oleh

Ini Rekomendasi Saham yang Layak Dikoleksi Tahun Ini

Selain itu, Mirae Asset juga memasukkan saham sektor bank dan unggas dalam daftar rekomendasi atau stock picks. Rekomendasi ini membuka opsi
Ini Rekomendasi Saham yang Layak Dikoleksi Tahun Ini

Secret-financial — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi tumbuh positif sepanjang tahun 2021. Pemulihan ekonomi yang didorong oleh realisasi program vaksinasi Covid-19 disebut menjadi sentimen positif bagi pasar saham. 

Mirae Asset Sekuritas pun memaparkan sejumlah saham yang berpotensi mengalami kenaikan pada tahun ini. Dari beberapa sektor yang ada, Mirae Asset melihat saham-saham di sektor komoditas seperti CPO, batu bara dan emas cukup layak untuk dikoleksi. 

Selain itu, Mirae Asset juga memasukkan saham sektor bank dan unggas dalam daftar rekomendasi atau stock picks. Rekomendasi ini membuka opsi untuk saham seperti ANTM, INCO, LSIP, UNTR, BBRI, BMRI, BBNI, dan JPFA. 

“Kami memilih ANTM dan INCO, karena emiten ini penerima manfaat dari kenaikan harga nikel seiring dengan naiknya permintaan dari produksi baja dan baterai EV,” kata Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya, Rabu (13/1). 

Saham LSIP masuk radar (top picks) karena emiten sawit ini akan terdorong kenaikan harga CPO. UNTR juga masuk pilihan karena memperhitungkan dampak positif dari kenaikan harga emas. Adapun JPFA karena adanya pemulihan sektor unggas. 

Hariyanto menilai, per 7 Januari, top picks dengan bobot yang sama menghasilkan akumulasi tingkat pengembalian sebesar 40,1 persen.  Bandingkan dengan akumulasi return IHSG sebesar minus 3,7 persen sejak dimulainya laporan top picks bulanan pada Agustus 2019. 

“Sebab itu, top picks kami mengungguli IHSG sebesar 43,9 persen,” jelas Hariyanto.

Di sisi lain, Hariyanto mengatakan, saham sektor barang konsumsi masih akan tumbuh melambat pada tahun ini. Pengetatan kembali Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) membuat tingkat konsumsi domestik 2021 kurang maksimal. 

“Kami sejak Desember 2020 mengalihkan referensi saham dari barang konsumsi ke komoditi. Dalam beberapa bulan ke depan sektor barang konsumsi masih akan ketinggalan,” tutur Hariyanto. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed