oleh

Intip Pergerakan Saham Perusahaan Fintech dan Sawit IPO

SECRET-FINANCIAL.COM. Perusahaan fintech yang sedang jajaki IPO – Direktur Utama PT. Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi menuturkan, sudah ada perusahaan financial technology (fintech) yang sedang jajaki untuk menawarkan  saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Hari ini ada ada 2 perusahaan yang melakukan pencatatan saham di pasar modal. Kedua perusahaan itu adalah PT Bank Amar Indonesia Tbk dan PT Cisadane Sawit Raya Tbk.
Saat dicatatkan Bank Amar yang memiliki kode saham AMAR naik 20,69% atau 36 poin dari harga penawaran Rp 174 ke posisi Rp 210. Di level itu saham AMAR ditransaksikan sebanyak 137 lot saham senilai Rp 2,91 juta dalam 8 kali frekuensi.

Perusahaan yang bergerak dibidang pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet (e-commerce) serta pendistribusian produk digital tersebut melepas sahamnya sebanyak-banyaknya 381,17 juta saham atau sebesar 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh seharga Rp 525 per lembar saham.

Direktur Utama PT. Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi menuturkan, sudah ada perusahaan fintech yang sedang jajaki IPO
Baca juga : Publik Mengeluhkan Mekanisme Penagihan Perusahaan Fintech Ilegal

Untuk Bank Amar sendiri merupakan perusahaan fintech bank pertama di Indonesia. Perusahaan ini memiliki produk digital Tunaiku.

Direktur Utama Hensel Davest Indonesia Hendra David mengatakan, dana IPO ini akan dialokasikan sekitar 65 persen untuk peningkatan modal kerja Davestpay. Selain itu, perseroan juga akan digunakan untuk akuisisi marchant berupa UMKM (warung) dan individu, pembelian persediaan barang dagang, uang muka persedian barang dagang, serta pembiayaan piutang usaha kepada pelanggan.

Dalam proses IPO, Bank Amar melepas 1.206.068.500 lembar saham. Dihitung dari nilai harga saham perdana, perusahaan memperoleh dana segar Rp 209,8 miliar.

Sebelumnya, manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  mengaku telah melakukan pendekatan intensif kepada empat unicorn di tanah air.

Unicorn itu antara lain Go-Jek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia untuk mencatatkan saham di BEI.

Kedua perusahaan ini menambah jumlah saham baru tahun ini sebanyak 3 perusahaan. Perusahaan pertama yang melakukan pencatatan saham tahun ini adalah PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO).

Sementara CSRA sendiri merupakan kelompok usaha yang bergerak di bidang perkebunan dan industri kelapa sawit. Perseroan melepas 410 juta saham baru, sehingga memperoleh dana sekitar Rp 51,25 miliar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed