oleh

Fintech, Bank, dan Leasing Akan Beri Libur Bayar Cicilan

Fintech, Bank, dan Leasing Akan Beri Libur Bayar Cicilan

secret-financial.com – Menghadapi pandemi COVID-19 atau virus corona Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan stimulus di bidang jasa keuangan, baik bank, perusahaan pembiayaan (multifinance), asuransi, dan dana pensiun. Lalu bagaimana dengan pinjaman dari fintech lending atau pinjaman online.

Menghadapi pandemi COVID-19 atau virus corona Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan Fintech, Bank, dan Leasing akan beri libur bayar cicilan.
Baca juga: Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan perusahaan Fintech lending merupakan platform yang mempertemukan antara pemberi pinjaman dan penerima pinjaman. Perusahaan fintech lending sebagai lembaga jasa keuangan tidak bertindak sebagai pemberi pinjaman sebagaimana di industri Perbankan atau Pembiayaan.

Perbankan dan lembaga keuangan non bank di Indonesia merespon kebijakan OJK terkait pemberian restrukturisasi atau keringanan cicilan kredit. Terdapat 77 bank dan 46 perusahaan pembiayaan yang menawarkan restrukturisasi kredit.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani bercerita, salah satu sektor yang terdampak Corona adalah penyedia jasa EO. Akibat penerapan social distancing banyak acara dibatalkan sehingga membuat bisnis EO terpukul.

Oleh karena itu, Aviliani pun menyarankan kepada pelaku industri EO untuk dapat mengajukan restrukturisasi kredit ke perusahaan financial technology (fintech). Mengapa fintech dan bukan bank atau leasing? Aviliani mengatakan bahwa saat ini banyak perusahaan jasa EO yang mencari pendanaan melalui fintech.

“Biasanya perusahaan EO kebanyakan ke fintech. Anda bisa restrukturisasi karena Anda sudah kontrak even tapi enggak jadi. Yang penting ada data-data dan bukti itu penting untuk bisa restrukturisasi,” ujar dia dalam siaran online via Instagram.

Sejumlah bank badan usaha milik negara (BUMN) menyatakan siap untuk memberikan keringanan kepada nasabah yang usahanya terdampak corona. Mulai dari nasabah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga penangguhan angsuran kredit.

Kelonggaran cicilan yang dimaksud lebih ditujukan pada debitur kecil antara lain sektor informal, usaha mikro, pekerja berpenghasilan harian yang memiliki kewajiban pembayaran kredit untuk menjalankan usaha produktif mereka.

Relaksasi dengan penundaan pembayaran pokok sampai dengan 1 tahun tersebut dapat diberikan kepada debitur yang diprioritaskan. Dalam periode 1 tahun tersebut debitur dapat diberikan penundaan/penjadwalan pokok dan/atau bunga dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan ataupun asesmen bank/leasing misal 3,6,9, atau 12 bulan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed