oleh

Pandemi Covid-19 Akan Berimplikasi Buruk Bagi Perekonomian Dunia

Pandemi Covid-19 Akan Berimplikasi Buruk Bagi Perekonomian Dunia

secret-financial.com – Virus corona atau corona virus disease 2019 (Covid-19) telah membuat perekonomian dalam negeri kontraksi. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setidaknya mencatat ada delapan mudharat yang disebabkan oleh wabah virus tersebut.

Pertama, sampai 11 April lebih dari 1,5 juta karyawan putus kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan. Di mana 1,2 juta pekerja itu berasal dari sektor formal, 265.000 dari sektor informal. 

Pandemi Covid-19 akan berimplikasi buruk bagi perekonomian dunia tahun ini, karena terjadi bersama menurunnya harga komoditas dan gejolak pasar keuangan.
Baca juga: Harga Beras dan Gula Naik, Jokowi: Ini Pasti Ada Masalah

Pandemi Covid-19 akan berimplikasi buruk bagi perekonomian dunia tahun ini, karena terjadi bersama menurunnya harga komoditas dan gejolak pasar keuangan. Inflasi yang terjadi ditahun ini pun diproyeksi akan mengalami peningkatan ke level 3 persen, karena ketatnya pasokan pangan. Dan depresiasi mata uang yang diperkirakan dapat diimbangi sebagian oleh penurunan harga bahan bakar non-subsidi, serta subsidi tambahan untuk listrik dan pangan. Namun, pada tahun 2021 inflasi diyakini kembali ke level normal, yakni 2,8 persen.

Sementara itu, berbeda halnya dengan inflasi, segi pendapatan ekspor pariwisata dan komoditas, diperkirakan terjadi penurunan yang menyebabkan defisit transaksi berjalan mencapai 2,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2020.

“Meski Indonesia memiliki landasan makroekonomi yang kuat, wabah covid-19 mengubah arah perekonomian negara ini,” kata Winfried Wicklein.

Pasalnya ia menyebut penurunan sejumlah harga komoditas dan gejolak pasar keuangan, berimplikasi buruk bagi perekonomian global dan nasional tahun 2020.

Terlebih sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia juga menghadapi situasi ekonomi yang sulit, maka mendorong terjadinya penurunan daya beli masyarakat seiring sentimen negatif pada bisnis dan konsumen.

Wilfried memprediksi perekonomian global berangsur pulih di tahun 2021, sehingga menjadi momentum bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkuat dengan reformasi kebijakan di bidang investasi yang baru dikeluarkan pemerintah.

Inflasi yang mencapai 2,8 persen pada 2019, diperkirakan naik tipis ke 3,0 persen pada tahun 2020, sebelum turun lagi ke 2,8 persen pada tahun 2021.

Apa dampak lain dari anjuran physical distancing? Tentu saja kita tidak jalan-jalan dan travelling.

Agen perjalanan, hotel, transportasi, pemandu wisata, hingga restoran pun terkena dampak dari virus corona ini.

Tidak hanya kamu sebagai turis lokal, anjloknya angka turis mancanegara juga merupakan hal yang tidak dapat dihindari.

Pekerja juga terkena dampak virus corona bagi perekonomian sektor pariwisata, dan akan membutuhkan cara menghasilkan uang dari rumah saat wabah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed