oleh

Ini Sektor yang Bikin Kredit Macet Bank RI Naik

Ini Sektor yang Bikin Kredit Macet Bank RI Naik

secret-financial.com – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyebutkan kendati penyaluran kredit perbankan hingga kuartal I-2020 masih tumbuh, beberapa sektor justru mengalami penurunan permintaan kredit dan mulai macet. Hal ini disebabkan karena sektor tersebut secara ekonomi paling terdampak pandemi Covid-19.

Sektor yang mulai bikin kredit macet dan penyaluran mengalami penurunan kredit, yakni perhotelan, transportasi dan restoran.
Baca juga: Mulai Susah Bayar Cicilan Utang Usaha? Ini Cara Menghindar Dari Gagal Bayar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang merupakan bagian dari KSSK, mencatat  tiga sektor yang mulai bikin kredit macet dan penyaluran mengalami penurunan kredit, yakni perhotelan, transportasi dan restoran. Ketiganya terdampak karena tak ada lagi hunian atau kunjungan ke gerai akibat Covid-19.

“… Kita lihat hotel penghuni kurang banyak, transportasi berhenti, restoran tidak ada pengunjungnya. Ini akan bersifat sementara dan kita lihat kalau ada tanda perbaikan dan otomatis kembali seperti semula …,” kata Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK dalam konferensi pers KSSK, Senin (11/5/2020).

Hanya, Wimboh tak menjelaskan secara rinci subsektor apa saja di sektor transportasi yang menjadi salah satu penyebab naiknya rasio NPL itu. Apakah otomotif untuk transportasi daratm laut, atau lainnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilar mengatakan, penanganan kasus Corona sangat berdampak pada ekonomi. Semakin cepat wabah tersebut bisa diatasi, maka dampaknya terhadap ekonomi akan lebih kecil.

Sementara pertumbuhan kredit Semester I 2020 diperkirakan akan mengalami perlambatan.

“Pasti ada dampaknya pada pertumbuhan kredit semester I. Tapi seberapa besar dampaknya, masih dikaji,” tuturnya.

“Kredit masih tumbuh karena perusahaan yang punya fasilitas masih menarik, karena mereka butuhkan tambahan kredit dimana fasilitas sudah ada dan sebenarnya sudah direncanakan sebelumnya dan proyek tetap dieksekusi,” terangnya.

Kenaikan kredit bermasalah ini dikontribusikan dari sektor transportasi, pengolahan, perdagangan dan rumah tangga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed