oleh

Mulai Januari 2021 Tagihan Kartu Kredit Rp 5 Juta kena Bea Meterai Rp 10.000

Para pemegang kartu kredit bersiap menghadapi kenaikan bea meterai dalam tagihan bulanannya dengan tagihan di atas Rp 5 juta.

Secret-financial, JAKARTA. Para pemegang kartu kredit bersiap menghadapi kenaikan bea meterai dalam tagihan bulanannya dengan tagihan di atas Rp 5 juta. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai..

Dikutip dari pemberitahuan resmi Bank Mandiri disebutkan selama ini bea meterai atas pembayaran tagihan kartu kredit untuk pembayaran Rp 250.000 sampai dengan Rp 1 juta dibebankan bea meterai Rp 3.000.

Kemudian untuk pembayaran dengan nilai di atas Rp 1 juta dikenakan bea meterai Rp 6.000.
“Dengan adanya perubahan ketentuan tersebut, maka bea meterai yang dibebankan atas pembayaran tagihan kartu kredit menjadi tarif tunggal. Yaitu pembayaran dengan nilai di atas Rp 5 juta (berlaku akumulasi) dikenakan bea meterai Rp 10 ribu,” tulis pengumuman tersebut, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Masih Keok dari Negara Lain, Jokowi Beberkan Data Ekspor RI

Mekanisme pembebanan bea meterai dengan ketentuan baru masih sama dengan yang telah berjalan selama ini. Yaitu ditagihkan atau akan muncul pada bulan tagihan berikutnya. Pembebanan juga berlaku pada kartu basic, baik untuk pembayaran kartu basic maupun supplement.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menyampaikan pihaknya telah menginformasikan ketentuan anyar ini dan telah mengirimkan email kepada para nasabahnya.

“Yth. Pemegang Kartu Kredit BCA, sesuai UU 10/2020 mengenai Bea Meterai, maka kami informasikan bahwa efektif 1 Januari 2021, bea meterai billing statement Anda menjadi Jumlah pembayaran tagihan Rp 5 juta ke atas bea meterai Rp 10.000. pembayaran tagihan s.d. Rp 5 juta tidak dikenakan bea meterai,” tulis BCA
Meskipun bea meterai bakal naik, ketentuan ini ditaksir tak akan mempengaruhi transaksi kartu kredit secara keseluruhan. Sebab, saat ini transaksi kartu kredit sejatinya juga masih redup akibat pandemi.

Bank Indonesia mencatat volume transaksi kartu kredit sampai Oktober 2020 masih terkontraksi 34,69% (ytd), sementara nilai transaksinya juga masih negatif 2,64% (ytd).

Baca juga: NET TV Dibayangi Gugatan Pailit Lagi, Utang ke Banyak Vendor

Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan pun masih pesimis sampai akhir tahun transaksi bakal menguat.

“Sampai kini pertumbuhan kartu kredit kami masih negatif, karena kegiatan traveling, termasuk internasional juga masih terganggu. Kami rasa sampai akhir tahun juga masih akan negatif 5%-8%,”

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed