oleh

Tips Masalah Keuangan Ibu Milenial

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Ibu milenial dikategorikan dengan rentan usia 25-39 tahun. Biasanya, di usia tersebut cenderung gemar bermain di media sosial, di mana cukup berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan para ibu. Sebab, tanpa sadar, banyak yang menggunakan pendapatannya untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan olehnya.

Apalagi jika ibu-ibu milenial ini, tidak cerdik dalam memilih antara keinginan dan kebutuhan. Contohnya, merasa harus selalu mengikuti segala tren terbaru karena ingin terlihat sempurna di linimasa sosial media sebagai bentuk atas validasi diri.

Populasi milenial Indonesia diperkirakan akan mencapai 34 persen dari total populasi pada 2020 mendatang, dan mereka akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, penting agar kaum milenial Indonesia mempelajari lebih lanjut kelebihan dan manfaat dari strategi investasi yang terstruktur.

Survei ini mengungkap 43 persen dari generasi milenial berbelanja daring setidaknya sebulan sekali. Produk yang paling digandrungi adalah busana dan peralatan olahraga–baik bagi perempuan maupun laki-laki. Metode pembayaran yang diminati adalah debit transfer dengan persentase mencapai 74 persen.

Ibu milenial dikategorikan dengan rentan usia 25-39 tahun.
Baca juga : Orang Utang di 141 Fintech Kena Teror Debt Collector

“Pertama, komunikasi dengan pasangan soal kebutuhan dan keinginan kita. Setelah itu, harus disepakati nih di antara istri dan suami siapa yang jadi manajer keuangan rumah tangga. Enggak musti perempuan loh, kebanyakan kan kayak harus istri. Padahal semestinya yang lebih jago dan lebih paham,” Ujar Suci

Kedua menyusun anggaran. Sebelum dan saat menyusun anggaran keuangan keluarga, Suci mengingatkan ibu-ibu milenial harus fokus dengan tujuan finansial keluarga sendiri. Bukan keluarga orang lain, yang linimasa kehidupannya kerap dilihat di sosial media.

“Setelah fokus dan ada tujuan finansial, baru deh bikin anggaran sesuai penghasilan dan . Beda penghasilan ya beda cara kelola finansialnya. Selain terbuka dan jujur, pasangan suami-istri juga harus disiplin terhadap anggaran yang sudah dibuat,” tambahnya.

“Tukar pikiran dengan ibu-ibu lain dalam komunitas, membantu ibu lebih cerdas dapat informasi mengenai apa saja yang wajib dimiliki atau ditunda sehingga memudahkan dalam mengatur keuangan. Tidak kalah penting juga, selesaikan hutang konsumtif dan miliki tujuan investasi yang jelas,” pungkas Suci

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed