oleh

Meski Dilarang, Masyarakat Tetap Mudik Lebaran 2020

Meski Dilarang, Masyarakat Tetap Mudik Lebaran 2020

secret-financial.com – Pengamat Sosial, Devie Rahmawati menyebutkan tradisi mudik atau pulang kampung menjelang hari raya memang meruakan pilihan emosional bagi masyarakat.

Apalagi, di tengah pandemi Virus Corona seperti ini pilihan untuk tetap mudik menjadi sesuatu yang sekaligus rasional.

Hal itu disampaikan oleh Devie melalui tayangan di kanal Talk Show tvOne, Senin (27/4/2020).

Larangan mudik menjelang bulan Ramadhan sudah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo, meski dilarang, masyarakat tetap mudik Lebaran 2020.
Baca juga: Joko Widodo Melarang Mudik Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Larangan mudik menjelang bulan Ramadhan bagi seluruh masyarakat sudah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (21/4/2020) dalam rapat terbatas melalui video konferensi. Selanjutnya, diperlukan protokol yang jelas agar masyarakat benar-benar menaati keputusan yang bertujuan memitigasi penyebaran pandemi coronavirus disease atau Covid-19 tersebut.

Menurut hasil survei Kementerian Perhubungan, kata Presiden, sebesar 68 persen tidak mudik, 24 persen bersikeras mudik, dan ada 7 persen yang sudah mudik. Sebelumnya, larangan mudik hanya berlaku bagi aparatur sipil negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian RI, dan pegawai badan usaha milik negara, tetapi kini larangan juga berlaku bagi masyarakat umum.

”Pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan, mudik akan kita larang. Oleh sebab itu, saya minta persiapan-persiapan yang dikaitkan dengan ini mulai disiapkan,” kata Presiden.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita menambahkan kemungkinan besar hal itu terjadi pada pemudik sepeda motor.

“Pemudik motor bisa lolos. Kalau ada pemudik yang lolos saya rasa pasti terjadi terutama yang lewat jalur darat yang mempunyai akses banyak di luar jalan tol,” ujarnya.

Hal itu terjadi karena tidak adanya penutupan jalan. Pemudik sepeda motor dinilai masih bisa lolos melewati jalan-jalan tikus. Direktur Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Sigit Irfansyah juga sempat mengatakan kemungkinan lolosnya pemudik sepeda motor besar.

“Kami sadar bahwa pemudik sepeda motor juga cukup besar, itu perlu kita amati potensi mereka untuk lolos dari wilayah penyegatan juga cukup besar. Itu yang mungkin terjadi,” katanya.

“Sekarang kita kerja sama antara polisi dengan TNI dan dengan Satpol PP untuk memeriksa orang-orang yang datang ke stasiun. Kita akan cek dengan thermal gun dan kemudian kita akan meminta mereka untuk mengisi data ke mana tujuannya mereka,” lanjutnya.

“Ke depan kemungkinan kita akan makin ketat jadi akan kita minta surat kesehatan dia dan juga di mana dia bekerja. Dan saya kira sederhana, tidak masalah itu, tinggal disiplin kita,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed