fbpx
Mentan: Makan Rakyat Tidak Boleh Terganggu

Mentan: Makan Rakyat Tidak Boleh Terganggu

Masalah pertanian adalah masalah utama, kalau pelemahan ekonomi global terjadi akan berdampak ke seluruh lini. Maka makan rakyat tidak boleh terganggu

Mentan: Makan Rakyat Tidak Boleh Terganggu

secret-financial.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya butuh tambahan anggaran untuk bisa memacu produksi pangan dalam negeri dengan cepat pasca-pandemi Covid-19.

Saat ini Kementerian Pertanian telah mendapatkan pagu anggaran indikatif 2021 sebesar Rp 18,43 triliun.

“Kami butuh Rp 10 triliun tambah dari apa yang ada, bukan hanya Rp 2 triliun atau Rp 3 triliun. Agar kami bisa jamin, karena saat ini daya tahan petani hanya 5 bulan dan mereka sudah terseok-seok,”ujarnya. Dalam Rapat Dengar Pendapat Virtual bersama Komisi IV DPR RI, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Ini Cara Mendes Bangkitkan Ekonomi Desa Pasca Pandemi

Menurut Syahrul, untuk anggaran Rp 18,43 triliun akan digunakan untuk menjalankan berbagai program yang dimiliki oleh Kementan. Program tersebut terdiri dari program dukungan manajemen, program ketersediaan, akses dan konsumsi pangan berkualitas, program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi juga program pendidikan dan pelatihan vokasi.

Syahrul mengatakan, solusi yang dibutuhkan untuk menjaga petani adalah dengan memastikan mereka tetap bekerja produktif dan menghasilkan komoditas pangan. Bukan hanya dengan bantuan langsung tunai (BLT) yang daya tahannya tidak bertahan lama.

Pihaknya pun meminta dukungan dari Komisi IV DPR agar bisa menyuarakan ihwal kebutuhan anggaran Kementan di tahun depan demi bisa terus mengakselerasi produksi pertanian. “Masalah pertanian adalah masalah utama, kalau pelemahan ekonomi global terjadi akan berdampak ke seluruh lini. Maka makan rakyat tidak boleh terganggu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan