oleh

12 Fintech Peer to Peer Lending Dapat Izin OJK

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Sebanyak dua belas penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending yang dapat izin OJK juga anggota Asoiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian total sudah ada 25 penyelenggara fintech lending yang mengantongi lisensi dari OJK.

Penyelenggara fintech lending tersebut meliputi PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran), PT Mediator Komunitas Indonesia (Crowdo), PT Dana Pinjaman Inklusif (PinjamanGo), PT Ammana Fintek Syariah (Ammana), PT Esta Kapital Fintek (Esta), PT Mekar Investama Sampoerna (Mekar), PT Pohon Dana Indonesia (Pohon Dana), PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami), PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks), PT Tri Digi Fin (Kreditpro), PT Fintegra Homido Indonesia (Fintag), dan PT KUFI (Rupiah Cepat). Izin tersebut berlaku aktif per 13 Desember 2019.

Sebanyak 12 penyelenggara fintech peer to peer lending yang dapat izin OJK , total sudah ada 25 penyelenggara fintech yang mengantongi lisensi dari OJK.

Dalam waktu 3 tahun fintech bisa menunjukkan kemampuannya, termasuk mendukung ekosistemnya. Keyakinan publik semakin menemukan titik terang, diharapkan 2020 bisa double yang memperoleh izin lisensi dari OJK.

Fintech peer to peer lending yang dapat izin OJK harus memenuhi persyaratan ketat dari OJK. Mereka, lanjut dia, wajib menyalurkan pembiayaan minimal 20 persen dari total pinjaman ke sektor UMKM. Selain itu, perusahaan harus memenuhi tingkat keamanan sistem informasi berupa ISO 27001 yang merupakan standar internasional manajemen keamanan informasi.

Untuk tagihan lebih dari 90 hari itu dilakukan penagihan oleh 6 desk collection di AFPI. Tidak sulit bagi OJK mulai melakukan pelaporan bahwa siapa pihak yang tidak bertanggungjawab melakukan penagihan.

Ia berharap langkah dari 12 perusahaan tersebut diikuti oleh anggota AFPI lainnya. Ia menyebut terdapat 119 perusahaan dalam proses pengajuan perizinan kepada OJK.

Baca juga : Baca Ini Jika Anda Tidak Mampu Bayar Pinjol

Perkembangan kami yang semakin maju sejalan dengan pengembangan fintech data center, melampaui penggunaan digital signature. Sehingga diharapkan nanti sulit bagi para teroris untuk melakukan pemalsuan KTP. Jadi benar lokasinya, identifikasinya.

Berdasarkan data OJK, total penyaluran pinjaman oleh fintech lending mencapai Rp68 triliun hingga Oktober 2019. Realisasi itu meningkat 200 persen dari posisi Oktober tahun lalu. Sementara itu, rekening lender (pemberi pinjaman) meningkat 178,62 persen menjadi 578.158 entitas dan rekening borrower (peminjam) bertambah 266,71 persen menjadi 15.986.723 entitas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed