oleh

Nilai Pasar Keuangan Bergerak Hati-hati Menanti Hasil Pilpres AS

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi, 4 November 2020 bergerak menguat seiring pelaku pasar

Secret-financial – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi, 4 November 2020 bergerak menguat seiring pelaku pasar yang menantikan hasil pemungutan suara pemilihan presiden Amerika Serikat (Pilpres AS).

Pada pukul 9.41 WIB rupiah bergerak menguat 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.555 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.585 per dolar AS.

“Nilai tukar dolar AS semalam melemah mengikuti sentimen pasar yang kembali masuk ke aset berisiko karena pasar mengantisipasi kemungkinan kemenangan Biden dalam pilpres AS dengan poling-poling terbaru,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu, 4 November 2020.

Baca juga: Direktur BRI Jelaskan Dampak UU Cipta Kerja terhadap Perbankan

Hari ini hasil perhitungan suara sudah mulai masuk dan pasar akan bereaksi dengan hasil tersebut. Pagi ini terlihat Donald Trump lebih unggul dibandingkan Joe Biden yang mendorong penguatan nilai tukar dolar AS kembali, tapi peta perhitungan terus berubah dan ketat.

“Perhitungan suara yang ketat akan mendorong pasar berhati-hati dan keluar dari aset berisiko. Dan ini bisa melemahkan nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar AS,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.550 per dolar AS hingga Rp14.700 per dolar AS. Pada Selasa kemarin, rupiah ditutup menguat 55 poin atau 0,38 persen ke posisi Rp14.585 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.640 per dolar AS.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed