oleh

5 Tips Mengatur Keuangan Pasangan Baru Menikah

Melangsungkan pernikahan membutuhkan biaya keuangan yang cukup besar untuk melanjutkan kehidupan sebagai pasangan suami istri.

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Melangsungkan pernikahan membutuhkan biaya keuangan yang cukup besar. Biaya pernikahan tersebut tidak berhenti sampai di situ saja karena pengantin baru juga perlu melanjutkan kehidupan sebagai pasangan suami istri.

Mengawali hidup yang baru dengan perencanaan yang matang perlu dilakukan supaya masa depan keuangan tetap sehat.

Nah, karena urusan keuangan merupakan sesuatu yang sifatnya sensitif, pastinya kamu dan pasangan harus mengatur dengan bijak.

Coba praktikkan 5 tips keuangan ini untuk kamu pasangan yang baru menikah.

Baca juga : Orang Utang di 141 Fintech Kena Teror Debt Collector

1. Catat Setiap Pengeluaran

Kamu dan pasangan bisa bahu-membahu melacak pengeluaran dengan mencatatnya. Dari catatan tersebut, kalian bisa melihat pengeluaran untuk keperluan apa yang paling besar pengaruhnya.

Selain mengetahui borosnya kalian untuk keperluan apa, mencatat pengeluaran juga bermanfaat saat hendak menentukan tujuan finansial, sehingga lebih mudah untuk mencapainya.

2. Mempersiapkan Tabungan

Setelah menentukan tujuan keuangan, target masa depan, hingga mengurutkan kebutuhan berdasarkan tingkat prioritasnya, maka mulai sekarang persiapkanlah tabungan Anda demi memenuhinya.

3. Buat Anggaran

Anda dan pasangan dilatih untuk menghilangkan ego masing-masing supaya anggaran tersusun dengan baik, rapi, dan tepat sasaran.

Perbedaan pendapat saat menyusun anggaran keuangan keluarga itu wajar, mengingat daftar kebutuhan Anda dan pasangan memang berbeda.

Lalu, hitunglah selisih antara kedua elemen tersebut untuk mengetahui sisa penghasilan setiap bulan.

4. Menyisihkan Dana Darurat

Dana darurat digunakan untuk membiayai setiap peristiwa atau kejadian yang tidak bisa ditebak. Misalnya, sakit atau kecelakaan.

Karena itu, Anda dan pasangan harus menyiapkan dana darurat sedini mungkin. Semakin cepat dimulai, semakin banyak pula jumlah dana darurat yang terkumpul. Persentase penyisihan dana darurat idealnya 6 kali pengeluaran per bulan. Namun, persentase ini bukan menjadi tolak ukur mutlak. Sebab Anda dan pasangan dapat mempersiapkan dana darurat dengan persentase lebih kecil maupun lebih besar.

5. Menetapkan Tujuan Keuangan

Meskipun berstatus sebagai suami istri, Anda dan pasangan tetap memiliki tujuan yang berbeda. Perbedaan inilah yang harus segera didiskusikan agar keuangan keluarga tetap aman terkendali.

Dengan tujuan keuangan yang jelas, kalian berdua lebih mampu untuk menetapkan target bersama di masa yang akan datang

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed