oleh

Maraknya Platform Pinjaman Online Berbasis Aplikasi

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Maraknya platform pinjaman online berbasis aplikasi ini perkembangan teknologinya memberikan banyak terobosan baru. Salah satunya dengan kemudahan akses dalam sarana pinjaman online. Namun bagi sebagian orang itu malah menjadi bumerang. Sebab, tak terasa kehadirannya malah menggerus pendapatan kita setiap bulannya.

Jangan mudah tergiur iming-iming uang hanya dengan setor KTP dan foto. Salah-salah kamu bisa jadi korban penipuan. Maraknya platform pinjaman online berbasis aplikasi memang dapat mempermudah masyarakat untuk meminjam melalui kecanggihan teknologi.

Perusahaan pinjaman online selama ini menggunakan debt collector melalui sambungan telepon, dan field collector selaku penagih lapangan. Praktik penagihan melalui dua sarana ini rentan pelanggaran karena tak hanya meneror nasabah, tetapi orang-orang di sekitarnya.

Baca juga : Intimidasi Debt Collector Pinjaman Online

Aksi debt collector menebar teror kepada nasabah sebagai tindak pidana, sebab penagihan perbankan dilarang menggunakan kekerasan fisik atau verbal.

Aturan soal tata cara penagihan tercantum dalam standar operasional prosedur (SOP) Bank Indonesia. Regulasi itu juga memuat larangan penagihan kepada pihak selain dari si pemegang kredit, dan larangan penagihan dengan sarana komunikasi yang mengganggu.

Baca juga : Apakah Fintech Ilegal Harus di Bayar ?

Data diri pribadi yang diberikan sebagai persyaratan kelak akan dimanfaatkan untuk menagih utang, dan parahnya, mereka memakai jasa ‘pemburu utang’ alias debt collector. Jadilah bermunculan teroris-teroris layar sentuh lengkap dengan caci-maki dan ancamannya.

Peraturan OJK Nomor 77 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi tak mengatur tentang etika penagihan.

Sementara Pasal 39 POJK 77 yang berbunyi, “Penyelenggara dilarang memberikan data dan informasi mengenai pengguna kepada pihak ketiga” rawan pelanggaran.

Maraknya platform pinjaman online berbasis aplikasi ini perkembangan teknologinya memberikan banyak terobosan baru dalam sarana pinjaman online

Ini Penagihan yang dilakukan debt collector :

– Penagihan dengan berbagai cara mempermalukan, memaki, mengancam, memfitnah, bahkan dalam bentuk pelecehan seksual.

– Penagihan dilakukan kepada seluruh nomor kontak yang ada di ponsel konsumen/peminjam (ke atasan kerja, mertua, teman SD, dan lain-lain).

– Bunga pinjaman yang sangat tinggi dan tidak terbatas.

– Pengambilan data pribadi (kontak, SMS, panggilan, kartu memori, dan lain-lain) di telepon seluler (ponsel) konsumen/peminjam.

– Penagihan baik belum waktunya dan tanpa kenal waktu.

– Alamat kantor perusahaan penyelenggara pinjaman online yang tidak jelas.

– Aplikasi pinjaman online yang berganti nama tanpa pemberitahuan kepada konsumen/peminjam selama berhari-hari, namun bunga pinjaman selama proses perubahan nama tersebut terus berjalan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed