayaran tagihan.
  2. Pahami Konsekuensi Kartu Kredit
    Memiliki kartu kredit tentu berisiko. Salah satunya pihak asuransi atau marketing kartu kredit akan selalu menelpon anda untuk menanyakan terkait dengan pelunasan tagihan. Selian itu bunga dalam kartu kredit sangat besar yaitu 2,25% untuk perbulanya.
  3. Fungsi Serta Mamfaat Kartu Kredit
    Fungsi kartu kredit tidak hanya sebatas untuk menggantikan uang tunai saja. Melainkan kartu kredit merupakan sebuah instrumen pinjaman. Dimana dalam pinjaman tersebut berlaku nominal dengan jumlah tertentu dalam waktu 30 hari. Setelah lewat masa tersebut, Anda wajib mengganti semua transaksi yang sudah Anda lakukan sebelumnya dalam bentuk tagihan. Sedangkan manfaat dari kartu kredit anda bisa mendapatkan Dison saat berbelanja.
  4. Bijaklahlah Menggunakan Kartu Kredit
    Membuat kartu kredit tidaklah sulit, yang sering menjadi masalah utama adalah kebijakan setiap individu dalam menggunakan kartu kredit tersebut dan cara bank untuk menilai calon pengguna produknya itu. Pastikan setelah pengajuan diloloskan oleh pihak bank, Anda sebaiknya memakai kartu kredit dengan sebaik mungkin, tidak sekadar mengikuti Tren dan berbelanja dengan sangat Konsumtif. Sebab dari kartu kredit pertama Anda tersebut, penilaian untuk membuka kartu kredit lain dapat tercermin.