fbpx
Istana Siapkan Vaksinasi untuk Jokowi

Istana Siapkan Vaksinasi untuk Jokowi

Pemerintah akan mulai melaksanakan program Vaksinasi Covid-19 untuk pertama kalinya di Indonesia ini akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Secret-financial – Pemerintah akan mulai melaksanakan program vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1) besok. Vaksinasi Covid-19 untuk pertama kalinya di Indonesia ini akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyampaikan, saat ini Istana pun tengah mempersiapkan proses pelaksanaan vaksinasi untuk Presiden. Istana berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengatur tata cara vaksinasi.

“Rencana besok pagi penyuntikan vaksin perdana untuk Presiden. Kami (Sekretariat Presiden) sedang mempersiapkan dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk pengaturan tata cara vaksinasi,” ujar Bey kepada wartawan, Selasa (12/1).

Baca juga: Susilo Bambang Yudhoyono: Jangan Berpikir Vaksin Ada Pandemi Hilang

Menurut Bey, penyuntikan vaksin perdana tersebut juga akan disiarkan secara live streaming sehingga dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat. “Jadi prosesnya seperti apa, bisa dilihat langsung besok,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah akan memulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada Rabu 13 Januari 2021 esok. Vaksinasi, kata dia, pertama kali akan dilakukan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Vaksin Sinovac sendiri telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, Vaksin Covid-19 asal Cina inipun telah resmi mendapatkan fatwa halal dari MUI.

Baca juga: Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional Dimulai Rabu
KPK Geledah 2 Rumah Terkait Kasus Bansos Covid-19

KPK Geledah 2 Rumah Terkait Kasus Bansos Covid-19

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geledah dua rumah terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial atau Bansos Covid-19 pada hari Selasa, 12 Januari 2021.
KPK Geledah 2 Rumah Terkait Kasus Bansos Covid-19

Secret-financial – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geledah dua rumah terkait kasus dugaan korupsi bantuan sosial atau Bansos Covid-19 pada hari ini, Selasa, 12 Januari 2021.

Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, lokasi pertama yang digeledah penyidik adalah sebuah rumah di Jalan Raya Hamkam, Cipayung, Jakarta Timur. 

“Kemudian lokasi kedua adalah rumah di Perum Rose Garden, Jati Asih, Bekasi, ” ujar Ali melalui keterangan tertulis pada Selasa, 12 Januari 2021.

Baca juga: Politikus PDIP Pilih Bayar Denda Ketimbang Divaksin

Ali mengatakan, saat ini penggeledahan masih berlangsung. Sehingga untuk barang apa saja yang ditemukan dan disita penyidik, belum dapat dibeberkan. “Akan kami sampaikan setelah kegiatan selesai, ” ucap Ali.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan eks Menteri Sosial Juliari Batubara beserta dua pejabat pembuat komitmen bernama Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, dan dua pengusaha Harry van Sidabukke dan Aridan Iskandar menjadi tersangka.

KPK menduga Juliari Batubara menyunat Rp 10.000 dari tiap paket pengadaan Bansos Covid-19 seharga Rp 300.000. Total dana yang diduga telah diterima sebanyak Rp 17 miliar.

Polisi: Belum Ada Tubuh Penumpang Sriwijaya Air SJ182 Teridentifikasi

Polisi: Belum Ada Tubuh Penumpang Sriwijaya Air SJ182 Teridentifikasi

Umar Shahab mengatakan belum ada bagian tubuh dari penumpang Sriwijaya Air SJ182 yang teridentifikasi. Hingga kemarin malam, Ahad, 10 Januari 2021,

Secret-financial – Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Umar Shahab mengatakan belum ada bagian tubuh dari penumpang Sriwijaya Air SJ182 yang teridentifikasi. Hingga kemarin malam, Ahad, 10 Januari 2021, Basarnas telah menyerahkan sepuluh kantong berisi bagian tubuh diduga penumpang Sriwijaya kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

“Belum ada yang teridentifikasi,” kata Umar Shahab saat dikonfirmasi, Senin, 11 Januari 2021.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus berujar upaya identifikasi berupa tes deoksiribonukleat (DNA) membutuhkan kehadiran keluarga dekat korban. Keluarga yang dimaksud, kata Yusri, harus memiliki hubungan darah. Namun, para keluarga korban yang datang ke posko DVI di Rumah Sakit Polri Kramatjati masih tergolong kerabat jauh.

Baca juga: Cerita Warga saat Sriwijaya Air Jatuh

“Yang datang adalah pamannya, keponakan, tetangganya, jadi nggak bisa. Tapi kami sudah sampaikan supaya yang datang ini orang yang segaris lurus,” kata Yusri di Jakarta International Container Terminal atau JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 10 Januari 2021.

Hasil pencarian pesawat dan penumpang Sriwijaya Air SJ182 per Ahad, 10 Januari 2020 hingga pukul 19.20 tidak hanya menemukan sepuluh kantong berisi bagian tubuh. Basarnas juga mendapatkan sepuluh kantong berisi serpihan pesawat. Selain itu, ada 16 potongan besar dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang juga ditemukan.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2020. Pesawat Boeing 737-500 itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng untuk menuju Bandara Supadio, Pontianak pada pukul 14.36 WIB dan hilang kontak beberapa menit setelahnya.

Baca juga: Area Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Diperluas
Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional Dimulai Rabu

Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional Dimulai Rabu

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut pastikan pelaksanaan vaksinasi secara nasional akan dimulai pada Rabu (13/1).

Secret-financial – Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Luhut Binsar Pandjaitan pastikan pelaksanaan vaksinasi secara nasional akan dimulai pada Rabu (13/1).

“Kita akan mulai hari Rabu besok pastikan untuk vaksinasi secara nasional,” ujar Luhut, Senin (1/11).

Meski memang vaksin baru akan mulai disuntikan kepada mereka yang telah terdaftar pada lusa, tapi dampak dan reaksi dari vaksin tersebut baru bisa terlihat dalam tiga bulan mendatang. Untuk itu, ia memastikan penanganan protokol kesehatan akan tetap dilakukan dan diperketat.

Baca juga: Susilo Bambang Yudhoyono: Jangan Berpikir Vaksin Ada Pandemi Hilang

“Tiga bulan ke depan akan kelihatan dampaknya, semoga dilakukan cukup baik,” ujar Luhut.

Menurutnya, penyebaran Covid-19 yang makin parah juga banyak terjadi di negara lain. Di mana ada negara sudah mengalami gelombang kedua hingga pada ketiga jumlah infeksi virus Covid-19.

“Soal Covid-19 ini, seluruh dunia betul-betul sadar ini sudah ada gelombang kedua, bahkan gelombang ketiga sudah kejadian,” ujar dia.

KPC-PEN juga berpesan agar semua acara yang diselenggarakan harus bisa mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Di mana, pemerintah akan mengeluarkan seluruh upaya dan kemampuannya untuk menekan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Area Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Diperluas

“Saya berharap apapun yang kita selenggarakan harus mematuhi protokol kesehatan. Maka itu kami akan all out jangan sampai kita maju sampai di sini, namun tak bisa dikendalikan,” kata dia.

Area Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Diperluas

Area Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Diperluas

Badan SAR Nasional (Basarnas), melakukan perluasan area pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 menjadi enam sektor. Jumlah personel yang terlibat dalam

Secret-financial – Badan SAR Nasional (Basarnas), melakukan perluasan area pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 menjadi enam sektor. Jumlah personel yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan pesawat tersebut juga bertambah hari ini menjadi 2.600 personel.

“Area pencarian pesawat Sriwijaya Air diperluas menjadi enam sektor. Sebelumnya, pada hari pertama dan kedua kemarin dibagi dalam empat sektor,” ungkap Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman selaku SAR Mission Coordinator (SMC), di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/1).

Dia menjelaskan, pencarian dikonsentrasikan di bawah air dengan tetap dilakukan pencarian di permukaan air sampai dengan penyisiran ke pantai-pantai sesuai perhitungan teknis SAR. Pencarian di bawah air  dilakukan dengan menggunakan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV).

Baca juga: Cerita Warga saat Sriwijaya Air Jatuh

“Unsur-unsur SAR yang dikerahkan  hari ini juga bertambah, ada sekitar 2600 personil yang terlibat langsung dalam operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan SJ182,” katanya.

Alat utama SAR laut yang digunakan hari ini ada sebanyak 53 kapal. Kapal-kapal tersebut memiliki spesifikasi untuk pencarian dan pertolongan, sea rider, jetski, RIB yang berjumlah sekitar 20 unit. Menurut dia, alat-alat itu sangat efektif dan sesuai keperluan misi SAR di area pencarian.

“Alat utama SAR udara stand by sebanyak 13 unit siap digunakan sewaktu-waktu diperlukan untuk membantu pelaksanaan operasi hari ini. Sedangkan ambulance yang stand by ada 12 unit,” katanya

Keluarga Korban Sriwijaya Air Minta Urusan Pendataan Tidak Berbelit

Keluarga Korban Sriwijaya Air Minta Urusan Pendataan Tidak Berbelit

Salah seorang keluarga korban Sriwijaya Air bernama Ratih Windania mengatakan, mereka masih dalam kondisi sedih dan gelisah.

Secret-financial – Keluarga korban Sriwijaya Air meminta otoritas dan pemerintah tidak mempersulit urusan pendataan.

Salah seorang keluarga korban Sriwijaya Air bernama Ratih Windania mengatakan, mereka masih dalam kondisi sedih dan gelisah.

“Kami mengerahkan seluruh keluarga di Jakarta dan di Bandung untuk mengumpulkan data, namun banyak data yang diminta, sebenarnya sudah kami serahkan di sini. Mohon koordinasinya agar data bisa sinkron. Sehingga kami tidak kerepotan untuk mencari data,” kata pria ini di Graha Chandra Disti Wiradi, Bandara Supadio, Pontianak pada Senin, 11 Januari 2021.

Baca juga: Cerita Warga saat Sriwijaya Air Jatuh

Ia mengatakan semua permintaan data terkait, kartu keluarga, foto kopi KTP, dan beberapa dokumen sudah diserahkan suami Ratih ke crisis center di Pontianak.

“Kami bahkan membongkar lemari saudara kami, karena memang terkunci, untuk mendapatkan dokumen ini. Sikat gigi pun kami serahkan pak, tapi jangan dimintai berulang,” katanya.

Ia pun meminta otoritas tidak berlarut-larut mengidentifikasi jenazah. “Tidak mesti menunggu yang lain, jadi siapapun yang berhasil diidentifikasi, harap bisa dikirimkan segera. Jangan tunggu lengkap satu keluarga atau lengkap seluruh penumpang,” ujarnya.

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak ini diduga jatuh di perairan Kepulauan Seribu. 

Baca juga: Susilo Bambang Yudhoyono: Jangan Berpikir Vaksin Ada Pandemi Hilang
Cerita Warga saat Sriwijaya Air Jatuh

Cerita Warga saat Sriwijaya Air Jatuh

Suara Sriwijaya Air SJ-182 jatuh rute Jakarta-Pontianak di gugusan Kepulauan Seribu, Utara Jakarta, pada Sabtu (9/1) menggelegar seperti petir dan

Secret-financial – Suara Sriwijaya Air SJ-182 jatuh rute Jakarta-Pontianak di gugusan Kepulauan Seribu, Utara Jakarta, pada Sabtu (9/1) menggelegar seperti petir dan menggetarkan rumah penduduk di Pulau Lancang.

Penduduk Pulau Lancang, sekitar pukul 14.40 WIB, mengaku kaget karena mendengar suara gelegar bagaikan petir besar terdengar di tengah hujan lebat tersebut, bahkan menggetarkan kaca-kaca di jendela rumah penduduk.

Menurut Junaenah, kala itu, situasi tidak ada yang berbeda, ada masyarakat yang melaut, mencari rajungan (sejenis kepiting), dengan kebanyakan masyarakat berada di dalam rumahnya berlindung dari hujan.

“Pas dengar saya kaget: Ya Allah, suara apa itu, karena besar sekali seperti bom. Tapi saya dan anak-anak tidak keluar karena saya kira hanya petir di tengah hujan,” kata Junaenah yang jarak rumahnya dari bibir pantai hanya sekitar 200 meter tersebut.

Baca juga: Jokowi: Alhamdulillah Kita tidak Sampai Lockdown

Akhirnya kabar sebenarnya datang dan tersiar sekitar pukul 16.00 WIB di pulau yang masyarakatnya sebagian besar adalah keluarga nelayan itu, setelah adanya pengumuman Kementerian Perhubungan bahwa satu pesawat maskapai Sriwijaya Air hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu.

Kabar itu juga diperkuat oleh warga lainnya kembali dari melaut.

Dari kabar yang dibawa nelayan yang melaut, warga Pulau Lancang mengetahui ledakan tersebut adalah berasal dari sebuah pesawat yang mengalami kejadian nahas jatuh di antara tempat mereka dengan Pulau Laki yang tak berpenghuni.

“Nelayan yang baru pulang mengabari bahwa di sana (perairan Pulau Lancang-Pulau Laki) ada pesawat yang jatuh. Saya langsung ingat oh mungkin itu yang siang tadi (saat hujan) saya kira petir sangat besar,” ucap Marsu, Ketua RT 001/RW 001 Pulau Lancang.

Marsu menyebutkan, seketika mendapatkan kabar tersebut, banyak warga Pulau Lancang yang dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi jatuh pesawat yang akhirnya diketahui merupakan milik Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dengan nomor register PK-CLC.

“Akhirnya pihak berwenang di sini berinisiatif untuk mengumpulkan warga dan melakukan pencarian sebisanya sampai dihentikan sekitar pukul 21.00 WIB,” ucap Marsu.

Baca juga: Susilo Bambang Yudhoyono: Jangan Berpikir Vaksin Ada Pandemi Hilang

Kesaksian: Ombak Jadi Sangat Tinggi

Adalah Hendrik Mulyadi, seorang nelayan rajungan di sekitar perairan Pulau Lancang-Pulau Laki, Kepulauan Seribu, yang menjadi saksi kunci kejadian nahas pada Sabtu (9/1) siang tersebut.

Hendrik menceritakan dirinya saat kejadian nahas tersebut berada di lokasi yang diduga kuat menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 itu bersama dua rekannya yang merupakan ABK di kapal pencari rajungannya.

“Saat itu hujan cukup besar (kemungkinan berkabut), dan kami bertiga di tengah laut sedang konsentrasi mengambil bubu (alat penangkap rajungan), tiba-tiba ada seperti kilat ke arah air disusul dentuman keras, puing berterbangan sama air (ombaknya) tinggi sekali, untung kapal saya enggak apa-apa,” kata pria 30 tahun itu dalam perbincangannya dengan Antara di lokasi.

Setelah rangkaian kejadian yang berlangsung di bawah dua menit tersebut, Hendrik mengaku dirinya dan dua rekannya tidak bisa melakukan apa-apa selain bertanya-tanya ada apa gerangan yang terjadi dan sempat mengira itu adalah bom yang jatuh dan meledak.

Namun anehnya, Hendrik mengaku sesaat sebelum kejadian tidak terdengar suara mesin pesawat sebelum dentuman keras, serta tidak terlihat kobaran api membubung sesaat setelah dentuman keras.

“Suara mesin gak ada. Terus saat kejadian gak kelihatan ada api, hanya asap putih, puing-puing yang berterbangan, air yang berombak besar, dan ada aroma seperti bahan bakar,” katanya.

Baca juga: 32 Pengendara di Ngawi Terjaring Operasi Yustisi

Meski tidak mengalami cedera dan kapalnya tidak mengalami kerusakan, Hendrik mengaku masih terguncang, hingga tidak enak makan dan tidur sampai tak sanggup bekerja mencari rajungan seperti sedia kala.

Dari informasi yang dihimpun Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Baca juga: Grabtoko Dilaporkan ke Mabes Polri

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dua hari sudah Tim SAR Gabungan mencari penumpang dan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tersebut yang mengalami kecelakaan di perairan Pulau Laki dan Lancang Kepulauan Seribu, dengan berbagai temuan baik itu serpihan yang diduga bagian pesawat nahas, juga ada bagian tubuh manusia.

Meski secara resmi sudah diumumkan bahwa kejadian ini merupakan kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air tersebut, alangkah baiknya semua pihak bisa melakukan berbagai upaya yang berempati pada semua pihak baik itu keluarga korban, relawan, hingga saksi-saksi kejadian, setidaknya tidak menyebarkan kabar-kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Karena, perlu diingat musibah serta bencana bisa menimpa siapa saja dan dalam keadaan apa saja, semua bisa menjadi korban.

Jokowi: Alhamdulillah Kita tidak Sampai Lockdown

Jokowi: Alhamdulillah Kita tidak Sampai Lockdown

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa masyarakat Indonesia masih cukup beruntung karena tidak sampai menjalani penutupan wilayah atau lockdown

Secret-financial – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa masyarakat Indonesia masih cukup beruntung karena tidak sampai menjalani penutupan wilayah atau lockdown dalam penanganan Covid-19. Pemerintah memang sejak awal memilih melakukan pembatasan aktivitas masyarakat ketimbang menutup wilayah. Padahal negara-negara lain, menjalankan kebijakan lockdown demi memutus rantai penularan Covid-19. 

“Kita ini kalau saya lihat Alhamdulillah masih beruntung tidak sampai lockdown. Kalau di negara lain seperti Eropa sampai 3 bulan. Bahkan London Inggris baru saja lockdown lagi. Bangkok juga lockdown, Tokyo juga statusnya darurat,” kata presiden dalam acara penyerahan bantuan modal kerja (BMK) kepada pelaku usaha mikro kecil di Istana Bogor, Jumat (8/1). 

Kendati tidak menjalankan penutupan wilayah, Presiden Jokowi mewanti-wanti masyarakat agar tetap menaati protokol kesehatan. Protokol kesehatan dianggap menjadi jurus terampuh untuk menekan laju penularan Covid-19, bahkan saat vaksinasi nanti sudah dijalankan. 

Baca juga: Susilo Bambang Yudhoyono: Jangan Berpikir Vaksin Ada Pandemi Hilang

Dengan kombinasi antara vaksinasi Covid-19 yang mulai berjalan pekan depan dan kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan, diharapkan kekebalan komunal atau herd immunity bisa segera terbentuk.  “Kalau itu terbentuk, Insya Allah Covid-nya setop,” ucap Jokowi.

Awal pekan ini, pemerintah telah menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai daerah Jawa-Bali yang efektif mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021. PPKM tidak diterapkan terhadap seluruh provinsi di Jawa dan Bali, melainkan hanya berlaku untuk kota dan kabupaten yang memenuhi kriteria. 

Baca juga:
Susilo Bambang Yudhoyono: Jangan Berpikir Vaksin Ada Pandemi Hilang

Susilo Bambang Yudhoyono: Jangan Berpikir Vaksin Ada Pandemi Hilang

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan catatan awal tahun 2021. Salah satu yang disoroti SBY adalah

Secret-financial – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan catatan awal tahun 2021. Salah satu yang disoroti SBY adalah bagaimana menghadapi pandemi corona.

Menurut Susilo Bambang Yudhoyono, sikap masyarakat beragam dalam menghadapi 2021. Ada yang optimistis tak sedikit pula yang pesimistis. Ada yang pasrah, pun ada yang masa bodoh.

“Saya sendiri memilih untuk bersikap lebih optimistis (cautious optimism) dan yakin bahwa negeri kita masih punya jalan untuk sukses. Artinya, peluang bagi meredanya badai corona dan pulihnya ekonomi kita memang ada,” kata SBY dalam catatan yang diunggah di akun Facebooknya, Jumat (8/1).

Baca juga: 32 Pengendara di Ngawi Terjaring Operasi Yustisi

Namun, SBY mengingatkan bahwa segala sesuatu yang baik tidak bisa diraih dengan begitu saja. Diperlukan sebuah kerja keras untuk mencapainya.

“Sungguh pun demikian, semua itu tak datang dari langit. Jangan pula bersikap “take for granted”, seolah peluang baik itu akan datang dengan sendirinya,” jelas Presiden keenam RI ini.

Ia mencontohkan dalam konteks pandemi corona. Jangan sampai masyarakat berpikir, karena vaksin COVID-19 sudah tiba di tanah air maka pandemi ini otomatis berakhir.

“Jangan lantaran vaksin sudah datang pasti pandemi akan segera hilang. Setelah itu ekonomi kita akan pulih kembali dan bahkan tumbuh meroket. Jangan bersikap dan berpikir begitu. Tuhan tidak suka,” kata SBY.

SBY mengatakan, kehadiran vaksin memberikan harapan baru. Bukan tidak mungkin vaksinasi akan menjadi titik balik untuk mengakhiri pandemi corona.

Baca juga: Grabtoko Dilaporkan ke Mabes Polri

Namun, kata SBY, perlu diingat bahwa vaksinasi butuh waktu. Seiring dengan vaksinasi, SBY menyebut kepatuhan terhadap berbagai upaya menghadapi corona tetap harus dikedepankan.

“Vaksinasi terhadap rakyat Indonesia yang jumlahnya 200 juta lebih tentu memerlukan waktu. Oleh karena itu jangan sampai upaya mengatasi COVID saat ini menjadi kendor, termasuk dalam menjalankan berbagai pembatasan yang diperlukan,” kata SBY.

32 Pengendara di Ngawi Terjaring Operasi Yustisi

32 Pengendara di Ngawi Terjaring Operasi Yustisi

Sebanyak 32 pengendara di Ngawi terjaring operasi yustisi penggunaan masker. 32 Pengendara yang melanggar di Ngawi tersebut langsung diberi sanksi tilang.

Secret-financial – Sebanyak 32 pengendara di Ngawi terjaring operasi yustisi penggunaan masker. 32 Pengendara yang melanggar di Ngawi tersebut langsung diberi sanksi tilang.

“Operasi yustisi penggunaan masker memang sering kita gelar di Ngawi. Guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan,” ujar Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/1/2021).

Puluhan yang terjaring, kata Winaya, merupakan pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat. Operasi yustisi digelar di titik sasaran yakni Jalan Agung Suprapto. Tepatnya di depan Kantor PLN Ngawi.

Baca juga: Konsumen Dirugikan Grab Toko, YLKI Imbau Lapor Polisi atau Gugat ke Pengadilan

“Baik pengendara roda dua dan roda empat yang kita berhentikan karena tidak memakai masker. Langsung kita tilang,” jelasnya.

“Yang telah melanggar Pasal 27 C Perda Jatim Nomor 2 Tahun 2020 dengan putusan terdakwa dikenakan sanksi denda sebesar Rp 40 ribu. Apabila tidak dibayar diganti dengan kurungan penjara selama 7 hari,” imbuhnya.

Winaya menambahkan, operasi yustisi itu tidak hanya digelar oleh anggota polres. Namun juga dari unsur TNI dan instansi terkait. Operasi yustisi ini untuk sekaligus memberikan sosialisasi agar masyarakat disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Baca juga: Grabtoko Dilaporkan ke Mabes Polri

“Baik Polri, TNI dan instansi pemerintah Kabupaten Ngawi semua memerangi COVID-19 termasuk wajib bermasker,” pungkasnya.

Grabtoko Dilaporkan ke Mabes Polri

Grabtoko Dilaporkan ke Mabes Polri

Ratusan korban grabtoko yang uangnya raib melaporkan e-commerce tersebut ke Mabes Polri. Para korban ini bergabung di grup WhatsApp untuk menyampaikan...

Secret-financial – Ratusan korban grabtoko yang uangnya raib melaporkan e-commerce tersebut ke Mabes Polri. Para korban ini bergabung di grup WhatsApp untuk menyampaikan laporan secara kolektif.

Salah satu korban bernama Fences (nama inisial) menjelaskan hari ini sudah ada perwakilan yang menyampaikan laporan ke Mabes Polri.

“Sudah ada perwakilan yang hari ini ke Mabes untuk pelaporan,” kata dia.

Baca juga: Konsumen Dirugikan Grab Toko, YLKI Imbau Lapor Polisi atau Gugat ke Pengadilan

Berdasarkan keterangan grabtoko, raibnya uang konsumen karena kejahatan yang dilakukan oleh investor mereka.

Namun, Fences menjelaskan yang pihaknya laporkan ke Mabes Polri adalah grabtoko, bukan si investor karena dirinya bersama ratusan korban lain tak tahu-menahu soal investor tersebut.

“(Yang dilaporkan) grabtoko dong, soalnya kita mah ya gimana ya mas, kan kita nggak tahu menahu sama investornya. Maksudku ya selama ini yang promosi pun pihak grabtoko, customer nggak tahu menahu tentang investor,” paparnya.

Baca juga: Jokowi: Menanti Vaksin Covid-19? Sabar, Saya Juga

Lewat laporan tersebut, pihaknya berharap kepolisian mengusutnya dan dapat membuat uang korban kembali. Total uang korban yang raib sejauh yang sudah terdata mencapai Rp 917.363.299.

“Intinya sih kondisi kita saat ini lagi berusaha supaya data gabungan ini bisa diterima sama polisi dan diusut, syukur-syukur kalau bisa refund, kalau nggak bisa refund nih buyer benar-benar rugi,” tambahnya.

Konsumen Dirugikan Grab Toko, YLKI Imbau Lapor Polisi atau Gugat ke Pengadilan

Konsumen Dirugikan Grab Toko, YLKI Imbau Lapor Polisi atau Gugat ke Pengadilan

Grab Toko harus segera memberikan kepastian bagi para konsumen yang telah dirugikan. “Itu (memang) urusan korporasi dan manajemen Grab Toko.

Secret-financial – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi angkat bicara soal dugaan penipuan konsumen oleh e-commerce Grab Toko. Meski belakangan manajemen perusahaan itu mengaku ditipu oleh investor gelap, Grap Toko tetap harus mempertanggungjawabkan dana konsumen yang telah dirugikan dan yang belum dikembalikan.

Tulus menegaskan bahwa Grab Toko harus segera memberikan kepastian bagi para konsumen yang telah dirugikan. “Itu (memang) urusan korporasi dan manajemen Grab Toko. Namun, tidak menghilangkan tanggung jawab mereka kepada konsumen,” katanya saat dihubungi, Rabu, 6 Januari 2021.

Staf Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Rio Priambodo berharap kasus business to business ini bisa segera diselesaikan. Jika merasa dirugikan, konsumen dapat melalui jalur arbitrase atau gugatan di pengadilan. “Atau jika ada dugaan unsur pidana bisa melaporkan ke pihak kepolisian.”

Baca juga: Jokowi: Menanti Vaksin Covid-19? Sabar, Saya Juga

Tak sedikit konsumen yang mengaku telah dirugikan oleh Grab Toko melampiaskan kekesalannya lewat media sosial Twitter. Banyaknya pengakuan konsumen yang ditipu olehGrab Toko ini pun berkembang viral. Beberapa di antaranya mengaku produk yang sudah dibeli tak kunjung dikirimkan dan uang pembayaran juga belum dikembalikan.

Grab Toko sebelumnya terbilang agresif menjual ponsel pintar Android dan iPhone baru dengan harga bersaing. Salah satunya, iPhone 11 yang dijual mulai Rp 5 juta dan Poco X3 NFC dibanderol mulai Rp 1 jutaan.

Namun belakangan terkuak dari temuan sejumlah warganet yang membongkar kejanggalan dalam operasional Grab Toko. Beberapa kejanggalan itu mulai dari domain internet yang diproteksi, umur domain baru 39 hari, CMS memakai platform WordPress, kantor pusat yang berada di co-working space, hingga pembayaran melalui rekening bank.

Saat ini, semua media sosial dan situs Grab Toko sudah tidak bisa diakses. Bahkan kantor fisik Grab Toko yang disebut-sebut berada di kawasan Rasuna Said sudah kosong.

Sementara itu, Managing Director PT Grab Toko Indonesia, Yudha Manggala Putra mengaku bahwa perusahaan mengalami kasus penipuan oleh investor yang melakukan penggelapan dana.

Baca juga: Tolak Vaksin dijatuhi Sanksi Pidana? Simak Berikut Ini

“Mohon maaf atas keterlambatan respon dari pihak grab toko, saat ini kami sedang melaporkan investor grab toko atas penggelapan uang konsumen ke Mabes Polri di Trunojoyo Jakarta Selatan (nomer laporan menyusul setelah penyidikan),” ujar Yudha seperti dikutip dari media sosialnya.

Lebih jauh Yudha menyebutkan bahwa perusahaan juga sudah berusaha menyita aset-aset investor yang ada dan membekukan semua rekening mereka, agar terhindar kerugian lebih besar lagi.

Jokowi: Menanti Vaksin Covid-19? Sabar, Saya Juga

Jokowi: Menanti Vaksin Covid-19? Sabar, Saya Juga

Presiden Jokowi dan meminta seluruh masyarakat sabar menanti disuntik vaksin Covid-19 sembari tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Secret-financial – Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan meminta seluruh masyarakat sabar menanti disuntik vaksin Covid-19 sembari tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Apakah Anda tengah menanti vaksin Covid-19? Sabar. Saya juga,” ujar Jokowi di akun Instagram-nya @jokowi, Kamis, 7 Januari 2021.

Jokowi menyebut, vaksin sudah tersedia dan mulai didistribusikan ke daerah-daerah, tapi untuk vaksinasi masih harus menunggu izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan proses kajian halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga: Tolak Vaksin dijatuhi Sanksi Pidana? Simak Berikut Ini

Presiden Jokowi akan menjadi orang pertama yang menanti dan menerima vaksin Covid-19. Pemerintah menjadwalkan Presiden akan disuntik vaksin pada 13 Januari 2021.

“Dan saya sekali lagi akan menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 tersebut. Mengapa Presiden jadi yang pertama? Bukan hendak mendahulukan diri sendiri, tapi agar semua yakin

bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, siap-siap saja,” ujar Jokowi.

Tolak Vaksin dijatuhi Sanksi Pidana? Simak Berikut Ini

Tolak Vaksin dijatuhi Sanksi Pidana? Simak Berikut Ini

Awal Corona saja yang dipidana dikeluarkan buat antisipasi penularan virus, sedangkan sekarang orang yang tolak di vaksin akan dijatuhi sanksi pidana?

Secret-financial – Jika izin darurat vaksin dari BPOM sudah terbit, DKI Jakarta akan memulai vaksinasi pada pekan kedua dan pekan ketiga Januari 2021. Bagi warga yang tolak vaksin, akan dijatuhi sanksi pidana denda maksimal Rp 5 juta. Awal Corona saja yang dipidana dikeluarkan buat antisipasi penularan virus Covid-19, sedangkan sekarang orang yang tolak di vaksin akan dijatuhi sanksi pidana? ada yang aneh kan.

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, mengatakan, warga tak perlu ragu dengan keamanan vaksin. Dia memastikan pemerintah pusat dan Pemprov DKI bertanggung jawab atas keselamatan warga.

“Terkait keraguan vaksin, tak usah khawatir, kami, pemerintah pusat dan Pemda, bertanggung jawab. Bahkan Pak Jokowi menjadi orang yang pertama ingin disuntik. Jadi, warga negara enggak perlu khawatir atau takut terkait vaksin. Kami bertanggung jawab sepenuhnya atas nama negara terhadap kesehatan dan keselamatan warga,” tegas Riza di Balai Kota, Jakarta, Rabu (6/1).

Baca juga: NIK KTP Pelanggar Prokes di Surabaya Bakal Diblokir Sebelum Bayar Denda

Terkait banyaknya warga yang menolak vaksin atas dasar HAM, Riza menilai alasan itu tak relevan. Sebab vaksin corona akan melindungi setiap jiwa, termasuk menjaga keselamatan orang sekitar.

“Justru HAM-nya terbalik, kalau kita tidak disuntik, kita mengganggu hak hidup orang, hak keselamatan orang karena COVID-19 ini dengan cepat dapat membahayakan dan menularkan orang lain. Jadi, itu mohon dipahami oleh seluruh warga, kenapa semua wajib divaksin. Dan kenapa harus ada denda, sanksi pidana,” jelasnya.

Riza menegaskan, vaksin corona berbeda dengan vaksin polio atau vaksinasi lainnya. Sebab vaksin corona bukan hanya melindungi masing-masing individu, tapi juga orang lain.

“Perlu ada sanksi, karena kalau kita menolak, tidak hanya membahayakan keselamatan jiwa kita pribadi dan keluarga, tapi juga orang lain. Kalau kita waktu itu tidak disuntik polio, itu keselamatan dan kesehatan hanya terjadi pada diri kita. Tidak menyangkut orang lain. Itu perbedaan yang mendasar,” tuturnya.

Baca juga: Beberapa Tips Agar Keuangan Membaik di Tahun 2021

Berikut bunyi pasal sanksi denda bagi orang yang menolak vaksinasi di Jakarta sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2020:

BAB X

KETENTUAN PIDANA

Pasal 30

Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi COVID-19, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).

Sebanyak 3 juta dosis vaksin asal China, Sinovac, telah tiba di Indonesia dan mulai didistribusikan ke sejumlah daerah. Penyuntikan pertama ke kelompok tenaga kesehatan masih menunggu izin penggunaan darurat vaksin dari BPOM.