oleh

Nasabah KUR Libur Cicilan Kredit Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya!

Nasabah KUR Libur Cicilan Kredit Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya!

secret-financial.com – Kementerian Koordinator bidang perekonomian (Kemenko Perekonomian) resmi mengeluarkan kebijakan relaksasi pembayaran bunga dan penundaan pokok angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kebijakan ini dikeluarkan merespons banyak sektor usaha yang terkena dampak virus corona (COVID-19) paling lama 6 bulan.

Kementerian Koordinator bidang perekonomian (Kemenko Perekonomian) resmi mengeluarkan kebijakan relaksasi nasabah KUR libur cicilan kredit selama 6 bulan.
Baca juga: Fintech, Bank, dan Leasing Akan Beri Libur Bayar Cicilan

Pembebasan pembayaran bunga dan penundaan pembayaran pokok KUR tersebut juga akan diikuti relaksasi ketentuan KUR dengan memberikan perpanjangan jangka waktu dan tambahan plafon.

Kebijakan ini diputuskan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Pembiayaan UMKM pada Rabu (8/4/2020). Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Ketua Komite Pembiayaan UMKM, dan dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Menteri Tenaga Kerja.

“Kebijakan ini mulai berlaku 1 April 2020. Mereka yang mendapatkan pembebasan bunga dan penundaan pembayaran angsuran pokok harus memenuhi penilaian penyaluran KUR masing-masing,” kata Menteri Korodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Keringanan berupa penangguhan pembayaran utang usaha rakyat ini juga telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/PJK.03/2020. Dalam beleid tersebut dicantumkan bahwa restrukturisasi dilakukan terhadap kredit atau pembiayaan yang diberikan sebelum maupun setelah debitur terimbas dampak virus corona.

Airlangga menjelaskan, untuk debitur kredit usaha rakyat eksisting akan diberikan relaksasi dengan perpanjangan jangka waktu pembayaran KUR dan/atau penambahan limit plafon. Sedangkan debitur baru akan diberikan relaksasi pemenuhan persyaratan pengajuan KUR, seperti izin usaha, nomor pokok wajib paja, dan dokumen agunan tambahan. Semua dokumen itu ditangguhkan sampai kondisi membaik.

Sedangkan untuk calon debitur, memperoleh relaksasi persyaratan administratif pengajuan KUR, seperti izin usaha, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan dokumen agunan tambahan. Semua dokumen tersebut ditangguhkan sementara sampai kondisi memungkinkan. Calon debitur KUR yang baru itu pun dapat mengakses KUR secara online.

Berikut persyaratan bagi debitur KUR yang dapat memperoleh relaksasi dari pemerintah:

Syarat Umum
1. Kualitas kredit per 29 Februari 2020 yakni:
a. Kolektabilitas performing loan (kolektabilitas 1 dan 2) dan tidak sedangdalam masa restrukturisasi.
b. Kolektabilitas performing loan (kolektabilitas 1 dan 2) dan dalam masa restrukturisasi, dapat diberikan stimulus dengan syarat restrukturisasi berjalan lancar sesuai PK restrukturisasi dan tidak memiliki tunggakan bunga dana atau pokok.

2. Bersikap kooperatif dan memiliki itikad baik.

Syarat Khusus:

Penerima KUR mengurangi penurunan usaha dikarenakan minimal salah satu kondisi seperti:
a. Lokasi usaha berada daerah terdampak Covid-19 yang diumumkan pemerintah setempat;
b. Terjadi penurunan pendapatan atau omzet karena mengalami gangguan terkait Covid-19; dan
c. Terjadi gangguan terhadap proses produksi karena dampak Covid-19.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed