oleh

Ngeri! Fintech Ilegal Lakukan Pelecehan Seksual

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Keberadaan fintech ilegal masih meresahkan banyak masyarakat yang menjadi korban pinjaman online dan mendapat pengalaman tak menyenangkan dari para penagih utang dengan lakukan pelecehan seksual.

Sebuah iklan beredar dan menjadi viral. Dalam iklan tersebut, seorang perempuan bernama Darsiani memberi tawaran mengejutkan dengan rela digilir seharga Rp 800 ribu demi melunasi utang di aplikasi fintech illegal.

Pembuatan iklan penjajaan diri sebagai cara penagihan yang diduga dilakukan oleh debt collector adalah pelanggaran kode etik yang menjadi tanggung jawab fintech.

Fintech harus mematuhi  keputusan Kapolri tentang tatacara penagihan yg bisa disamakan debt collector penagihan berdasarkan fidusia.

Tujuannya fintech ilegal lakukan pelecehan seksual untuk mempermalukan korban sehingga dapat segera melunasi utangnya ke fintech tersebut tapi cara penagihan utang dengan melecehkan dan mempermalukan korban bukan yang pertama kalinya.

OJK dan polisi serta pihak lainnya harus melakukan tindakan preventif atas korban investasi/fintech ilegal ini.

Banyak korban yang akhirnya dipecat dari perusahaannya, diceraikan suami atau istrinya, dan bahkan mengalami trauma. Selain itu, ada beberapa korban yang bunuh diri lantaran depresi tak bisa melunasi pinjaman beserta bunga tinggi dari fintech ilegal. 

Cara penagihan utang ala fintech ilegal ini memang merambah ranah privasi. Bahkan, tercatat ada salah satu fintech ilegal di Google Play Store yang menyalahgunakan ribuan data pengguna dari aplikasi Go-Jek, Grab, dan Tokopedia.

Keberadaan fintech ilegal masih banyak yang menjadi korban pinjaman online dan mendapat ancaman dari para penagih utang dengan lakukan pelecehan seksual.
Baca juga : Orang Utang di 141 Fintech Kena Teror Debt Collector

Aplikasi pinjaman online ini rupanya tidak selamanya bermanfaat. Karena, tidak sedikit orang yang terjerat lilitan utang lantaran gagal bayar. Saat gagal bayar terjadi, beberapa aplikasi pinjaman online melakukan penagihan dengan cara kurang mengenakkan. “Mereka menelpon teman si peminjam untuk dimintai tolong mengingatkan pembayaran utang,” katanya.

Ada pula perusahaan aplikasi pinjaman online yang mengirimkan debt collector untuk menagih utang.

Bagian desk collection dari pihak penyelenggara fintech tempat Anda mengajukan pinjaman akan terus menerus menghubungi via telepon hingga tagihan dibayar. Terkandang muncul rasa takut ketika ada nomor telepon baru yang menghubungi sehingga tak ingin untuk menerima telepon tersebut.dan juga sangat mengganggu keseharian Anda dalam beraktivitas serta merasa tidak nyaman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed