oleh

Mendag Pastikan Pedagang Gula Nakal Saat Ramadan Bisa Dipidana

Mendag Pastikan Pedagang Gula Nakal Saat Ramadan Bisa Dipidana

secret-financial.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto, bersama Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), dan Satuan Tugas Pangan (Satgas) tak segan memberikan sanksi administratif hingga sanksi pidana bagi oknum-oknum yang melakukan penyelewengan penjualan harga gula di atas HET.

Dalam kesempatan ini, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, pedagang gula nakal saat Ramadan bisa dipidana.
Baca juga: Harga Beras dan Gula Naik, Jokowi: Ini Pasti Ada Masalah

“Saya tekankan, segala yang melanggar ini telah menjual atau memasarkan harga gula di atas HET terlalu tinggi akan ditindak tegas. Karena sudah memasuki bulan puasa,” kata Agus, Selasa (28/4/2020).

Ia pun yakin dengan adanya penindakan yang dilakukan, harga gula dari produsen bisa sampai ke konsumen kisaran HET yakni Rp.12.500/kg.

Menteri Agus juga menghimbau agar produsen bisa memanfaatkan sarana-sarana tol laut untuk mengurangi biaya dan menghindari distorsi penerimaan barang.

“Ini untuk penyesuaian harga dengan harga tinggi ini kita harus melakukan pengawasan dengan para produsen agar menepati apa yang sudah disepakati,” ujarnya.

Ia berharap agar harga gula bisa turun, apalagi memasuki bulan Ramadhan. Agus berpesan kepada produsen untuk memperirit ongkosnya, diantaranya  memanfaatkan sarana-sarana tol laut untuk mengurangi biaya dan menghindari distorsi pengiriman barang.

“Dan jangan ada oknum-oknum melakukan penjualan-penjualan yang tidak sehat. Saya tekankan agar segala yang melanggar ini, yang telah menjual atau memasarkan harga di atas HET ini akan ditindak tegas. Karena ini sudah bulan Puasa dan saya lihat harga produsen di bawah Rp 12.000 sudah di lepas, dan sampai ke konsumen kalau sampai Rp 17.000 ini bagi saya sudah kelihatan setelah ada penindakan ini,” sebutnya.

Namun, jika kondisi serupa terulang, maka akan ada sanksi yang menanti. “Ada tindakan tegas. Karena ini sudah mengganggu situasi perdagangan pangan. Karena gula termasuk bahan pokok. Sekali tetap ada tindakan atau sanksi yang diberikan apabila pelanggaran itu tidak sesuai dengan hukum-hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, menambahkan tentunya harus ada sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan oknum-oknum yang melakukan penimbunan, dan memanipulasi harga.

“Baik sanksi yang bersifat administratif yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan salah satunya mencabut perizinan sampai dengan pemberian sanksi pidana terhadap upaya-upaya yang dilakukan mulai dari kegiatan-kegiatan menumpuk dan menimbun, sampai juga memanipulasi harga menjadi salah satu catatan kami yang akan kami berikan sanksi,” pungkas Sigit.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed