oleh

Mekanisme Penagihan Debt Collector Kartu Kredit

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Sejak era 1990-an sampai sekarang, makin berkembanglah perusahaan pembiayaan baik dari sisi jumlah maupun portofolio kreditnya. Berkembangnya industri ini sekaligus disertai juga dengan masalah lain yang terkait risiko gagal bayar dan mekanisme penagihan debt collector kartu kredit. Banyak sengketa yang kadang berujung ke kasus pidana terjadi akibat salah paham dalam penyelesaian tunggakan baik dari sisi nasabah sendiri. Tenaga penagihan yang lebih akrab dikenal dengan nama debt collector.

terkait risiko gagal bayar dan mekanisme penagihan debt collector kartu kredit. Banyak sengketa yang kadang berujung ke kasus pidana

Informasi mendasar yang perlu Anda ketahui adalah ada berbagai aturan penagihan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia kepada para debt collector. Debt collector tidak bisa menagih dengan sembarangan, apalagi sampai mengancam pemilik kartu akan dimasukkan kedalam penjara jika tidak mampu membayar. Ada berbagai kode etik yang perlu diperhatikan saat mekanisme penagihan Debt Collector Kartu Kredit, dan pengancaman merupakan hal yang dilarang keras. 

Apakah kamu saat ini tengah menghadapi masalah tunggakan kartu kredit? Bila iya, tentu kamu mulai akrab dengan telpon-telpon dari penagih utang atau debt collector bank, atau malah mungkin sudah sering didatangi hingga ke rumah?

Panggilan telepon dari para penagih utang dapat menjadi sebuah mimpi buruk. Jika Anda terlambat, terlewat, atau lupa untuk membayar tagihan, Anda mungkin akan menerima jenis panggilan seperti ini. Dalam banyak kasus, para penagih utang melakukan pelecehan dan menyalahgunakan panggilan ini.

Debt collector sejatinya baru bisa diminta oleh bank saat posisi nasabah (misalnya kartu kredit) posisi macet, bukan telat jatuh tempo. Debt collector baru akan berkunjung menagih ke alamat penagihan manakala pemilik kartu kredit yang menunggak tidak ada kejelasan informasi atau kabar kapan akan membayar tagihan apalagi jika sampai susah ditemui.

Pada dasarnya kasus kredit macet memiliki ikatan yang sejenis dengan perjanjian. Jika salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya (wanprestasi), maka konsekuensi yang berlaku adalah sebagaimana yang diperjanjikan yang sudah sah menurut hukum.

Baca juga : Tips Tidak Diteror Debt Collector Pinjol

Anda juga harus tahu bahwa proses penagihan juga memiliki batasan-batasan yang perlu diperhatikan. Sekali lagi, mengingat kartu kredit dan KTA tidak melibatkan agunan sama sekali, berarti debt collector tidak diizinkan untuk mengambil apalagi sampai merampas / menarik barang pemilik kredit secara paksa, dengan alasan untuk melunasi utangnya yang gagal dibayar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed