oleh

Sungguh Mengerikan Debt Collector Pinjaman Online

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Penagihan utang online oleh perusahaan financial technology (fintech) yang belakangan ini marak terjadi, menagih cicilan yang belum dibayarkan alias utang sah-sah aja dilakukan. Namun, kalau menagihnya disertai dengan ancaman hingga pelecehan, itu sih udah kelewat batas, bahkan kurang ajar yang dilakukan debt collector pinjaman online.

Cara penagihan yang mengintimidasi dan mempermalukan para peminjam. Salah satu korban mengaku diintimidasi dengan disuruh debt collector untuk menjual diri. Korban lainnya ada yang berencana menjual ginjal untuk membayar utangnya, bahwa debt collector pinjaman online begitu kasar dalam menagih utang.

Penagihan utang online menagihnya disertai dengan ancaman hingga pelecehan, bahkan kurang ajar yang dilakukan debt collector pinjaman online.

Prosedur pinjol tidak ribet. Menurutnya, saat itu ia cukup mengirimkan fotokopi Kartu Tanpa Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Tak butuh waktu lama, sejumlah dana yang diinginkan sudah cair.

Rupanya pinjamannya tersebut terpotong biaya administrasi yang cukup besar. Jika menunggak utang online akan dihubungi debt collector yang lama kelamaan suka mengancam hingga meneror.

Mulai diteror penagih dari perusahaan aplikasi pinjol. Tindakan penagihan mulai dari yang sifatnya reminder sampai dengan intensif agar dirinya membayar kewajiban.

Tidak hanya itu, debt collector juga menyebarkan pesan ke seluruh orang di kantornya. Pesan itu seakan-akan dirinya melakukan pencurian atau penggelapan uang sebuah perusahaan.

Sebenarnya pinjaman online ini bisa jadi merugikan negara. Sebab, banyak transaksi pinjaman online ini banyak yang tidak dilaporkan ke negara. ”Padahal, seharusnya ada semacam pajak atau pendapatan negara dalam transaksi itu.

Baca juga : Jalan Keluar Bebas Jeratan Utang Pinjol

Penagihan utang online kadang disertai dengan kekerasan dan tindakan penyitaan secara paksa. Usut punya usut, ternyata perbuatan menyita barang-barang sebagai ganti utang adalah perbuatan melanggar hukum.

Perbuatan tersebut bisa dikenakan pasal pidana. Pertama, Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka pidana denda yang diatur dalam Pasal 362 KUHP menjadi paling banyak Rp. 900.000,-

Penagihan utang online yang gak wajar juga bisa kamu adukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai lembaga yang mengawasi kegiatan di jasa keuangan, OJK berwenang dalam menangani persoalan debitur yang dapat perlakuan gak menyenangkan dari debt collector pinjaman online.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed