oleh

Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar

Orang RI Pintar, Utang di Pinjaman Online Tidak di Bayar.

SECRET-FINANCIAL.COM – Maraknya fenomena pinjol ilegal membuat Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengajukan pinjaman online.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyoroti perilaku masyarakat dalam meminjam uang melalui fintech. Menurutnya jika ada masyarakat yang meminjam uang tanpa kontrol itu sudah tidak etis.

Tongam mengatakan, utang dari debitur yang berutang di 141 pinjaman online itu mencapai Rp 200 juta dan pinjaman online nya tidak di bayar.

Kehadiran Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI), memunculkan persoalan baru, yakni risiko over-indebtedness.

“Masyarakat kita itu pintar sebenarnya, pintar. Bagaimana nggak pintar, pinjaman online semalam pinjam 20 kali. Habis itu ya kalau semalam pinjam 20 kali ya etikanya sudah nggak betul ya,” kata Wimboh.

“Ada orang yang pinjam di 141 pinjaman online sekaligus, dia mengatakan tiap hari menerima 250 telepon,” ujar Tongam.

Baca juga :

Lalu karena meminjam uang terus-menerus, saat ditagih ada saja alasannya, walaupun tidak semua masyarakat berperilaku seperti itu.

“Nah otomatis kalau ditagih ya yang namanya masyarakat ya ngeles lah,” sebutnya.

Tongam mengatakan, utang dari debitur yang berutang di 141 pinjaman online itu mencapai Rp 200 juta dan pinjaman online nya tidak di bayar.

Dia pun menjelaskan, pinjaman online sebenarnya bisa menjadi bermanfaat jika masyarakat sudah bisa mengenali dan memanfaatkan dengan baik.

“Jelas dong, kalau namanya pinjam kan harus mengembalikan. Kapan mengembalikan sudah jelas, punya uang atau nggak bisa ukur sendiri dong. Kalau nggak punya kapasitas untuk pinjam sebegitu banyak, mengembalikan waktu tertentu, ya jangan,” jelasnya.

“Masyarakat terlalu banyak dijejali pinjaman online ilegal. Banyak yang menganggap pinjaman online ini ilegal, padahal ada 11,5 juta nasabah yang menikmati,” jelas dia.

Menurutnya, orang seperti itu bukannya tidak memahami masalah keuangan. Justru mereka pintar mengambil manfaat. Namun, Wimboh mengimbau agar para peminjam menghitung betul kemampuan membayarnya agar tak terlilit utang.

Tongam pun menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum bisa mencegah menjamurnya aplikasi layanan pinjaman onlie ilegal di platform Google Play, meski pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan pihak Google Indonesia.

“Tapi bagaimana ini, tapi ternyata banyak yang mendapatkan manfaat itu, yang benar-benar pinjam untuk kepentingan yang urgent dengan cepat, dengan elektronik bisa dilakukan,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

2 komentar

News Feed