oleh

Wajib dibaca Jika Punya Masalah dengan Pinjaman Online

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Keberadaan pinjaman online kini tengah menjadi sorotan banyak pihak. Salah satu yang disoroti adalah tingginya bunga pinjaman yang diterapkan. Maraknya pinjaman online ini membuat keuangan terkadang tidak terkontrol.

Mereka menyasar para pengguna yang awam dengan teknologi, dan menjanjikan pinjaman online cepat cair tanpa jaminan dala waktu singkat.

Keberadaan pinjaman online kini tengah menjadi sorotan banyak pihak.Maraknya pinjaman online ini membuat keuangan terkadang tidak terkontrol.
Baca juga: Pinjaman Online Meningkat Jelang Lebaran, P2P Lending Perketat Mitigasi Resiko

Maraknya aplikasi Pinjaman Online yang biasa disingkat ‘Pinjol’ yang juga dikenal dengan sebutan Fintech (Financial Technology) Lending kini kian banyak bermunculan. Dan kebanyakan dari mereka tidak terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Sekarang berkat teknologi finansial digital, cukup dengan mengeklik satu tombol di ponsel bak menjentikkan jari, uang langsung meluncur masuk rekening. Hanya dalam lima menit. Sungguh cepat dan modern, melenakan sekaligus bikin ketagihan.

Jangan mudah tergiur iming-iming uang hanya dengan setor KTP dan foto. Salah-salah kamu bisa jadi korban penipuan.

Cukup memberikan data diri, dana segar bisa cair. Sangat mudah dan bikin ketagihan, kini banyak korban gali lubang tutup lubang. Data diri pribadi yang diberikan sebagai persyaratan kelak akan dimanfaatkan untuk menagih utang, dan parahnya, mereka memakai jasa ‘pemburu utang’ alias debt collector. Jadilah bermunculan teroris-teroris layar sentuh lengkap dengan caci-maki dan ancamannya.

Besaran bunga pinjaman juga diatur oleh AFPI. Jika ada fintech legal yang tidak menaati, maka fintech tersebut bisa dikenai sanksi yaitu dikeluarkan dari keanggotaan, AFPI telah menetapkan suku bunga pinjaman sebesar 0,8 persen per hari.

Mereka (aplikasi pinjaman online) cuma minta foto KTP doang, sama foto kita sambil pegang KTP. Dan dalam hitungan menit, uang  yang di ajukan peminjam masuk rekeningnya.

Perhitungannya sangat enggak jelas―ada bunga, ada denda, ada provisi (biaya administrasi), tapi tidak ditentukan di awal. Itu persoalan bunga. Terus persoalan penagihan: teror, intimidasi, ancaman, fitnah, dan penagihan yang tidak hanya dilakukan kepada si peminjam, tapi juga kepada kerabatnya.

Praktik-praktik penagihan yang meneror, mengancam, dan melecehkan itu merupakan pelanggaran pidana. Hal lain yang bisa termasuk pidana ialah soal pengambilan, pengumpulan, dan penggunaan data pribadi nasabah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed