fbpx
Ini Tips Daftar CPNS 2019 Agar Lancar

Ini Tips Daftar CPNS 2019 Agar Lancar

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Saat ini sedang berlangsung pendaftaran Calon Seleksi Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pendaftaran berlangsung hingga 24 November 2019.

BKN mengunggah tips agar lancar melakukan pendaftaran CPNS melalui akun instagramnya. Pendaftaran dapat dilakukan melalui web sscn.bkn.go.id.

”#SobatBKN bingung dengan kelengkapan dokumen yang harus disiapkan, akreditasi atau yang berhubungan dengan persyaratan pendaftaran? Simak tips dari mimin berikut ini! Selain itu, kesekian kalinya dan tak pernah lelah mimin ingatkan untuk lakukan pendaftaran dengan PC atau Laptop, supaya menghindari data crash atau kesalahan input. Ingat! data yang sudah disubmit tidak dapat diubah kembali,” ujarnya.

Pelamar dapat mengikuti langkah-langkah dalam mendaftar pada alur pendaftaran CPNS yang telah BKN berikan. Alur pendaftaran dapat dilihat melalui web SSCASN. Seputar informasi mengenai pendaftaran CPNS ini bisa dilihat di buku panduan yang dapat pelamar unduh.

Untuk mengetahui persyaratan pendaftaran formasi yang akan didaftar, pelamar dapat mengecek web instansi atau menghubungi instansi yang akan dipilih tersebut.

Dalam mendaftar, BKN tidak merekomendasikan pelamar menggunakan HP untuk menghindari kesalahan dalam input data. Maka dari itu, pendaftaran harus menggunakan komputer atau laptop.

Apabila ada kendala, pelamar dapat membersihkan cache browser dan coba kembali mendaftar. Pelamar harus teliti dalam memasukkan data, karena mereka bisa saja tidak lulus seleksi apabila data yang diinput tidak sesuai.

BKN mengatakan, pelamar harus melakukan pendaftaran secara mandiri. Jangan gunakan calo pendaftaran agar terhindar dari data crash. Selain itu, menyebarkan data pribadi ke orang asing bisa disalahgunakan oleh pihak tersebut.

Tips Berhemat di Tengah Bulan

Tips Berhemat di Tengah Bulan

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya– Jika kamu pernah memeriksa saldo bankmu di tengah bulan, mungkin kamu merasa kaget karena jumlahnya menjadi sedikit. Eits! Kamu nggak sendirian kok!

Banyak orang menghambur-hamburkan uangnya juga, tapi karena melihat saldo yang makin menipis, banyak juga yang mau bertobat.

Kebiasaan berbelanja hingga borong adalah kebiasaan yang paling sering dilakukan masyarakat. Tapi jangan khawatir! Di bawah ini adalah langkah-langkah menghemat uang yang patut ditiru:

1. Bayar Tagihan Tepat Waktu

Kedengarannya cukup mudah, tapi dalam praktiknya sering kali lewat jatuh tempo atau bayar di akhir bulan. Sekitar 41% orang tidak membayar tagihan tepat waktu dan hanya sekitar 14% orang yang membayar tagihan tepat waktu.

Sama halnya dengan masalah finansial lain. Kamu harus membiasakan untuk menghabiskan uang sedikit sehingga kamu punya banyak uang di saldo ATM-mu. Pada saat yang sama, jika kamu membayar tagihan tepat waktu, kamu tidak akan membayar biaya keterlambatan atau biaya bunga.

Jika kamu kerap kali lupa untuk membayar tagihan, siapkan pengingat atau manfaatkan teknologi agar melakukan pembayaran secara otomatis.

2. Batasi Diri untuk Berutang!

Jika kamu mau menghindari dari kehabisan uang, hindarilah untuk berhutang. Karena jika berhutang tentu ada bunga yang harus dibayarkan.

Jika kamu punya kartu kredit, bayarlah tagihan itu setiap bulannya. Tapi jika kamu terpaksa untuk meminjam uang, carilah pinjaman yang menawarkan pinjaman dengan bunga rendah.

Pada intinya adalah batasi dirimu untuk berhutang, bukan menghindari hutang. Jika peminjaman dengan bunga rendah akan membantu hidupmu dan tidak akan terlalu membebani finansialmu, berhutang tidak selalu ide yang buruk.

3. Mulailah Menabung!

Ini bisa menjadi sulit jika kamu menggunakan semua uangmu untuk membayar tagihan. Kamu bisa menumbuhkan kebiasaan menabung ini dengan menyisihkan sedikit uang. Kamu bisa menyisihkan Rp100.000 atau Rp300.000 setiap bulannya. Kemudian jika kamu punya penghasilan yang berlebih, kamu bisa menyisihkan uang lebih banyak.

Cara lainnya untuk mulai menabung adalah membuka tiga rekening tabungan sekaligus, kemudian mengatur setoran bulanannya. Dengan demikian, kamu bisa mentransfer uang ke rekening tabungan tanpa pikir.

Lebih bagus lagi, jika kamu memiliki setoran untuk menabung yang diatur oleh atasanmu. Mereka mungkin bisa mentransfer dan membagi gajimu menjadi ke dua rekening yang berbeda.

4. Catat Pengeluaranmu!

Dalam mencatat pengeluaran, kamu bisa dengan cara manual atau otomatis. Karena sekarang banyak aplikasi yang mencatat dan melacak pengeluaranmu, ini bermanfaat untuk orang-orang yang tidak bisa atau lupa untuk mencatat pengeluaran.

Jika kamu mau mencatat pengeluaran dengan teliti, mungkin cara manual cocok untukmu. Kamu dapat menggunakan Excel atau menulis di kertas untuk mencatat dan mengelompokkan pengeluaran harianmu.

Setelah bulan pertama, periksalah pengeluaranmu dan evaluasi lagi. Apakah kamu menghabiskan uang lebih dari yang kamu perkirakan? Kemudian tetapkan batas pengeluaran pada bulan berikutnya dan seterusnya.

Kebiasaan menghemat untuk jangka panjang memang tidak mudah. Tetapi empat langkah di atas adalah hal sederhana yang dapat membuat pengeluaranmu terkontrol dan lebih banyak menabung.

Tips Mengajukan Pinjaman Online

Tips Mengajukan Pinjaman Online

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Terkadang permasalahan datang di waktu yang kurang tepat. Seperti laptop rusak ketika deadline menunggu atau handphone tiba-tiba jatuh ketika naik motor dan tak terselamatkan. Bencana seperti itu memang bikin emosi, apa lagi melihat keuangan yang kurang mendukung untuk membeli barang baru.

Bila berada di posisi seperti itu, pinjaman uang bisa menjadi jawaban dari permasalahan yang dihadapi. Apalagi di era digital seperti ini banyak fintech atau financial technology yang menyediakan layanan keuangan online dan siap membantu permasalahan, mulai dari menerima cicilan online hingga pinjaman tunai.

Bagi orang yang belum pernah mempunyai pengalaman memakai aplikasi fintech yang sedang populer di kalangan masyarakat, pasti bertanya-tanya, bagaimana caranya mendaftar ke layanan tersebut? Apa saja kelebihannya dan amankah untuk digunakan? Mari bahas satu persatu bagaimana cara mendapatkan pinjaman uang dengan cepat dan aman melalui fintech.

Pendaftaran Online Tanpa Survey

Bila di bank konvensional, kita harus membawa dokumen dan pergi ke cabang bank untuk melakukan transaksi, pendaftaran tabungan, mengajukan kredit dan lain sebagainya, dengan fintech dan teknologi yang dimiliki, kamu bisa menghemat banyak waktu karena proses pendaftarannya yang tidak memakan waktu lama, dan cukup menggunakan smartphone saja.

Kredivo contohnya, untuk mendaftarkan basic account, kamu cukup mengunggah foto KTP dan foto selfie serta menyambungkan akun e-commerce yang memiliki riwayat transaksi. Hanya butuh waktu 1 menit untuk mendapatkan pay later atau pinjaman yang harus dibayar kembali dalam waktu 30 hari setelah transaksi dilakukan dengan limit maksimal hingga Rp3 juta yang bisa digunakan di 250+ merchant e-commerce yang sudah bekerja sama dengan Kredivo.

Setelah berhasil mendaftar basic account, kamu bisa juga mendapat cicilan online tanpa kartu dan pinjaman tunai atau dana cepat untuk kebutuhan mendadak dengan tenor 3, 6 hingga 12 bulan hanya dengan menghubungkan akun internet banking kamu.

Pilih Fintech Yang Terdaftar OJK

Ada ratusan fintech yang bisa kamu temukan di internet maupun di Apps Store maupun Play Store. Namun, belum tentu semua fintech itu aman digunakan. Karena setiap perusahaan fintech wajib mendaftarkan diri ke OJK (Otoritas Jasa keuangan). Selain OJK memberikan tes uji kelayakan pada suatu fintech, ia juga menjadi payung hukum dan pengawas bagi nasabah apabila dirugikan oleh fintech terkait.

Oleh karena itu, jangan asal mengajukan pinjaman sebelum mengecek daftar perusahaan pinjaman pada situs resmi OJK.

Kredivo juga salah satu fintech yang sudah mempunyai kredibilitas yang baik dan sudah terdaftar di OJK sejak 21 Maret 2018. Oleh karena itu Kredivo serius menjaga dan menjamin keamanan data pengguna dengan tidak membiarkan data pribadi yang diberikan konsumen disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Akhir kata, semoga kamu yang mempunyai kebutuhan mendadak dan membutuhkan pinjaman uang bisa tercerahkan dengan tips mendapatkan pinjaman uang dengan cepat dan aman. Selalu ingat juga untuk menggunakan layanan fintech dengan bijak, ya!

Fitnah, Fintech Ilegal Menagih dengan Ancaman Pelecehan Seksual

Fitnah, Fintech Ilegal Menagih dengan Ancaman Pelecehan Seksual

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya– Satgas Waspada Investasi, menyebut ada beberapa masalah yang sering muncul dari perusahaan fintech peer to peer lending atau pinjaman online ilegal. Salah satunya yakni penyebaran data peminjam.

“Fintech ilegal ini, sering melakukan penyebaran data peminjam, kemudian juga cara penagihan yang tidak benar,” ujar Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam L Tobing, pada acara seminar nasional tentang perlindungan konsumen pinjaman fintech.

Dia juga menjelaskan bahwa perusahaan fintech ilegal ini melakukan penagihan tidak hanya kepada peminjam tapi juga kepada keluarga, rekan kerja, sampai atasan.

“Ada juga fitnah, ancaman, pelecehan seksual, dan penagihan sebelum batas waktu. Melihat fakta tersebut, kami (OJK) tidak tinggal diam,” ungkap dia.

Dia menambahkan bisnis pinjaman online ilegal adalah perusahaan tidak terdaftar, bunga pinjaman tidak jelas, dan alamat peminjaman tidak jelas dan berganti nama.

“Selain itu, media yang digunakan pelaku fintech peer to peer lending ilegal tidak hanya menggunakan Google Play Store untuk menawarkan aplikasi,” pungkas dia.

Sebelumnya, Satgas Waspada Investasi telah berhasil menghentikan 1.773 entitas atau perusahaan fintech peer to peer lending. Di mana perusahaan tersebut tanpa izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Oktober 2019.

“Sepanjang tahun 2018 hingga Oktober 2019, kami (Satgas) sudah menghentikan 1.773 entitas fintech peer to peer lending tanpa izin OJK,” ujar Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam L Tobing

Menurut dia, masalah yang sering muncul dari bisnis pinjaman online ilegal adalah perusahaan tidak terdaftar, bunga pinjaman tidak jelas, dan alamat peminjaman tidak jelas dan berganti nama. Selain itu, media yang digunakan di mana pelaku fintech peer to peer lending ilegal tidak hanya menggunakan Google Play Store untuk menawarkan aplikasi.

Google Hentikan Fintech Ilegal

Google Hentikan Fintech Ilegal

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Maraknya perusahaan financial technology (fintech) membuat pemerintah menyiapkan langkah-langkah pencegahan. Misalnya dengan meminta bantuan beberapa pihak seperti Google.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan, dirinya sempat meminta Google untuk menyaring aplikasi pinjaman online yang masuk di appstore. Namun menurutnya, Google sendiri mengaku kesulitan karena ada sekitar 8 juta aplikasi yang ada di apsstore.

“Kemajuan teknologi saat ini sangat besar, kita sudah minta Google tapi tidak bisa karena mereka tidak bisa menahan aplikasi baru yang masuk. Bayangkan setiap hari aplikasi yang masuk ke Google ada 8 juta,” ujarnya saat ditemui di JCC Senayan.

Selain itu lanjut Tongam, hal yang bisa dilakukan oleh regulator adalah gencar melakukan edukasi kepada masyarakatsehingga pemahaman terkait fintech online semakin meningkat.

Tongam meminta juga kepada masyarakat jika ingin meminjam kepada pinjol bisa ke pinjol yang legal. Bisa melakukan pemeriksaan di kontak center OJK di nomor 157.

“Cek dulu daftarnya, kita nggak tau mereka yang ilegal itu siapa, server yang digunakan juga di luar negeri. Mereka itu selali meminta izin untuk mengakses semua kontak yang ada di hp, kalau tidak diizinkan ya tidak terjadi pinjaman itu. Tolonglah jangan sembarangan kalau pinjam,” katanya.

Menurut Tongam, fintech ilegal ini harus ditertibakn. Karena kebanyakan masyarakat di Indonesia menilai jika pinjaman melalui fintech lending memiliki bunga yang tinggi.

Dia mengungkapkan, hal ini terjadi karena pesatnya pertumbuhan fintech ilegal yang meresahkan. Hingga saat ini saja lanjut Tongam, satgas sudah menghentikan sekitar 1.400 aplikasi atau entitas fintech ilegal, namun mereka muncul lagi dengan nama yang baru.

“Kan sekarang banyak yang merasa diteror bunganya tinggi, fee-nya tinggi, semua kontak diakses oleh mereka,” ucapnya.

Inilah Penyebab Menjamurnya Pinjaman Online Ilegal

Inilah Penyebab Menjamurnya Pinjaman Online Ilegal

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Progres perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi digital diikuti dengan munculnya berbagai penyedia jasa dan produk finansial berbasis online. Tumbuh kembang ekosistem finansial digital diharapkan dapat meningkatkan inklusi dan literasi keuangan.

Proses pengajuan hingga pencairan dana yang mudah dan instan membuat fintech menjadi solusi pinjam uang yang diminati konsumen, khususnya warganet yang sudah terbiasa dengan solusi instan.

Namun, kondisi ini juga memicu munculnya banyak permasalahan, mulai dari menjamurnya fintech ilegal tak berizin, bunga tinggi yang menjerat nasabah, cicilan pinjaman yang tak terbayar, hingga pengalaman buruk nasabah tentang perilaku debt collector.

“Beragam berita tentang tragedi nasabah yang terjerat utang fintech ilegal semakin sering diberitakan. Kami yakin, masih banyak yang tidak tahu harus berbuat apa jika ini terjadi pada mereka. Pertemuan ini kami jadikan kesempatan belajar dan curhat tentang fintech ilegal,” CEO & founder IndoSterling Group William Henley dalam keterangan tertulisnya.

Bersama Satgas Waspada Investasi, satuan tugas yang berwenang menangani permasalahan jasa keuangan & investasi ilegal, peserta diskusi diberi pencerahan dan kesempatan bertanya, da mempelajari banyak hal signifikan yang perlu dipahami sebelum memilih jasa pinjaman peer to peer.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L. Tobing Satgas Waspada Investasi bersama 13 kementerian dan lembaga (K/L) melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat mengingat masih banyaknya penawaran pinjaman online dari perusahaan fintech peer to peer lending tidak berizin yang bisa merugikan masyarakat.

Tongam L Tobing mengatakan edukasi mengenai pentingnya memilih perusahaan fintech peer to peer lending yang berizin OJK harus semakin gencar dilakukan mengingat Satgas hingga awal Oktober kembali menemukan dan langsung menindak 133 entitas yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK.

“Kami tidak akan menunggu korban masyarakat semakin banyak akibat fintech peer to peer lending ilegal ini, jadi kami terus berburu dan langsung menindak temuan fintech lending yang ilegal dengan meminta Kominfo untuk memblokirnya,” kata Tongam belum lama ini.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, Satgas saat ini juga sudah bekerja sama dengan Dinas Kominfo DKI Jaya untuk menayangkan iklan layanan masyarakat yang berisi peringatan untuk menghindari fintech peer to peer lending ilegal.

“Kami meminta dukungan dan mengajak berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya fintech peer to peer lending ilegal mengingat keberadaannya sangat merugikan,” katanya.

Woww, Ternyata Fintech Ilegal Pakai Server di Luar Negeri

Woww, Ternyata Fintech Ilegal Pakai Server di Luar Negeri

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Satgas Waspada Investasi menyebut bahwa penyelenggara aplikasi fintech peer to peer lending ilegal mempunyai cara untuk cara mengelabui konsumen. Salah satunya yakni dengan menggunakan server yang berada di luar negeri.

“Jadi fintech ilegal melakukan hal tersebut, agar tidak mudah dilacak oleh kami,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan.

Menurut dia, pihaknya memastikan akan lebih melindungi konsumen atau nasabah dari geliat para P2P Lending ilegal tersebut. Namun, Satgas Waspada Investasi masih belum mengetahui keberadaan server fintech di luar negeri.

“Memang ini jadi masalah, di mana banyak pelaku fintech memiliki server di luar negeri yang kita tak tahu keberadaannya,” ungkap dia.

Maka itu, lanjut dia, pihaknya akan bekerjasama dengan Kominfo untuk melakukan pemblokiran kepada fintech ilegal. Sehingga Satgas Waspada Investasi bisa melindungi masyarkat.

“Hingga saat ini proses penindakannya memang hanya bisa dilakukan dengan pemblokiran aplikasi tersebut di dalam negeri. Dan kita minta masyarakat juga hati-hati, dan kami juga sampaikan laporan ke polisi agar bisa dilakukan proses hukum,” katanya.

Dia berharap dengan banyaknya server dari fintech ilegal yang memiliki server di luar negeri itu, nantinya bisa ditangani melalui kerja sama antarpihak terkait.

“Contohnya dengan pihak Kementerian Luar Negeri, atau bahkan pihak kedutaan besar dari negara-negara yang diduga menjadi lokasi dari server fintech P2P Lending ilegal tersebut,” pungkas dia.

Logo OJK Tidak Boleh di Pakai Perusahaan Fintech

Logo OJK Tidak Boleh di Pakai Perusahaan Fintech

Surabaya, SECRET-FINANCIAL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengeluarkan aturan terbaru mengenai perusahaan Fintech (Financial Technology/Teknologi Finansial). Salah satunya, perusahaan Fintech tak boleh lagi memakai logo OJK dengan tagline terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

“Fintech ini bukan lembaga jasa keuangan. Hanya perusahaan biasa saja penyedia platform yang menghubungkan antara pemodal dan peminjam. Nanti tidak boleh lagi pakai logo OJK,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam diskusi bersama Redaktur Media Massa Nasional, di Bandung, Sabtu (3/2/2018).

Menurut Wimboh, OJK hanya mengawasi dan mengatur khusus jasa keuangan. Perusahaan Fintech ini, lanjutnya diatur hanya melalui kewenangan OJK di perlindungan konsumen.

“Untuk itu demi konsumen kita mengaturnya. Perusahaan Fintech harus transparan, dijelaskan perusahaan apa, risikonya apa dan bahkan sampai fee dan pricingnya seperti apa,” ungkap Wimboh.

Wimboh menegaskan, OJK tidak akan bertanggungjawab jika nantinya ada perusahaan Fintech yang bangkrut dan terjadi fraud dalam prosesnya. Menurut Wimboh, masyarakat harus paham akan hal ini karena Fintech bukanlah jasa keuangan.

“Jangan nanti meminta ganti rugi ke OJK. Fintech yang harus bertanggungjawab bukan OJK. OJK akan mengatur lebih dalam agar masyarakat tak tertipu karena kita tahu kan ini Fintech hanya platform saja,” paparnya.


Mengajukan Pinjaman Online 20 Kali Dalam Semalam Mengagetkan Ketua OJK

Mengajukan Pinjaman Online 20 Kali Dalam Semalam Mengagetkan Ketua OJK

Wimboh Santoso Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK ).

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengingatkan pentingnya memahami etika dalam dunia financial technology (fintech), terutama P2P Lending yang selama ini dinilai masih bermasalah. Etika penting diikuti oleh peminjam maupun pemberi pinjaman.

Ini dia ungkapkan saat menjadi salah satu pembicara utama pada Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 yang dibuka pada Senin (23/9/2019) di JCC, Jakarta. Wimboh berbagi panggung bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

“Etika tidak hanya untuk provider fintech saja, tetapi juga untuk peminjam. Saya ada beberapa bukti, ada pelanggan yang mengajukan pinjaman sebanyak 20 kali dalam satu malam kepada provider berbeda. Kok bisa?” tutur Wimboh.

Wimboh mengingatkan agar para peminjam sadar diri terkait kemampuan membayar mereka. Selain itu, edukasi dan tingkat membaca juga harus ditingkatkan agar borrower dan lender punya pemahaman yang sama soal produk P2P lending.

Dia pun mengaku telah meminta asosiasi fintech untuk membuat kode etik yang berfungsi melindungi konsumer. Ini karena di masyarakat, sempat muncul kekhawatiran jika beberapa P2P lending menetapkan bunga teramat tinggi.

Aplikasi fintech pun bisa diprogram mengetahui kontak pada telepon seluler milik peminjam. Hal ini sempat memunculkan masalah karena peminjam mendapatkan tekanan jika tak mampu membayar.

“Sebetulnya kami meminta asosiasi untuk mengidentifikasi siapa saya anggota yang menyediakan jasa fintech dan membuat kode etik. Tujuannya adalah untuk melindungi konsumen,” ujar Wimboh.

Ia pun berkata OJK akan menjalankan mandat hukum agar terus melindungi konsumen. Pada saat yang sama, OJK memastikan agar borrower dan lender di P2P lending bisa beraktivitas sesuai market conduct. Wimboh juga berharap akses ekonomi digital ini bisa turut menjangkau ke wilayah perkampungan.

OJK Cabut Izin Usaha BPR Artha Makmur

OJK Cabut Izin Usaha BPR Artha Makmur

SECRET-FINANCIAL.COM, Surabaya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Fajar Artha Makmur yang beralamat di Ruko Graha Depok Blok A Nomor 21, Jalan Arief Rahman Hakim, Kota Depok, Jawa Barat. “Pencabutan Izin Usaha PT BPR Fajar Artha Makmur, terhitung sejak tanggal 11 November 2019,” kata Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat, Triana Gunawan, dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 11 November 2019.

Triana mengatakan, pencabutan izin usaha BPR Fajar Artha Makmur itu ditetapkan dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner Nomor KEP-207/D.03/2019 tanggal 11 November 2019 tentang. OJK sebelumnya memasukkan Bank BPR Fajar Artha Makmur dalam status BPR dalam pengawasan khusus (BPDK) sejak 6 Mei 2019.

“Karena rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang kurang dari 0 persen. Penetapan status BDPK tersebut disebabkan kelemahan pengelolaan oleh manajemen BPR yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian dan pemenuhan asas perbankan yang sehat,” kata Triana.

OJK menetapkan status dalam pengawasan khusus tersebut untuk memberi kesempatan pada pemilik BPR Fajar Artha Makmur untuk menyehatkan kembali bank tersebut. “Namun, sampai batas waktu yang ditentukan, upaya penyehatan yang dilakukan oleh Pengurus atau Pemegang Saham untuk keluar dari status BDPK dan dapat beroperasi secara normal dengan rasio KPMM paling kurang sebesar 8 persen tidak terealisasi,” kata Triana.

Triana mengatakan, kondisi keuangan BPR Fajar Artha Makmur malah makin memburuk. “Adanya permasalahan internal BPR yang tidak dapat diselesaikan Pemegang Saham Pengendali BPR tersebut,” kata dia.

OJK selanjutnya memutuskan mencabut izin usaha BPR Fajar Artha Makmur mengikuti ketentuan Peraturan OJK Nomor Nomor 19/POJK.03/2017. “Maka OJK mencabut izin usaha BPR tersebut setelah memperoleh pemberitahuan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),” kata Triana.

Selanjutnya LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi. “OJK mengimbau nasabah PT Bank Perkreditan Rakyat Fajar Artha Makmur agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPR dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.

Teryata  Hanya 7 Perusahaan Pinjol  Yang Mempuyai Izin, Lainya ?

Teryata Hanya 7 Perusahaan Pinjol Yang Mempuyai Izin, Lainya ?

Simpang siurya kabar tentang perusahaan pinjol yang sudah mengantongi izin (legal atau ilegal ) saat ini banyak di tanyakan oleh para pengguna pinjol, alasan orang bertanya tentang mana saja perusahaan pinjol yang mempuyai izin (legal atau ilegal) di sebabkan banyak perusahaan pinjol yang melakukan penyebaran data dan pengancaman untuk utangnya bisa segera dibayarkan.

 

Melihat di websete OJK sendiri lebih dari 150 aplikasi yang sudah terdaftar dalam sistem OJK. Selain aplikasi yang terdaftar di sistem OJK itu. Maka aplikasi tersebut ilegal, dan kebayakan perusahaan pinjol yang sudah terdaftar di OJK dalam sistem penagihanya pun layaknya seorang preman bayaran.

Setelah banyaknya pertayaan yang bermuculan tentang perusahaan mana saja yang sudah mengantongi izin (lega) dari OJK. Tim dari Kantor Nenggala Alugoro mencoba mengginvestigasi persoalan perusahaan pinjol yang sudah mengantongi izin dari OJK.

Teryata Hanya ada 7 perusahaan pinjaman online yang sudah mengantongi izi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi melakukan pinjaman online, diantaranya adalah, Toko Modal, Uang teman, Danamas, Investree, Amartha, Dompet kita dan Kimo.

Sejauh investigasi yang dilakukan oleh tim Kantor Hukum Nenggala Alugoro di temukan jawaban kenapa hanya 7 aplikasi saja yang mendapatkan izin untuk beroperasi secara legal, teryata 7 aplikasi itu selama uji coba tidak pernah melakukan pelanggaran selama melakukan pinjaman. Dan selalu melakukan pelaporan sekala berkata selama  bulan sekali,

Selain dari pada itu ke 7 aplikasi tersebut jelas kedudukan kantornya dimana, struktur organisasinya ada, dan pemilik sahamnya dapat diketahui, seingga hal itu yang membuat OJK mengeluarkan izin atas 7 aplikasi tersebut.

Adapun kebayakan dari aplikasi yang statsnya terdaftar saja di OJK, aplikasi tersebut tidak malakukan pelaporan sekala berkala setiap 3 bulan sekali. Laporan itu tentang jumlah Pemberi Pinjaman dan Penerima Pinjaman, kualitas pinjaman yang diterima oleh Penerima Pinjaman berikut dasar penilaian kualitas pinjaman, dan kegiatan yang telah dilakukan setelah terdaftar di OJK. Seingga hal demikian  itu yang membuat OJK tidak bisa memberikan izin

Disisi lain aplikasi yang statusnya hanya terdaftar saja di OJK cenderung melakukan penyebaran data sebagai sengjata untuk membuat nasabah melakuna pelunasan utangnya, hal itu di lakukan karena tidak terikadnya dengan ketentuan yang berlaku, pihak OJK sendiri pun dalam hal penyebaran data dan ancaman kekerasan yang dilakukan oleh aplikasi pinjol yang bersetatus terdaftar tutup mata untuk melakukan tindakan maupun teguran.

Saran dari penulis lakukanlah pinjaman online kepada aplikasi yang sudah jelas mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , seingga membuat hidup anda lebih tenang dalam melakukan pelunasanya, Hidup akan tenang ketika lepas daru HUTANG !!!

Hal Yang Harus Di Perhatikan Sebelum Membuat Kartu Kredit

Hal Yang Harus Di Perhatikan Sebelum Membuat Kartu Kredit

Pembuatan Kartu Kredit merupakan salah satu cara menopang Gaya Hidup seseorang untuk melakukan pembayaran terhadap barang-barang guna memenuhi kebutuhan hidup yang tidak dapat dibayar secara tunai, Sehingga membuat banyak pihak berkeinginan memiliki Kartu Kredit, dan tak ayal banyak orang yang mendatangi bank-bank penerbit Kartu Kredit.

Hal yang perlu

Kertu Kredit memang memberikan kemudahan untuk proses pembayaran dan dapat pula memberikan keutungan bagi pihak yang mempuyai Kartu Kredit, selain itu dapat diandalkan untuk urusan mendadak dan penting.
Disisi lain banyak pihak pengguna Kartu Kredit mengalami kemacetan pembayaran tagihan. Disebabkan karena seenaknya saja menggunkan Kartu Kredit tanpa memikirkan segala aspek yang akan terjadi, berikut ini yang harus di perhatikan sebelum membuat Kartu Kredit;

  1. Kenali Status Financial Anda
    Apakah anda sudah mampu mengelolah keuangan dengan baik ? kalau belum mampu untuk mengatur keuangan, atur dulu pola keuagan anda sebelum menggunakan kartu kredit. Sehingga anda nanti mampu melakukan pembayaran tagihan.
  2. Pahami Konsekuensi Kartu Kredit
    Memiliki kartu kredit tentu berisiko. Salah satunya pihak asuransi atau marketing kartu kredit akan selalu menelpon anda untuk menanyakan terkait dengan pelunasan tagihan. Selian itu bunga dalam kartu kredit sangat besar yaitu 2,25% untuk perbulanya.
  3. Fungsi Serta Mamfaat Kartu Kredit
    Fungsi kartu kredit tidak hanya sebatas untuk menggantikan uang tunai saja. Melainkan kartu kredit merupakan sebuah instrumen pinjaman. Dimana dalam pinjaman tersebut berlaku nominal dengan jumlah tertentu dalam waktu 30 hari. Setelah lewat masa tersebut, Anda wajib mengganti semua transaksi yang sudah Anda lakukan sebelumnya dalam bentuk tagihan. Sedangkan manfaat dari kartu kredit anda bisa mendapatkan Dison saat berbelanja.
  4. Bijaklahlah Menggunakan Kartu Kredit
    Membuat kartu kredit tidaklah sulit, yang sering menjadi masalah utama adalah kebijakan setiap individu dalam menggunakan kartu kredit tersebut dan cara bank untuk menilai calon pengguna produknya itu. Pastikan setelah pengajuan diloloskan oleh pihak bank, Anda sebaiknya memakai kartu kredit dengan sebaik mungkin, tidak sekadar mengikuti Tren dan berbelanja dengan sangat Konsumtif. Sebab dari kartu kredit pertama Anda tersebut, penilaian untuk membuka kartu kredit lain dapat tercermin.
Jika di Teror DC(Debt Collector) Pinjol, Apa yang Harus di Lakukan ?

Jika di Teror DC(Debt Collector) Pinjol, Apa yang Harus di Lakukan ?

Pinjaman online saat ini memang sangat banyak di gemari oleh masyarakat luas, terutama masyarakat yang sedang kesulitan secara ekonomi, Waktu dalam sistem pinjaman online sangat sebentar sekali, penerima pinjaman online hanya diberikan tenggang waktu selama tujuh hari untuk melakukan pembayaran  pinjaman online tersebut. Dan kebanyakan dari orang yang melakukan pinjaman online tidak mampu membayar tanggunganya ketika sudah jatuh tempo.

secret-financial.com/26-09-2019

Alasan dari orang yang tidak mampu melakukan pembayaran utang-piutang pada pinjaman online  disebabkan tingginya bunga dan denda yang harus di bayarkan oleh orang yang menerima  pinjaman online. Selain dari tingginya bunga dan denda yang harus di bayarkan, uang yang diterimapun tidak sesusai dengan pinjaman pokoknya. Alhasil kebayakan para palaku pinjaman online keteteran untuk bisa melunasi tanggungan utang piutang pada pinjaman online. Seingga ketika kita tidak sanggup untuk melunasinya, maka  perusahaan pinjaman online akan mengutus dept colektor untuk menagih utang pada kita dan melalukan teror dan caci maki secara terus menerus pada kita dan itu juga di lakukan pada seluruh kontak hp kita

Hal-hal apa yang harus dilakukan kalau sudah mendapatkan teror dari pinjaman online :

  1. Terbukalah pada semua orang soal permasalahan kita

Keterbukaan merupakan jalan salah satunya bagi kita untuk menyesaikan persoalan yang kita hadapi.  Terutama keterbukaan pada orang-orang yang ada disekililing kita, seperti orang tua, suami atau istri, pimpinan pada perusahan tempat kita bekerja serta temen-temen terdekat kita. Seingga dalam keterbukaan itu muncul dukungan dan support pada diri kita untuk bisa keluar dari pinjaman online

  1. Siapkan mental baja untuk menyelesaikan utang-piutang anda

Dalam menyelesaikan persoalan utang di pinjaman online hal yang perlu diperhatikan adalah mental kita. Sebab mental merupakan alat bagi kita untuk tetep bergerak maju untuk menyelesaikan setiap persoalan kita, sebab jika secara mental kita sudah lemah atau down, sulit untuk menyelesaikan dan keluar dari pinjaman online

 

  1. Cek legalitas pinjaman online kita di Otoritas Jasa Keuangan

Cek dan ricek untuk menentukan pinjaman online kita sudah mengantongi izin beroperasi  melakukan kegiatan pinjaman online secara legal. Jika pinjaman online kita teryata tidak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan otomatis pinjaman online tersebut ilegal. Dan kita tidak perlu untuk membayar utang pada pinjaman online yang demikian

  1. Tanyakan bukti tentang perikatan utang kita dengan perusahaan pinjaman online

Hal yang perlu disikapi dalam melakukan pinjaman adalah adanya bukti tertulis perjanjian utang piutang antara orang yang menerima utang dan orang yang memberi utang, dengan adanya bukti tersebut kita mempuyai kewajiban untuk melunasi utang tersebut. Sebak jika tdak ada bukti yang tertulis, maka kita tidak bisa di kategorikan orang yang mempuyai utang.

  1. Amankan seluruh kontak handphone kita

Amankan seluruh kontak handphone disini dalam artian semua kontak yang ada dalam handphone kita di kasih penjelasan serta pengertian soal kondisi saat ini terkait utang kita pada pinjaman online, seingga seluruh kontak yang ada dalam handphne bisa mengerti dan memahami serta memberikan dukungan terkait dengan keadaan yang ada.

Keseimpulan  

     Untuk selanjutnya bijaklah dalam menggambil langkah dan berhati-hatilh dalam melakukan pinjaman uang.

.

 

Pahami Resiko Gagal Bayar Dalam Pinjaman Online

Pahami Resiko Gagal Bayar Dalam Pinjaman Online

Tips and solusion

 PAHAMI RESIKO GAGAL BAYAR DALAM PINJAMAN ONLINE-Tidak bisa dipungkiri lagi dalam kemajuan gelobal saat ini, kita dimudahkan untuk melakukan transaksi-transaksi, terutama transaksi yang berkaitan dengan keuagan kita, dalam majunya dunia teknologi saat ini kita di berikan akses kemudahan  dalam melakukan pinjaman uang.

Melakukan pinjaman uang berbasis teknologi (fintech) sangat instal proses pencairan uangnya seingga banyak orang-orang yang berpindah untuk melakukan pinjaman uang kepada aplikasi-aplikasi yang menyediakan pinjaman uang dari pada melakukan pinjaman ke bank. Seingga banyak orang-orang yang sudah tergiur untuk melakukan pinjaman secara online tampa berfikir panjang akan suatu resiko yang akan dihadapinya ketika kita tidak mampu dalam melakukan pinjaman tersebut.

Jadi, sebelum Anda nekat mencoba pinjaman online, sebaiknya pahami dulu bahaya pinjaman online berikut ini dan pikir-pikir kembali ya.

Adapun resiko yang akan kita hadapi ketika kita tidak bisa melakukan pembayaran ialah:

  1. Pihak perusahaan pinjaman online akan selalu mengganggu aktifitas kerja Kita, mulai pagi sampai malem mereka akan selalu menyanyakan terkait dengan pembayara pinjaman online yang sudah jatuh tempo
  2. Selian itu mereka akan mengintimidasi kita dengan cara menakut-nakuti, mencaci maki kita dengan memakai ancaman-ancaman, dan melakukan teror kekerasan dalam psikis kita serta berkata kasar.
  3. Mereka akan menyebarkan foto-foto kita yang ada dalam galeri gadget kita ke semua kontak gadget kita, serta melukan penggalangan dana dan pembuatan grup untuk pelunasan utang kepada seluruh kontak gadget kita
  4. mereka akan menelpon dan menggerim pesan ke seluruh kontak gadget kita, terutama orang yag dekat dengan kita seperti orang tua kita, kerabat kita dan kepada pimpinan perusahan kita untuk dimintai bantuan penagian utang.

Adapun
dampak yang akan di terima kepada seorang yang tidak bisa melakukan pelunasan
pinjaman online tersebut sangat luar biasa. Diantaranya
bisa dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan tempat
kerjanya, kesengjangan dalam keluarga dan percekcokan dalam keluarga yang
berakibat terjadi penceraian antara suami istri.

Kesalahan yang besar untuk melunasi pinjaman online. Banyak diantara orang-orang melakuan pinjaman online ke aplikasi lain, semata-mata untuk melakukan pelunasan pada pinjaman online yang sebelumnya. dengan tujuan agar bisa menutupi pinjaman pada aplikasi yang sebelumnya, cara-cara yang demikian itu dilakukan terus menerus seingga membuat kita terkebengkala untuk melakukan pelunasan dan penyelesain pada pinjaman online.