oleh

Perbankan Menunggu Ketentuan Subsidi Bunga

Perbankan Menunggu Ketentuan Subsidi Bunga

secret-financial.com – Pemerintah tak lelah memberikan stimulus ekonomi, setelah mengumbar relaksasi kredit bagi para pelaku UMKM, kini giliran kredit konsumsi yang diberikan pelonggaran berupa subsidi bunga bagi kredit pemilikan rumah (KPR), dan kredit kendaraan bermotor (KKB).

Pemerintah tak lelah memberikan stimulus ekonomi, setelah mengumbar relaksasi kredit, perbankan menunggu ketentuan subsidi bunga.

Perbankan Menunggu Ketentuan Subsidi Bunga

Baca juga: Cara Nasabah Ajukan Keringanan Cicilan Kredit Imbas Virus Corona

Sementara hingga 26 April 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sudah ada 65 bank yang telah melakukan restrukturisasi kredit senilai Rp 113,8 triliun dari 561.950 debitur. Nilai tersebut termasuk restrukturisasi kredit kepada 522.728 pelaku UMKM senilai Rp 60,9 triliun

Sedangkan hingga 27 April 2020, sudah ada 166 perusahaan pembiayaan yang merestrukturisasi kredit senilai Rp 13,2 triliun yang berasal dari 367.465 kontrak. Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat da Logistik Otoritas Jasa Keuangan Anto Prabowo bilang sejumlah beleid terkait subsidi kredit konsumsi kini tengah disusun pemerintah.

“Pemerintah bersama OJK, Bank Indonesia, dan LPS sedang menyiapkan peraturan pemerintah, dan sejumlah petunjuk pelaksanaan teknis lainnya. Termasuk aspek komunikasi agar dipahami para lembaga jasa keuangan, dan debitur kelak,” kata Anto.

Meski masih dalam proses penyusunan peraturan, ada sejumlah kisi-kisi yang sudah ditentukan. Restrukturisasi untuk KKB diberikan untuk nilai kredit di bawah Rp 500 juta. Sedangkan untuk KPR berlaku untuk tipe rumah 21, 22 hingga 70.

Sementara skema subsidi akan diberikan selama enam bulan sejak April hingga September dalam dua tahap bagi dua kategori. Pertama bagi nilai kredit di bawah Rp. 500 juta diberikan subsidi bunga 6% pada tiga bulan pertama, serta 3% untuk tiga bulan berikutnya.

Sedangkan kategori kedua untuk nilai kredit di atas Rp. 500 juta hingga Rp 10 miliar diberikan subsidi 3% untuk tiga bulan pertama, dan 2% untuk tiga bulan berikutnya.

Sejumlah bankir yang dihubungi Kontan.co.id pun menyambut baik rencana ini. Maklum, mereka juga mengaku Covid-19 memang kemampuan membayar debitur segmen konsumer mereka menurun, akhirnya rasio kredit macet juga ikut terkerek.

“NPL sudah mulai naik, namun kami sudah mulai restrukturisasi sejak Maret lalu. Sementara soal subsidi bunga kami masih menunggu ketentuannya,” kata Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Handayani.

Dua segmen kredit konsumsi ini memang mulai jadi andalan BRI, tahun lalu KPR perseroan tumbuh 19,2% (yoy) menjadi Rp 32,3 triliun, sedangkan KKB tumbuh 12,7% (yoy) menjadi Rp 4,1 triliun. Hingga 24 April 2020, BRI tercatat telah merestrukturisasi kredit senilai Rp 57,73 triliun kepada debitur 693.615, dengan perincian 686.798 debitur UMKM, sementara sisa 6.917 debitur non UMKM.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed