oleh

Gisella Anastasia dan MYD tidak ditahan, ini alasannya!

Gisella Anastasia selalu berusaha kooperatif dalam menjalani proses hukum kasus video seksnya. Gisel kali ini kembali menyambangi Polda Metro Jaya

secret-financial – Gisella Anastasia selalu berusaha kooperatif dalam menjalani proses hukum kasus video seksnya. Gisel kali ini kembali menyambangi Polda Metro Jaya untuk wajib lapor. Hal ini sesuai dengan penegasannya beberapa waktu yang lalu.

Diketahui, pada Senin (11/1/2021) memang menjadi jadwal untuk Gisella Anastasia dalam melakukan wajib lapor. Ini adalah kali pertama Gisel melakukan wajib lapor setelah dirinya diperiksa pada 8 Januari 2021 sebagai tersangka video seks.

Ditemui di Gedung Cyber Crime Polda Metro Jaya, Gisel hadir memenuhi panggilan wajib lapor. Ia datang lebih cepat dari yang dijadwalkan, yakni sekitar pukul 08.30 WIB bersama tim kuasa hukumnya.

Baca juga: Keluarga Korban Sriwijaya Air Minta Urusan Pendataan Tidak Berbelit

Tepat pukul 09.20 WIB, mantan istri Gading Marten itu keluar dari Gedung Cyber Crime. Ia menegaskan kehadirannya saat ini karena memang diminta untuk wajib lapor

“(Jangka waktu wajib lapor) Nggak tahu, saya ikutin aja,” ujar Gisel.

Saat itu Gisel kembali menggunakan kemeja putihnya dengan celana jeans untuk menjalani wajib lapor. Ia juga menggunakan masker dan face shield sesuai protokol kesehatan COVID-19.

Lebih lanjut, Gisel menegaskan kehadirannya saat ini memang untuk mengikuti proses hukum yang berjalan. Ia menegaskan datang ke Polda hanya untuk wajib lapor dan tidak ada pemeriksaan.

“Tadi lapor doang,” tutur Gisel.

“Katanya wajib lapor, Senin-Kamis. Udah itu aja,” lanjutnya.

Tak lama setelah itu Michael Yukinobu Defretes atau Nobu yang juga tersangka kasus video seks hadir di Gedung Cyber Crime Polda. Namun, kehadirannya tak diketahui awak media.

Informasi ini datang dari pihak Polda yang menyatakan laki-laki keturunan Medan itu saat ini tengah menjalani wajib lapor juga.

Baca juga: Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional Dimulai Rabu

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan, kepolisian punya alasan tak menahan GA dan MYD usai diperiksa. Kebijakan ini sesuai dengan Undang-undang lantaran keduanya tidak akan menghilangkan barang bukti atau melarikan diri.

“Ada di pasal 21 ayat 1 di UU KUHP, juga pasal 21 ayat 4. Pertimbangannya adalah pertama, pasal 21 ayat 1 memang di situ bisa dilakukan penahanan apabila dia menghilangkan barang bukti, melarikan diri, tidak kooperatif,” Yusri menjelaskan.

“Berdasarkan pertimbangan, saudari GA dan saudara MYD kooperatif, selama dipanggil juga hadir. Saat ditanya juga dijawab semuanya yang ditanyakan penyidik sehingga diambil kesimpulan tidak perlu dilakukan penahanan,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed