oleh

Indonesia Akan Kurangi Impor Aspal Sebanyak 500 Ton pada 2021

Indonesia akan mengurangi impor aspal minyak sebesar 500 ton pada 2021. Sebagai gantinya, negara memaksimalkan penggunaan aspal dalam negeri

Secret-financial – Indonesia akan mengurangi impor aspal minyak sebesar 500 ton pada 2021. Sebagai gantinya, negara memaksimalkan penggunaan aspal dalam negeri, yakni aspal Buton atau Asbuton.

“Kita wajib pakai ini (asbuton). Ini sebuah keharusan. Salah kita sendiri kalau kita tidak bisa menggunakan asbuton dengan maksimal,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam keterangannya, Rabu petang, 4 November 2020.

Basuki mengatakan Kementeriannya sudah mengatur penggunaan asbuton sebagai bahan baku pembangunan dan pemeliharaan jalan. Adapun penggunaan asbuton telah diatur melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor 18 Tahun 2018.

Baca juga: Nilai Pasar Keuangan Bergerak Hati-hati Menanti Hasil Pilpres AS

Menyitir data Kementerian, pada 2020, penggunaan asbuton dilaksanakan di 25 provinsi dengan total 42.871 ton untuk penanganan jalan sepanjang 793 kilometer. Progres pembangunannya pun sudah mencapai 65,84 persen.

Sementara itu, total deposit asbuton diperkirakan sebesar 663 juta ton. Asbuton memiliki manfaat sebagai aditif aspal dan substitusif aspal. Potensi abuton juga digadang-gadang mampu memenuhi kebutuhan aspal nasional lebih dari 100 tahun dan membuka lapangan kerja lebih luas.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan produksi asbuton hatus ditingkatkan. Dia meminta asbuton dapat bersaing dengan aspal luar negeri dan memiliki kepastian ketersediaan dan penggunaannya.

“Pastikan dulu tentang harus bisa produksi. Juga mengenai standardisasi, saya sepakat sekali, SNI itu keharusan,” ujar Luhut.

Baca juga: Direktur BRI Jelaskan Dampak UU Cipta Kerja terhadap Perbankan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan akan segera memastikan standar SNI asbuton agar campuran kandungannya maksimal. “Sesudah tahun 2025 kita kaji lagi dan lakukan eksplorasi tambahan, agar menjadi cadangan, sekaligus mensubstitusi impor,” ucapnya.

Data Asosiasi Asbuton Indonesia (Aspabi) mengungkapkan pabrik pengolahan asbuton dengan kapasitas produksi besar rencananya akan dibangun di Dumai dan Pekanbaru. Pabrik itu memproduksi asbuton pracampur dengan total kapasitas produksi 40 ribu ton.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed