oleh

Kredit Fiktif Rp 1,9 M Bank BUMN di Kendal Jadi Tersangka

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Tersangka kasus kredit fiktif di salah satu bank BUMN di Kabupaten Kendal menyerahkan diri ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Sebelumnya, upaya penjemputan paksa sudah dilakukan terhadap tersangka bernama Supriyono alias Jefri itu.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jawa Tengah Ketut Sumedana mengatakan, Jefri tidak memenuhi tiga kali panggilan jaksa. Kemudian hari Kamis (28/11) kemarin dilakukan upaya penjemputan paksa namun yang bersangkutan tidak ada di rumah.

“Keluarga kemudian menelepon Jefri dan katanya sore mau datang, ternyata tidak datang. Ini tadi dihubungi oleh petugas dan akhirnya datang sendiri,” kata Ketut, Jumat (29/11/2019).

Kini Jefri ditahan di Lapas Kedungpane Semarang selama 20 hari untuk proses penyidikan. Jefri disangka berperan memberikan data nasabah pada tersangka Yuna Yanwar yang merupakan tenaga marketing dan analisis mikro (mantri) di bank BUMN di Kendal.

“Ini yang membantu YY mempersiapkan lebih dari 45 calon nasabah fiktif terutama KTP, mereka dapat bagian satu calon nasabah sampai Rp 2,5 juta,” jelas Ketut.

Dalam kasus kredit fiktif tersebut, total kerugian negara ditaksir mencapai Rp 1,9 miliar dan baru dikembalikan oleh tersangka Yuna sebesar Rp 200 juta. Yuna sudah terlebih dulu ditahan di Lapas Kedungpane untuk proses penyidikan.

“YY ini membuat kredit sendiri, memutuskan, sendiri, mencairkan sendiri. KTP nasabah dari J (Jefri),” pungkas Ketut.

Diberitakan sebelumnya, ada sekitar 50 nama nasabah yang mengajukan Kredit Umum Pedesaan di dua cabang bank tersebut di Kendal. Tersangka Yuna mengajukan kredit dengan nama nasabah itu dengan besaran Rp 30-50 juta.

Nasabah yang dipinjam identitasnya itu diberi imbalan Rp 100-500 ribu tanpa tahu peruntukannya. Uang yang cair kemudian digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi.

Kasus tersebut terungkap setelah pihak internal bank melakukan investigasi terkait kredit macet. Hasilnya, ada dugaan orang dalam yang terlibat. Saat ini barang bukti yang diamankan berupa uang Rp 200 juta yang merupakan pengembalian dari tersangka Yuna.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed