oleh

Orang Utang di 141 Fintech Kena Teror Debt Collector

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Meski fintech peer-to-peer lending (P2P) lending yang memberikan bunga tinggi, masih ada saja masyarakat yang sembarang mengambil fintech yang memberikan bunga tinggi harus berhadapan dengan debt collector. 

fintech memberikan bunga tinggi
Baca juga : Wajib dibaca! Tips Terlepas dari Utang

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan baru-baru ini OJK baru mendapat pengaduan ada satu orang di tengah masyarakat yang mempunyai utang di 141 fintech lending. Nasabah ini mengajukan pinjaman ke fintech legal dan fintech ilegal.

Kini nasabah tersebut harus berhadapan dengan debt collector fintech yang kemudian terjadi pelecehan. Hingga 31 Mei 2019, baru ada 113 penyelenggara fintech yang terdaftar dan berizin dari OJK.

“Ini sangat berbahaya tentunya. Artinya, kemampuan bayarnya tidak ada. Jadi dia sudah dengan sengaja tentunya meminjam pada pinjaman baru untuk menutupi pinjaman lama,” ujar Tongam L Tobing

Tongam menambahkan OJK menyarankan masyarakat untuk meminjam pada fintech terdaftar yang sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar. Jangan meminjam di luar kemampuan bayar karena pasti akan gagal bayar (default) nantinya.

“Jangan gali lubang tutup lubang. Semakin dalam lubang yang digali, ini menjadi masalah bagi masyarakat tersebut,” jelas Tongam.

“OJK tidak menutup mata terhadap debitur-debitur nakal tentunya. Di satu sisi ada debitur memang yang betul-betul dia membutuhkan dana, meminjam pada fintech untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi ada juga yang memang seperti ini tadi, 141 fintech ilegal dan legal yang dia pinjam. Jadi mengindikasikan bahwa memang dia sudah tidak punya kemampuan untuk bayar tapi tetap dia menggali lubang.”

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan agar tak tertipu, masyarakat disarankan untuk meminjam pada fintech yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pasalnya, fintech tersebut memiliki aturan main yang lebih jelas.

“Pinjamlah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar. Jangan meminjam diluar kemampuan bayar tertentu karena pasti akan default (gagal bayar) dan jangan melakukan pinjaman baru untuk menutup pinjaman lama. Gali lubang, tutup lobang,” ujar Tongam L Tobing.

Togam menambahkan hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai risikonya. Masyarakat diminta untuk memahami dulu risiko dan kewajibannya.

“Pahami dendanya, bunganya kemudian dipahami juga resiko-resiko lainnya. Jangan nanti setelah meminjam baru terjadi penyesalan. Oleh karena itu, sebelum meminjam pahami risiko-risiko,” terang Tongam.


Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed