oleh

Multifinance Siap Manfaatkan Pelonggaran PSBB untuk Menggenjot Bisnis

Perusahaan multifinance kian terpengaruh sejak adanya pandemi, selain diharuskan untuk memberikan restrukturisasi kepada nasabah.

Multifinance Siap Manfaatkan Pelonggaran PSBB untuk Menggenjot Bisnis

secret-financial.com – Perusahaan multifinance kian terpengaruh sejak adanya pandemi. Selain diharuskan untuk memberikan restrukturisasi kepada nasabah yang berpenghasilan tidak tetap, penjualan mobil juga ikut melorot.

Direktur Mandiri Tunas Finance Harjanto Tjitohardjojo menyebutkan, mengacu data April dan Mei 2020, penjualan mobil baru turun 80%, sehingga perusahaan memprediksi penjualan mobil dapat kembali optimal pada Desember 2021.

“Memang jika berkaca pada bulan April dan Mei, penjualan mobil turun 80%, sehingga perusahaan memprediksi pada Desember 2021 penjualan mobil bisa kembali ke 40%,” ujar Harjanto.

Baca juga: Ini Cara Mendes Bangkitkan Ekonomi Desa Pasca Pandemi

Lanjut ia meski begitu, dengan adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tentunya dapat mendatangkan angin segar terhadap perusahaan.

Menurutnya, hal itu dikarenakan beberapa dealer mobil dapat kembali beroperasional sehingga diharapkan bisa membantu pertumbuhan penjualan, walaupun tidak signifikan.

Masyarakat diminta untuk melakukan adaptasi perubahan perilaku di masa pelonggaran PSBB. Namun ia menghimbau agar masyarakat tidak salah mengartikan normal baru dengan menganggap penularan pandemi COVID-19 sudah mereda.

Baca juga: Ini Strategi Kementan Hadapi Masalah Pangan Saat New Normal

“Kalau PSBB dilonggarakan, masyarakat jangan euphoria, nanti malah akan berbahaya dan merugikan kita semua. Jangan dianggap pandemi sudah tidak ada. Satu orang saja yang masih terkena COVID-19, bisa menularkan ke semua orang,” kata Widodo.

Ia pun membagi tips bagi masyarakat untuk menjalankan normal baru.

“Tips agar kita tidak terpapar COVID-19 perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, serta disiplin mengikuti protokol kesehatan,” ujarnya.

Perlu diketahui, adapun rata-rata pembiayaan MTF mencapai Rp 2,4 triliun sepanjang tahun 2019. Sedangkan, pada April hingga Mei 2020 adapun pembiayaan berkisar Rp 500 miliar per bulan. Melihat hal itu, pihaknya berharap pada Desember mendatang pembiayaan baru MTF bisa mencapai Rp 1 triliun.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed