oleh

Hati-hati Maraknya Iklan Pinjaman Online di Masa Pandemi Virus Corona

Hati-hati Maraknya Iklan Pinjaman Online di Masa Pandemi Virus Corona

secret-financial.com – Di media sosial, banyak ditemukan promosi berbagai akun yang menawarkan pinjaman secara online, dengan janji kemudahan proses.

Iklan promosi ini muncul secara acak.

Di media sosial, banyak ditemukan promosi menawarkan pinjaman secara online, hati-hati maraknya iklan Pinjaman Online di masa Pandemi Virus Corona.
Baca juga: Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, di tengah pandemi virus corona yang masih berlangsung di Indonesia, permintaan akan pinjaman online kian meningkat. 

OJK mencatat, ada sekitar Rp 95,39 triliun pinjaman online disalurkan ke debitur pada Februari 2020.

Pinjaman ini melambung hampir 8 persen dari awal tahun dan 17 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu. 

Dengan banyaknya tawaran pinjaman online, masyarakat harus mewaspadai para penyedia pinjaman online dengan adanya peningkatan permintaan ini.

Fintech ilegal kerap memberikan bunga yang tinggi dengan jangka waktu pinjaman yang singkat.

Biasanya, mereka memberikan syarat yang mudah untuk mendapatkan pinjaman, serta meminta izin untuk dapat mengakses seluruh data kontak di ponsel.

Pesan OJK

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam memilih pinjaman online yang diiklankan di media sosial.

“Yang terpenting masyarakat harus tahu mengenai manfaat, biaya, dan risiko,” kata Anto.

Sebab hal ini bertentangan dengan peraturan OJK nomor 1/POJK.7/2013 pada 6 Agustus 2013 pasal 19. Pasal itu menyebut bahwa pelaku usaha jasa keuangan dilarang melakukan penawaran produk dan layanan kepada konsumen atau masyarakat melalui sarana komunikasi pribadi tanpa persetujuan.

Baca juga: Tawaran Pinjaman Online Ilegal Yang Semakin Banyak Melalui Link SMS

Pernyataan ini dipicu oleh maraknya peredaran SMS yang menyebutkan bahwa nomor KTP pengguna telah digunakan untuk melakukan pinjaman. Pesan tersebut disertai dengan sebuah tautan, yang akan membawa penggunanya ke Google Play Store, dan akan terhubung ke aplikasi DanaRupiah, layanan pinjaman online.

Ketika ditanya apakah pihaknya telah mengetahui soal peraturan ini, ia menyebut sudah mengetahui peraturan tersebut dan akan kembali mengingatkan kepada anggotanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed