oleh

Risma Ternyata Timbun Masker, Ini Alasan Wali Kota Surabaya

Risma Ternyata Timbun Masker, Ini Alasan Wali Kota Surabaya

SECRET-FINANCIAL.COM – Ketersediaan masker kini semakin sulit dicari. Kalaupun ada, harganya sudah sangat mahal. Merebaknya virus corona memicu melonjaknya permintaan dan harga masker. Pemerintah daerah pun mengambil sikap, seperti dilakukan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku, telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi merebaknya virus corona di Kota Surabaya.

Salah satu yang dilakukannya adalah menimbun stok masker.

Risma mengatakan, sejak Januari 2020 lalu, ia telah memerintahkan jajarannya untuk mencari persediaan masker, jauh sebelum adanya dua WNI yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Masker yang ada di kelurahan atau di Puskesmas itu, sebagian sudah ada yang dibagikan secara gratis ke warga. Ini alasan Risma ternyata timbun masker.
Baca juga : Dicurigai Terjangkit Virus Corona Ternyata Warga Gresik Ini Mengidap Penyakit Radang Paru-Paru

Meski begitu Risma mengatakan selain masker, mencuci tangan yang bersih juga menjadi hal utama dalam menjaga kebersihan.

“Sejak januari saya sudah nimbun, saya mendengar justuru yang berbahaya dari tangan, diusapkan kemana-mana, saya mendengar itu, kenapa cuci tangan yang saya genjot gitu kan. Termasuk hand sanitizer saya sediakan di mana-mana.” Ungkap Risma, di Tropical Disease Center, Unair, Surabaya.

Namun hal itu tak diungkapkannya di depan publik. Risma mengaku tak ingin warganya panik dengan langkah antisipasi yang dilakukannya.

Lebih lanjut jika kondisi memburuk, maka Pemerintah Kota Surabaya pun bakal membagikan masker tersebut ke pada seluruh masyarakat Surabaya.

“Jadi nanti kalau harus dikeluarkan, kita keluarkan. Tapi itu kita nimbun sejak awal. Kita ada kejadian di Wuhan itu saya stok barang. Dinas Kesehatan sudah punya,” ucapnya.

“Terus kemudian ada kejadian di luar, saya tanya Dinas Kesehatan, maskermu itu tolong bagi ke Puskesmas, minta bagi ke kelurahan supaya nanti kalau ada kejadian itu lebih cepat (dibagi ke masyarakat).”

” Jadi sekarang di keluarahan nyimpennya, jadi bukan terus aku nimbun.”

“Nimbun opo, rek,” kata Risma.

Masker yang ada di kelurahan atau di Puskesmas itu, kata Risma, sebagian sudah ada yang dibagikan secara gratis ke warga. Ini alasan Risma ternyata timbun masker.

Menurut Risma, Kota Surabaya masih aman dari virus corona.

Karena itu, masyarakat tidak perlu menggunakan masker apabila tidak merasakan gejala-gejala seperti batuk, pilek, nyeri kepala dan sesak napas.

Bila ada gejala itu juga agar segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

Yang perlu dilakukan masyarakat adalah justru harus rajin mencuci tangan dengan bersih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed