oleh

Februari Harga Rokok Naik, Apa Masih Ada Orang Yang Beli Rokok ?

Februari Harga Rokok Naik, Apa Masih Ada Orang Yang Beli Rokok ?

SECRET-FINANCIAL.COM – Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) menilai kenaikan cukai 2020 ini agak unik karena jarak (gap) harga dari cukai 2019 dengan 2020 cukup jauh.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memastikan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) rata-rata 21,56%, dengan kenaikan harga jual eceran rokok rata-rata sebesar 35%.

Sebenarnya hal ini lumrah terjadi karena pabrikan rokok masih boleh pakai cukai 2019 hingga akhir Januari 2020.
Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti menjelaskan memang ada kenaikan cukai 35 persen yang otomatis mempengaruhi harga seluruh produk rokok.

Meski sudah menginjak akhir bulan Januari 2020, masih ada sebagian rokok yang harga rokok belum naik karena masih pakai pita cukai yang lama.

“Meski sudah menginjak akhir bulan Januari 2020, masih ada sebagian rokok yang harga rokok belum naik karena produksi rokok November dan Desember 2019 masih pakai pita cukai yang lama,” jelasnya di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Nantinya, lanjut Muhaimin, kenaikan harga rokok diberlakukan pada produksi rokok tahun 2020. Adapun keluarnya produk tersebut di pasaran tergantung pada percepatan penyerapan produk,  kalau rokok dengan cukai pita 2019 sudah habis, secepatnya yang harganya lebih tinggi akan muncul di pasaran. 

pita cukai 2019 masih boleh dipakai sampai akhir Januari 2020 dan ada aturannya di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Baca juga : Orang RI Pintar, Utang Di Pinjaman Online Tidak Di Bayar

“Nah, cukai baru akan dicetak dan didistribusikan minggu kedua Januari 2020 dan sudah tersebar ke beberapa perusahaan,” jelasnya.

Fedaus bilang nantinya pada Februari dan Maret mendatang bakalan ada dua harga di ritel karena produk satu masih mengacu pakai cukai lama dan satunya lagi pakai standard harga cukai yang baru.

Ketua Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) M Nur Azami menjelaskan memang bakal ada kejadian rokok sama dengan harga berbeda tapi tidak banyak dan signifikan. Adapun kenaikan harga jual rokok di pasaran terletak di pita cukainya. 

Azami memaparkan meski sejak Desember 2019 sudah banyak fenomena kenaikan harga di sejumlah toko.

Hal itu merupakan strategi ritel menaikkan harga perlahan untuk menjaga psikologi konsumen.

kalau pita cukai 2020 sudah massif maka rokok berpita cukai 2019 tidak boleh mengikuti harga jual terbaru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed