fbpx
Polri Imbau Anggota Tak Gunakan Kekerasan Ketika Larang Masyarakat Mudik

Polri Imbau Anggota Tak Gunakan Kekerasan Ketika Larang Masyarakat Mudik

Polri imbau seluruh anggota yang bertugas selama Operasi Ketupat 2021 untuk tidak menggunakan kekerasan ketika melarang masyarakat pergi mudik.
Polri Imbau Anggota Tak Gunakan Kekerasan Ketika Larang Masyarakat Mudik

Secret-financial —  Polri imbau seluruh anggota yang bertugas selama Operasi Ketupat 2021 untuk tidak menggunakan kekerasan ketika melarang masyarakat pergi mudik. 

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Pembinaan Operasi Sops Polri Brigadir Jenderal Roma Hutajulu dalam agenda diskusi daring bertajuk ‘Tetap Lebaran Meski Mudik Ditiadakan’. 

“Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2021, ada tiga cara bertindak ‘Mudik Dilarang’ yakni seluruh tindakan bersifat represif humanis, dilarang menggunakan kekerasan dalam kegiatan penegakan kebijakan larangan mudik, dan petugas dilarang memeriksa kelengkapan surat kendaraan,” ujar Roma pada Senin, 12 April 2021.

Baca juga:
Masyarakat yang Mudik Dikarantina Lima HariKPK Diminta Usut Pengadaan Bus di Kemenhub
Mahfud Terangkan Alasan KPK tak Terlibat di Satgas BLBIOrangtua Diminta Tak Paksa Anak Puasa Jika Tak Kuat

Roma menjelaskan, pihaknya membagi keseluruhan operasi menjadi tiga fase. Yakni sebelum, selama, dan sesudah Operasi Ketupat 2021. Untuk sebelum, Polri akan melakukan imbauan masif terkait kebijakan larang mudik lebaran 2021.

Selain itu, melakukan penyekatan di 333 titik sebagai antisipasi pemudik yang mendahului, memeriksa surat kesehatan dan penyediaan rapid test di wilayah perbatasan, dan putar balik bagi kendaraan yang tidak membawa surat kesehatan.

Di selama Operasi Ketupat 2021, Polri bakal memutar balik seluruh kendaraan, melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan umum karena dikhawatirkan menyelundupkan penumpang dan menutup jalur tol dan non tol bagi kendaraan kecuali pengangkat logistik, BBM, sembako, dan yang dikecualikan.

Kemudian pada sesudah Operasi Ketupat 2021, Polri bakal menyekat wilayah perbatasan sebagai antisipasi kedatangan masyarakat di daerah yang akan ke Jakarta atau kota besar lainnya.

Tinggalkan Balasan