oleh

Penipuan dan penggelapan uang hingga Rp 17 Miliyar, Grab toko menipu 980 orang!

Penipuan dan penggelapan uang hingga Rp 17 Miliyar, Grab toko menipu 980 orang!
Penipuan dan penggelapan uang hingga Rp 17 Miliyar, Grab toko menipu 980 orang!

Secret-financial – Yudha Manggala Putra, pemilik Grab Toko, melakukan penipuan dan penggelapan uang milik konsumen Grab Toko yang kurang lebih mencapai Rp 17 miliar. Bareskrim menangkap Yudha di kawasan Kebayoran Baru, pada 9 Januari 2021 lalu.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bertindak cepat dalam mengungkap kasus penipuan dalam transaksi elektronik di Jakarta, yang melibatkan PT Grab Toko Indonesia (Grab Toko).

“Total kerugian sekitar Rp 17 miliar dari pihak iklan dan pembeli,” kata Direktur Tindak Pidana siber Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Slamet Uliandi dalam keterangannya, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Pakar Hukum Kesehatan Kritik Wamenkumham Soal Memidanakan Warga yang Tolak Vaksin Corona

Grab Toko hanya memiliki modal dasar senilai Rp150 juta. Sementara setoran modal yang masuk sebanyak Rp80 juta.

Anak Agung Narendra Putra menguasai sisanya dengan total kepemilikan saham sebanyak 392 lembar atau Rp39,2 juta.

Adapun modus penipuan Grab Toko adalah menjual barang elektronik dengan sangat murah. Hasilnya, berhasil mendapatkan 980 konsumen.

Menurut polisi, terdapat 980 korban yang telah membeli barang elektronik dari Grab Toko. Dari jumlah itu, hanya 9 pembeli yang kemudian mendapat barang pesanannya.

Baca juga: Politikus PDIP Pilih Bayar Denda Ketimbang Divaksin

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Yudha, menginvestasikan uang hasil kejahatan ke dalam bentuk cryptocurrency.

“Yang bersangkutan ditangkap di kawasan Kebayoran Baru pada 9 Januari 2021 sekitar pukul 20.00 WIB,” ujar Listyo melalui keterangan tertulis pada Selasa, 12 Januari 2021.

Listyo mengatakan, Yudha meminta bantuan pihak ketiga untuk membuat situs belanja daring. Ia menawarkan berbagai macam barang elektronik dengan harga yang sangat murah. Hal itu mengundang minat sebagian besar masyarakat untuk memesan. Namun konsumen tak kunjung menerima barang. Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan tersangka tidak melakukan perlawanan apapun di kediaman pribadinya. Menurut Sigit, tersangka diamankan berdasarkan surat laporan polisi Nomor: LP/B/0019/I/2021/Bareskrim Polri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed