oleh

Jiwasraya Sudah Kantongi Rp 2,1 T dari Penjualan Citos

Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Farid Azhar Nasution mengatakan nilai penjualan pusat perbelanjaan Cilandak Town Square

Secret-financial – Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Farid Azhar Nasution mengatakan nilai penjualan pusat perbelanjaan Cilandak Town Square atau Citos mencapai Rp 2,2 triliun. Hingga saat ini, pihaknya sudah menerima Rp 2,1 triliun atau sekitar 95 persen dari transaksi yang bermula pada dua tahun lalu.

“Citos dijual senilai Rp 2,2 triliun, di mana Oktober 2018 diterima uang muka Rp 1,4 triliun dan Maret 2020 Rp 700 miliar,” ujar Farid.

Menurut dia, penjualan Citos menjadi salah satu sumber dana bagi Jiwasraya dalam menjalankan operasionalnya. Selain itu, dana segar tersebut digunakan untuk membayar klaim bagi para pensiunan pemegang polis anuitas.

Baca juga: UU Cipta Kerja Mudahkan Mahasiswa Buat UMKM, Kepala BKPM: Biaya Sangat Murah

“Kami masih membayarkan klaim Rp 470 miliar pada akhir Maret 2020 untuk polis tradisional, dan selama 2020 masih membayarkan [klaim] untuk nasabah pensiunan. Sumber dana untuk [pembayaran klaim] Maret 2020 berasal dari penjualan Citos, begitu pula untuk anuitas,” ujar Farid.

Jiwasyara menjual Citos kepada Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, yang di antaranya terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA, PT Adhi Karya Tbk. atau ADHI, dan PT Waskita Karya (Persero) atau WSKT.

Selain perusahaan karya, dalam konsorsium itu terdapat pula PT Bahana Pembina Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI, yang kini bernama Indonesia Financial Group (IFG). Perseroan turut melakukan transaksi karena merupakan induk dari holding asuransi dan penjaminan, sebelum menjadi IFG.

Kondisi keuangan Jiwasraya yang semakin sulit membuat perseroan terpaksa menjual salah satu aset paling berharga. Per 30 September 2020, satu-satunya perusahaan asuransi jiwa pelat merah itu mencatatkan liabilitas senilai Rp 54,5 triliun. Sementara itu, jumlah asetnya hanya Rp 16,0 triliun atau hampir satu per tiga dari total liabilitasnya.

Baca juga: Kemenkeu Beri Sinyal Injeksi Dana untuk Bio Farma Segera Dicairkan

Rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) Jiwasraya pun tercatat negatif 1.866 persen. Padahal, berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan asuransi harusnya memiliki RBC minimal 120 persen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed