oleh

Pak Presiden! Rakyat Butuh Makan, Bukan Pelatihan Online

Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia menuntut pemerintah membatalkan kebijakan kartu prakerja. Pak Presiden! Rakyat butuh makan, bukan pelatihan online

Pak Presiden! Rakyat Butuh Makan, Bukan Pelatihan Online

secret-financial.com – Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) menuntut pemerintah membatalkan kebijakan kartu prakerja. Menurut Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat, program kartu prakerja tidak bermanfaat dan hanya menghamburkan uang rakyat.

“Saat ini rakyat butuh makan, tidak butuh pelatihan online,” ujar Mirah dalam keterangannya, Jumat (1/5/2020).

Mirah meminta pemerintah tak menjebak rakyat dengan janji manis dalam program kartu prakerja. Menurut Mirah, buruh dan rakyat lainnya tidak bisa merasakan manfaat dari program kartu prakerja.

“Anggaran sebesar Rp 5,6 triliun untuk program kartu prakerja sebaiknya dialihkan untuk memberikan bantuan langsung kepada msayarakat dan sebagai jaring pengaman bagi korban PHK dampak pandemic Covid 19,” kata Mirah.

Maka dari itu, Mirah mendesak DPR untuk menekan penerintah agar program kartu prakerja dihentikan. Mirah curiga program kartu prakerja hanya ajang bagi-bagi proyek.

“Komisi Pemberantasan Korupsi juga harus tegas dan jujur dalam menegakkan hukum di Indonesia. Selamatkan uang rakyat! Jangan sampai justru di tengah wabah dan jutaan pekerja kehilangan pekerjaan, ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan untuk memperkaya diri dan kelompoknya dari uang rakyat,” kata dia.

Hal yang sama juga disuarakan oleh Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP). Presiden FBLP Jumisih menyebut, Kartu Prakerja bukan solusi untuk mengurangi beban masalah buruh dan keluarga.

“Karena Kartu Prakerja justru lebih banyak menjadi agen aliran dana untuk para perusahaan penyedia training yang sebetulnya training-training itu bisa didapat dari YouTube,” kata dia.

Jumisih menyebut yang sebenarnya dibutuhkan rakyat adalah kebutuhan bertahan hidup dan asupan gizi yang memadai dalam situasi pandemi.

“Serta bagaimana setelah pandemi ada lapangan pekerjaan yang tersedia,” ucap Jumisih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed