oleh

Harga Beras dan Gula Naik, Jokowi: Ini Pasti Ada Masalah

Harga Beras dan Gula Naik, Jokowi: Ini Pasti Ada Masalah

secret-financial.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan instansi terkait lainnya untuk memastikan agar seluruh harga kebutuhan pokok terjangkau oleh seluruh masyarakat.

Hal ini menurutnya dapat menyebabkan petani dirugikan karena harga gabah kering giling yang rendag, karena harga beras yang naik dan gula yang naik.
Baca juga: Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang 2 Dibuka Senin 20 April 2020

“Ini yang masih naik beras, mulai naik sedikit. Harga gula tidak bergerak sama sekali, justru malah naik jadi Rp 19.000 per kilogram, bawang bombai, bawang putih juga belum turun. Saya tidak tahu apakah dari Kementerian Perdagangan sudah melihat lapangannya bahwa ini belum bergerak,” kata Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 21 April 2020.

Menjelang Ramadhan pada akhir April 2020 ini, Presiden Jokowi meminta tidak ada kenaikan harga bahan pokok. Menteri dan pimpinan lembaga terkait diminta Kepala Negara untuk selalu memeriksa ke lapangan guna mengetahui pergerakan harga barang.

“Kita harus jaga betul-betul agar harga bahan-bahan pokok terjangkau rakyat, jangan sampai terjadi kenaikan,” ujar Presiden Jokowi.

Jokowi menyebut, kenaikan harga beras ini mengandung suatu masalah. Pasalnya, harga beras saat ini naik sebesar 0,4%, di tengah harga gabah kering giling menurun sekitar 5%.

“Ini pasti ada masalah. Kalau harga gabah kering giling turun, mestinya harga berasnya juga ikut turun,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).

Hal ini menurutnya dapat menyebabkan petani dirugikan karena harga gabah kering giling yang rendag.  Di sisi lain, masyarakat juga dirugikan karena harga beras yang naik dan gula yang naik.

Rantai pasokan juga agar tetap dijaga sesuai dengan dinamika pergerakan kebutuhan masyarakat. pastikan para petani dapat perlindungan yang baik. “Hindari praktik-praktik yang tidak sehat dengan menerapkan prinsip tata kelola yang baik,” katanya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta satgas pangan dibantu dengan Polri untuk mengawasi stok pangan. Sehingga nantinya masyarakat tidak kekurangan bahan makanan di tengah pandemi Korona ini.

“Satgas pangan harus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawasi rantai pasok dan stok pangan,” ungkapnya.

“Hitung yang betul berapa produksi beras kita. kemudian perkiraan produksi beras pada saat masuk musim kemarau. Juga cadangan beras nasional kita cukup untuk berapa lama. betul-betul harus dihitung. Jangan overestimated. Tolong dikalkulasi yang cermat, dihitung yang detail berbasis data-data empiris yang valid dan realiabel,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed