oleh

Hindari Pencurian Data Pribadi Fintech

Menjamurnya fintech yang tidak terdaftar di OJK memudahan untuk mencari pinjaman tapi hindari pencurian data pribadi fintech.

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Terkait sengketa utang-piutang antara perusahaan pemberi pinjaman online (fintech peer to peer/P2P lending) dengan debitur yang merasa dirugikan perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Menjamurnya fintech P2P yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kerap diterjemahkan masyarakat awam sebagai kemudahan untuk mencari pinjaman dan hindari pencurian data pribadi fintech.

Pengguna aplikasi pinjaman online (pinjol) diharapkan dapat lebih berhati-hati ketika memberikan data pribadi Pasalnya, saat ini tengah marak penjualan data pribadi pengguna yang diduga berasal dari aplikasi pinjol.

Kehadiran fintech telah mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota besar. Dengan teknologi yang diaplikasikan, masyarakat dimanjakan dengan kemudahan untuk meminjam uang demi memenuhi kebutuhan.

Kemampuan IT perusahaan pinjol dan karakter data yang didapatkan, kemungkinan data pihak ketiga didapatkan dari peretasan atau kebocoran data sangat kecil. Data pihak ketiga yang didapatkan hanya data pemilik akun yang bersangkutan. Data peminjam pinjol lain memang bocor, tetapi ini merupakan database pinjol yang bocor karena pengelolaan data internal yang tidak aman. Disarankan tiga hal hindari pencurian data pribadi fintech.

Terdaftar di OJK

Pengguna perlu memastikan terlebih dahulu apakah aplikasi Pinjol tersebut terdaftar di OJK atau tidak. Sebab, tidak semua aplikasi pinjol yang beredar di masyarakat saat ini berada dalam pengawasan OJK.

Baca syarat dan ketentuan

Pengguna juga mesti membaca secara cermat dan pertimbangkan syarat dan ketentuan aplikasi tersebut. Dalam beberapa kasus aplikasi pinjol memang memberi iming-iming pengguna akan mendapat bonus atau tambahan limit pinjaman jika pengguna mendaftar dan memberi izin akses ke berbagai aplikasi.

Perhatikan permintaan akses data di ponsel

Pengguna juga perlu memperhatikan dan mempertimbangkan permintaan akses fintech terhadap gawai pengguna. Jika diluar kewajaran yang telah ditentukan OJK, maka persetujuan akses tersebut sebaiknya ditolak

Dari yang sudah-sudah, banyak orang yang terjebak di sistem pinjaman online. Orang pinjam uang untuk bayar utang yang lain, pinjam lagi untuk utang, begitu seterusnya.

Salah satu cara aman untuk memperoleh pinjaman dari P2P lending adalah dengan meminjam dari perusahaan fintech yang sudah terdaftar AFPI. Karena saat ini banyak sekali oknum yang membentuk fintech abal-abal untuk mengambil keuntungan dari masyarakat kecil yang perlu utang.

Baca juga : Cara Untuk Lepas Dari Jeratan Pinjaman Online Illegal

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed