oleh

Ormas Sweeping Produk Prancis, Aprindo: Bakal Semakin Membebani Perekonomian

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menanggapi sikap sejumlah organisasi massa (Ormas) yang melakukan sweeping

Secret-financial – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menanggapi sikap sejumlah organisasi massa (Ormas) yang melakukan sweeping terhadap produk Prancis di beberapa minimarket di Jakarta. Roy mengatakan hal tersebut malah merugikan masyarakat dan semestinya tak perlu dilakukan.

“Enggak ada hubungannya (antara sentimen terhadap Prancis) dengan sisi perdagangan,” katanya saat dihubungi pada Kamis, 5 November 2020.

Menurut Roy, keputusan untuk membeli produk-produk yang dijual di gerai-gerai minimarket berada di tangan masing-masing konsumen. Karena itu, ia memandang ormas semestinya tidak mengintervensi sikap konsumen.

Baca juga: Airlangga, Sri Mulyani, dan Istana Sebut RI Lewati Titik Terendah, Apa Artinya?

Di sisi lain, Roy meminta pihak berwenang bersikap tegas agar tidak terjadi aksi yang merugikan masyarakat dan pelaku usaha. Ia khawatir pihak-pihak tertentu bakal memprovokasi dan melakukan aksi anarkis.

Sebaliknya, menurut Roy, sweeping ini justru bakal semakin membebani perekonomian. Sebab, idealnya kestabilan konsumsi rumah tangga harus tetap terjaga untuk mendorong peningkatan produk domestik bruto di tengah lesunya ekonomi karena pandemi.

Sebelumnya terjadi sweeping marak terjadi lantaran sejumlah umat Islam sebelumnya keberatan dengan ungkapan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait insiden karikatur Nabi Muhammad. Peristiwa tersebut bermula saat seorang guru tewas dipenggal lantaran menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dalam sebuah kelas.

Dalam pernyataannya, Macron justru mendukung publikasi kartun Nabi Muhammad itu setelah peristiwa pemenggalan terjadi. Sikap Macron menimbulkan munculnya gelombang protes, terutama di negara-negara dengan penduduk muslim terbesar.

Terkait insiden tersebut, Roy beranggapan bahwa pernyataan Macron memang  tidak sejalan dengan nilai kesakralan dan simbol agama. Persoalan itu pun harus segera dihentikan.

Baca juga: Jokowi Terbitkan Perpres Penjaminan Pembiayaan Program Pemulihan Ekonomi

“Kami meminta agar pemerintah RI, terus aktif berkomunikasi dengan Pemerintah Prancis untuk menindaklanjuti sikap tegas, yang langsung disampaikan Presiden Joko Widodo, pada beberapa hari lalu,” katanya.

Lebih jauh, Roy berharap bakal ada mekanisme lebih lanjut menyikapi hubungan perdagangan antara Indonesia-Prancis yang telah berjalan dengan baik. Ia mengimbuhkan, asosiasinya akan menghormati keputusan konsumen untuk tidak membeli atau tetap membeli produk-produk Prancis.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed