oleh

Faktor Penyebab Masih Banyak Fintech Ilegal di Indonesia

Faktor Penyebab Masih Banyak Fintech Ilegal -  Fintech ilegal servernya banyak dari China, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Indonesia sendiri.

SECRET-FINANCIAL.COM. Faktor Penyebab Masih Banyak Fintech IlegalFintech ilegal yang meresahkan masyarakat terus bermunculan. Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan bahwa Fintech ilegal dilihat dari servernya banyak yang datang dari China, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Indonesia sendiri.

Akhir-akhir ini, media kembali diramaikan dengan berita kasus pinjaman online yang menyebabkan nasabah bunuh diri. Seluruh masyarakat Indonesia akhirnya mengetahuinya karena nasabah tersebut menuliskan di surat wasiat yang ditinggal bahwa penyebab bunuh diri karena terjerat utang pinjaman online.

Baca juga : Hati-Hati Teror Debt Collector Pinjaman Online

Yang kita tahu, setiap orang yang berutang di lembaga pinjaman, biasanya harus menaruh barang sebagai jaminan. Ada yang memakai sertifikat rumah, tanah, BPKB kendaraan, atau perhiasan. Kalau nggak bisa memenuhi kewajiban bayar utang tiap bulan, ya barang-barang itulah yang akan disita si peminjam. Beda sama Fintech zaman sekarang. Karena sistemnya nggak pakai agunan, si debt collector akan memakai cara lain saat menagih utang ke peminjam. Tapi cara-caranya ini lo yang dianggap keluar batas. Mulai dari mengancam akan menyebar data pribadi, memaki-maki, sampai melecehkan nasabah dengan menyuruhnya menari telanjang kalau mau utangnya lunas.

Sebelumnya, Polisi pun menduga fintech bisa jadi modus baru pendanaan terorisme. Kanit Tipideksus Bareskrim Polri, Kompol Setyo Bimo Anggoro mengatakan, pihaknya curiga bahwa ada modus baru dari penyaluran dana terorisme di Indonesia. Polisi khawatir modusnya kini melalui fintech khususnya yang ilegal, lantaran sulit terlacak.

Terdapat beberapa faktor penyebab masih banyak fintech ilegal di Indonesia.

  1. Sangat mudah membuat aplikasi website dengan kemajuan teknologi informasi saat ini.
  2. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai fintech masih perlu ditingkatkan.
  3. Pangsa pasar yang masih besar untuk pinjaman online di Indonesia.
  4. Memberikan kemudahan dalam pinjaman uang, walaupun pada dasarnya mereka mengenakan bunga, fee dan denda yang tinggi.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara meminimalisir risiko transaksi dengan pinjaman online dan cara memanfaatkan pinjaman online.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed